Friday, December 13, 2019
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Ketika Sang Jenius Tunduk pada Pasar yang Absolut

Must Read

Lagarde: ‘Kita Lebih Baik Jadi yang Terdepan’ dalam Stablecoin

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengatakan bahwa lembaga keuangan harus berada di depan kurva mengenai...

Coinbase Pro Menambah Dukungan Untuk Perdagangan Token Orchid

Coinbase, exchanger crypto asal Amerika, telah menambahkan dukungan untuk token Orchid (OXT) pada platform perdagangan profesionalnya, Coinbase...

BlockFi akan Menawarkan Akun Crypto yang Berbunga Pertama di Washington

Perusahaan pemberi pinjaman Cryptocurrency BlockFi mengumumkan dalam sebuah email bahwa mereka memperoleh lisensi pengiriman uang (MTL) di...

Sejarah Long Term Capital Management

Sebuah kisah menarik yang menjadi pelajaran penting bagi para akademisi hingga praktisi keuangan. Dimana sekitar 30 puluh tahun yang lalu, tersimpan jejak sejarah yang menggemparkan dunia keuangan serta membuat kalang kabut para pembuat kebijakan (pemerintah, institusi hingga koorperasi). Kala itu, muncul secercah harapan dalam dunia finansial, yang tidak lain tidak bukan secara mengejutkan dan impresif, hedge fund mampu tumbuh $100 miliar hanya dalam kurun waktu 3 tahun. Pertumbuhan hedge fund ini dipicu oleh return tahunan yang menggiurkan, yakni 40%. Belum lagi para pengelola hedge fund ini memiliki rekam jejak yang prestisius, yakni para senior di dunia finansial, akademisi, professor, plus 2 pemenang hadiah nobel dalam bidang finansial. Semua orang (yang tentunya sangat lumrah di kala itu) ingin menginvestasikan uangnya di hedge fund ini, yang bernama Long Term Capital Management.

Long Term Capital Management didirikan oleh John Meriwether, yang pernah bekerja di Salomon Brothers. John mengundurkan diri dari Bank Besar tersebut setelah karyawannya ditemukan sengaja menipu departemen keuangan Amerika Serikat.

Namun pada saat John Meriwether bergabung di Salomon Brothers pada tahun 1974. John telah membentuk ide dasar dalam membangun hedge fund impiannya. Pada saat itu, dia membangun sebuah kelompok arbitrase obligasi di dalam Salomon Brothers, dan merekrut para akademisi untuk membangun formula yang dapat memprediksi harga pasar serta diharapkan dapat menemukan “rahasia”.

Strateginya adalah untuk membeli ataupun menjual obligasi ketika harga menyimpang dari “norma”, kemudian menunggu harga berkumpul kembali untuk menciptakan keuntungan.

Dengan ide dasar ini, grup arbitrase obligasi yang dibangun John menjadi sangat terkenal di dalam Salomon Brothers. Prestasi ini didasarkan pada perfoma serta logika yang diciptakan, tidak lama setelah itu, John segera ditugaskan untuk mengatur semua perdagangan Obligasi. Arbitrase obligasi ini segera menjamu seperti wabah di industry keuangan. Ketika John terpaksa mengundurkan diri dari bank tersebut karena gagal mengawasi salah satu karyawannya. Dia kemudian membangun hedge fund baru dengan prinsip-prinsip ide yang sama dengan saat dia mendirikan kelompok arbitrase obligasi.

John kemudian membangun hedge fund sendiri untuk melakukan perdagangan arbitrase yang menggunakan model matematika dalam memprediksi harga. Dia membentuk tim yang di isi oleh para veteran industry keuangan serta akademisi yang sangat dihormati. Perusahaan ini diluncurkan pada tahun 1994 dengan asset $1.25 juta.

Jika melihat perkembangan perusahaan hedge fund dikala itu, tepatnya pada akhir 1990, industry ini sedang booming dimana ada sekitar 3.000 hedge fund yang dimana angkanya melejit pesat jika dibandingkan dengan tahun 1968 yang hanya terdaftar sekitar 200 perusahaan hedge fund. Namun dengan kondisi persaingan yang semakin ketat ini. john dengan Long Term Capital Management-nya sepert tidak memperdulikan competitor. Dia memberlakukan syarat yang “tidak biasa” sebagai perusahaan hedge fund.

Pertama, dia ingin menambahkan modal sebesar $2.5 miliar, syarat kedua adalah biaya yang diminta oleh Long Term Capital Management adalah 25% dan syarat yang ketiga adalah investor diminta untuk menginvestasikan modalnya minimal 3 tahun syarat ini cukup berbeda dengan standar hedge fund dikala itu, dan tentunya cukup memberatkan para investor.

John Meriwether tidak diam sampai disitu, supaya syarat-syarat tersebut tetap dapat diterima para investor, dia merekrut para akdemisi yang dihormati (dengan kredibilitas tinggi), sehingga secara selaras, kredibilitas perusahaan hedge fund yang baru didirikan ini meningkat dengan sendirinya, nama-nama seperti Robert C. Merton, Myron Scholes hingga Davit Mullins bergabung dalam perusahaan ini. meskipun mendapatkan banyak penolakan termasuk oleh investor anyar seperti Warren Buffet, Long Term Capital Management tumbuh pesat meninggalkan para pesaingnya/ bahkan mereka mendapatkan dana dari investor asing yang kurang terbiasa berususan dengan perusahaan sejenis Hedge Fund.

Pada saat didirikan pada bulan februari 1994, Long Term Capital Management dimulai dengan dana sebesar $ 1.25 miliar dan dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun, asset mereka meningkat menjadi lebih dari $ 140 miliar. Kala itu perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang karyawan ini membukukan laba sebesar $ 2.5 miliar. Tapi perusahaan ini menolak untuk memberikan rincian transaksi mereka kepada Bank maupun investor.

Pada Tahun pertama, Long Term Capital Management hampir tidak mengalami gangguan apapun. Segalanya berjalan lancar tanpa suatu kesalahan apapun. Mereka mendapatkan return 28%, padahal sebagian investor lain sedang mengalami kerugian. Dengan pencapaian yang spektakuler ini, ditambah dengan tim yang berisi para jenius, Long Term Capital Management telah menjadi hedge fund baru yang menjadi harapan semua orang, dimana orang-orang sangat ingin menginvestasikan uangnya kepada perusahaan ini.  Dengan historis performa yang mengagumkan, pada tahun 1997, Merton dan Scholes dianugerahi Hadiah Nobel dalam ilmu ekonomi untuk model mereka dalam menentukan nilai derivative yang dikenal dengan The Black Scholes Merton Formula.

 Namun pertumbuhan serta performa yang menakjubkan ini tidaklah bertahan lama, tepatnya pada tahun 1998, perusahaan yang sedang dalam performa puncak menjadi sorotan dunia finansial. Long Term Capital Management memaksa Bank terbesar di Amerika untuk melakukan resiko default sebesar $ 1 triliun.  Kematian Hedge Fund ini sangatlah cepat dan terjadi tiba-tiba, dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, Long Term Capital Management telah kehilangan $ 4.4 miliar dari total asset $ 4,7miliar.

Cerita mengenai hedge fund yang fenomenal ini dituangkan dalam buku “When Genius Failed” karya Roger Lowenstein. Dalam buku tersebut, terdapat rincian detil mengenai strategi khusus serta teori-teiru keuangan yang digunakan Long Term Capital Management ini. Buku yang sangat wajib anda selami karena menceritakan bagaimana sebuah hedge fund yang bertransformasi menjadi impian serta jatuh oleh kejamnya pasar. Kisah jatuhnya Long Term Capital Management juga dikemas dalam film dokumenter dengan judul “Trillion Dollar Bet”.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lagarde: ‘Kita Lebih Baik Jadi yang Terdepan’ dalam Stablecoin

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengatakan bahwa lembaga keuangan harus berada di depan kurva mengenai...

Coinbase Pro Menambah Dukungan Untuk Perdagangan Token Orchid

Coinbase, exchanger crypto asal Amerika, telah menambahkan dukungan untuk token Orchid (OXT) pada platform perdagangan profesionalnya, Coinbase Pro. Menurut...

BlockFi akan Menawarkan Akun Crypto yang Berbunga Pertama di Washington

Perusahaan pemberi pinjaman Cryptocurrency BlockFi mengumumkan dalam sebuah email bahwa mereka memperoleh lisensi pengiriman uang (MTL) di negara bagian Washington di Amerika...

Raksasa Asuransi Kesehatan AS Menguji Blockchain untuk Mengamankan Data Medis

Anthem, perusahaan asuransi kesehatan terbesar kedua di Amerika Serikat, berencana menggunakan teknologi blockchain untuk mengamankan data medis semua 40 juta anggotanya selama...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 13 Desember 2019

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -