Saturday, January 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Badai Profit Taking Membuat Harga Minyak Melemah, Apa Penyebabnya ?

Must Read

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang...

Minyak menjadi komoditas favorit investor seminggu terakhir ini. Pasalnya, Minyak mengalami reli gila-gilaan selama 2 hari terakhir harga minyak melambung tinggi.

Setelah 2 hari terakhir harga minyak naik, akhirnya minyak mengambil nafas dalam reli 2 hari tersebut. Harga minyak melemah disebabkan oleh aksi taking profit oleh para investor perkara ada kekhawatiran menyebar tentang suku bunga Amerika yang begitu agresif.

WTI atau (West Texas Intermediate) yang merupakan minyak mentah berjangka, patokan USA, ditutup dengan harga turun sejumlah 52 sen, atau bisa dibilang 0,6 persen menjadi USD82,12 per barel. Walaupun turun, penurunan harga ini masih terbilang tipis dibandingkan kenaikan harga 2 hari terakhir.

Setelah itu, ada juga minyak mentah berjangka lainnya, yaitu Brent, yang mengalami penurunan sebesar 0,24 persen lebih rendah pada $84,47 per barel. Penurunan itu terjadi setelah minyak mentah berjangka Brent tersebut mengalami kenaikan 4,7% pada hari Selasa dan Rabu.

Pengaruh Data Inflasi dengan Harga Minyak

Berbicara tentang faktor penyebab, ada juga faktor menakutkan yang bisa menjadi hambatan harga minyak mentah. Menurut mitra di Again Capital Management New York, Data inflasi harga produsen AS bulan yang lalu dapat memberi tekanan atau potensi kepada hambatan harga minyak mentah dan mendukung dolar.

Faktor di atas bisa dibilang sangat mengkhawatirkan karena biasanya harga minyak bergerak berbanding terbalik terhadap dolar AS. Adapun kenaikan klaim pengangguran yang bisa menyebabkan menurunya permintaan bensin di sana berpengaruh dengan harga minyak melemah.

Prediksi Kasus Omicron terhadap Harga Minyak

Dengan memahami laporan data Badan Informasi Energi Amerika, beberapa investor memrediksi bahwa karena persediaan minyak mentah turun melebihi ekspektasi akan menyebabkan permintaan bahan bakar terpukul oleh kasus lonjakan omicron mendatang.

Namun, kerugian dibatasi oleh hasil spekulasi bahwa omicron tidak akan menyebabkan keparahan yang besar untuk menggagalkan pemulihan permintaan global dan cuaca dingin yang terjadi di Amerika Utara.

Walaupun harga minyak melemah, tahun lalu hara minyak telah melonjak sebesar 50%. Dan muncul beberapa analisa menyatakan bahwa reli ini akan terus berlanjut. Dengan prediksi harga ke 90 dolar atau bahkan di atas 100 dolar per barel, masa depan minyak masih terbilang cerah dan aman untuk diinvestasikan.

Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kedepannya harga minyak masih aman dan menjadi favorit para investor untuk diinvestasikan atau tidak? Yang pastinya, semakin lama minyak akan semakin langkan dan banyak diminati.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika serikat berkat sentimen pasar yang...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang lalu. Di sesi sebelumnya, minyak...

Minyak Turun, Investor Mulai Mengambil Keuntungan

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia, setelah naik ke level tertinggi tujuh tahun di awal pekan. Investor juga mencerna peningkatan yang...

Dolar Turun, Investor Pantau Inflasi dan Pengetatan Moneter Fed

Dolar melemah pada Jumat pagi di Asia. Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -