>
Home / berita / Harga Minyak Jatuh Setelah Pembicaraan ‘Konstruktif’ Mengenai Kesepakatan Nuklir Iran

Harga Minyak Jatuh Setelah Pembicaraan ‘Konstruktif’ Mengenai Kesepakatan Nuklir Iran

Harga minyak turun pada awal pekan ini setelah Iran menggambarkan pembicaraan darurat pada perjanjian nuklir multi-pihak dengan sekelompok penandatangan yang disebut sebagai “konstruktif”, yang menunjukkan berkurangnya ketegangan di Timur Tengah.

Minyak mentah berjangka Brent naik 23 sen, atau 0,4%, pada $ 63,23 per barel pada 00.54 GMT. Harga naik 1,6% minggu lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 12 sen, atau 0,2%, menjadi $ 56,08 per barel. WTI naik 1% minggu lalu.

Pertemuan darurat dengan pihak-pihak dalam perjanjian nuklir Iran 2015 konstruktif tetapi ada masalah yang belum terselesaikan dan Teheran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya jika orang Eropa gagal menyelamatkan pakta itu, kata pejabat Iran, Abbas Araqchi, hari minggu kemarin.

Araqchi pun mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan di Wina:

“Suasananya konstruktif. Diskusi itu baik. Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami menyelesaikan semuanya, saya bisa mengatakan ada banyak komitmen.”

Pertemuan itu tidak termasuk Amerika Serikat, yang menarik diri dari perjanjian pada Mei 2018 dan menjatuhkan sanksi kembali pada ekspor minyak Iran.

Namun, ketegangan tetap tinggi di sekitar Selat Hormuz, jalur minyak paling penting di dunia, karena Iran menolak untuk melepaskan kapal tanker berbendera Inggris yang disita tetapi memberikan akses konsuler India kepada 18 anggota awak India.

Denmark menyambut proposal pemerintah Inggris untuk misi angkatan laut yang dipimpin Eropa untuk memastikan pengiriman yang aman melalui selat tersebut.

Amerika Serikat juga bekerja pada prakarsa keamanan maritim multinasional di Teluk.

Pedagang dan investor juga fokus pekan ini pada pertemuan bank sentral utama termasuk the Fed AS, yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga.

Pertumbuhan ekonomi AS melambat kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua dengan booming dalam belanja konsumen, memperkuat prospek konsumsi minyak.

Para analis pun mengungkapkan, pertumbuhan di luar Amerika Serikat melambat lebih cepat sebagian karena dampak perang perdagangan AS-Cina. Negosiator senior AS dan Cina akan bertemu minggu ini untuk pertama kalinya sejak pembicaraan perdagangan yang macet di bulan Mei. Hasil positif kemungkinan akan dapat mendongkrak naik harga minyak mentah.

About Mata Trader

Check Also

Warga Korea Selatan Investasikan Rata-Rata $ 6.000 Dalam

Ahli: Proyek Kripto Korea Selatan Ingin Meninggalkan Negara Untuk Bursa Luar Negeri

Jumlah proyek mata uang digital Korea Selatan yang meninggalkan negri Ginseng tersebut untuk mendaftarkan produk …