Monday, August 8, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Brent Naik Hari Ini, Dipicu Kekhawatiran Investor Terhadap OPEC+ Hingga Pelonggaran Lockdown Beijing

Must Read

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen,...

Harga minyak berjangka naik tipis pada Selasa dini hari pukul 00:50 waktu Asia. Minyak mentah berjangka pada indeks Brent naik 19 dolar atau  0,2 persen menjadi 119,70 dolar AS per barel. Sentimen kenaikan harga ini salah satunya karena pelonggaran lockdown di Tiongkok setelah menurunnya tren Covid-19 varian Omicron yang meluas pada beberapa pekan terakhir. Pelonggaran pembatasan perjalanan di China diperkirakan akan meningkatkan permintaan minyak dalam beberapa minggu mendatang, analis dari ANZ Research mengatakan dalam sebuah catatan.

Beijing dan pusat perdagangan Shanghai telah kembali normal dalam beberapa hari terakhir setelah dua bulan lockdown untuk mencegah meluasnya virus Covid-19. Larangan bepergian telah dicabut dan restoran kembali diperbolehkan makan ditempat pada hari Senin untuk wilayah Beijing.

Investor Khawatir, OPEC+ Tidak Mampu Mencapai Target Peningkatan Produksi

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentah andalannya, Arab Light ke pasar Asia menjadi 6,50 dolar AS terhadap rata-rata benchmark Oman dan Dubai. Harga sebelumnya 4,40 dolar AS pada pengiriman bulan Juni.

Pekan lalu, OPEC+ sepakat menaikkan kapasitas produksi untuk bulan Juli dan Agustus sebesar 648.000 barel per hari atau 50 persen lebih banyak dari yang direncanakan sebelumnya. Peningkatan kapasitas produksi tersebut berlaku untuk seluruh anggota OPEC+. Namun, banyak anggota tidak begitu optimis terhadap kemampuannya termasuk Rusia yang tengah berperang.

“Sementara peningkatan target bulanan baru terus didorong oleh kontribusi proporsional dari semua peserta (termasuk Rusia), tidak realistis untuk mengharapkan peningkatan yang mendekati angka utama,” kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, dalam sebuah catatan.

Persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun minggu lalu, sementara stok bensin dan sulingan terlihat naik, jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada hari Senin.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen, setelah laporan penggajian AS yang...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -