Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Menguatnya Sentimen Pada Beberapa Mata Uang Utama Menahan Pergerakan Indeks US Dollar

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Pergerakan indeks US Dollar masih tertahan setelah adanya peningkatan perlahan pada transaksi mata uang Yen Jepang secara global yang membuat harga USDJPY bergerak naik perlahan dan juga karena penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor Cina dalam data yang dirilis kemarin serta meningkatkan kekhawatiran pasar pada perekonomian global.

Ekspor Cina mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun pada periode Desember, dan impor pun mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa tarif impor baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat untuk barang-barang Cina sudah merugikan perekonomian negeri Panda tersebut.

Poundsterling pun juga menahan laju indeks US Dollar setelah mengalami penguatan perlahan pasca tersiarnya kabar bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May, tengah mempersiapkan upaya barunya untuk mengamankan dukungan bagi kesepakatan Brexit dari para pemberontak di partainya, dengan mencoba membatasi waktu bagi Inggris agar tetap sejalan dengan peraturan Uni Eropa setelah terjadinya Brexit.

Baca Juga:

Mayoritas pengamat politik dan pelaku pasar tetap memperkirakan Theresa May akan kehilangan suara penting dari parlemen Inggris pada kesepakatan tersebut dalam sebuah pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari ini.

Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD) yang sensitif terhadap risiko masih terlihat mendapat tekanan perlahan dari indeks US Dollar, dimana kondisi politik dan perekonomian di Amerika Serikat masih belum berada dalam kondisi kejelasan yang baik dan dalam pandangan skeptis dari sebagian besar investor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -