Thursday, October 1, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Harga Minyak Mentah Berpeluang Naik Pasca Komentar Aramco, Arah Risiko Akan Terus Diperhatikan

Must Read

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu...

Beberapa saat yang lalu ada berita yang langsung meluas mengenai komentar yang disampaikan oleh produsen minyak Arab Saudi yaitu Aramco. Pasca komentar yang disampaikan itu, harga minyak mentah berpeluang mengalami kenaikan lebih tinggi hari Senin ini.

Saat sepanjang sesi Asia hari Senin (10/8), komoditas energi di minyak mentah berjangka WTI AS, berada di sekitar level harga 41,67 per barelnya. Sebelumnya harga minyak mentah berjuang dengan keras untuk bisa mempertahankan support teknikal yang berada di level harga 41,27 tepat dengan SMA 10 harian sepanjang sesi awal Asia.

Sementara itu Kepala Eksekutif Saudi Aramco yaitu Amin Nasser mengatakan bahwa permintaan energi mungkin sudah mengalami pembalikan untuk kawasan Asia. Karena pelonggaran lockdown secara bertahap terus diberlakukan. Dilansir dari Reuters, Nasser mengatakan China memiliki tingkat permintaan bensin dan solar menuju ke titik yang hampir sama sebelum pandemi virus Corona menyerang. Nasser juga melihat negara Asia lain akan seperti itu.

Kemudian faktor yang lain bisa mendorong harga minyak mentah adalah keputusan dari Irak. Negara itu akan memangkas produksinya sampai 400 ribu untuk dua bulan yaitu Agustus dan September. Pemangkasan dilakukan sebagai kompensasi kelebihan pasokan tiga bulan terakhir. Pemangkasan itu juga disampaikan oleh Menteri Minyak Irak yaitu Ihsan Abdul Jabbar.

Namun walaupun arah harga energi tampak akan lebih tinggi, beberapa masalah akan menghambat upaya tersebut. Masih ada kemungkinan penghindaran risiko yang bisa membuat harga energi kembali mengalami penurunan.

Karena ekuitas global sedang negatif karena kekhawatiran pandemi yang kembali meningkat. Kemudian belum adanya kemajuan dari pembicaraan stimulus ekonomi dari AS juga turun menghambat kenaikan minyak mentah beberapa waktu selanjutnya. Sehingga arah resiko juga akan menentukan pergerakan energi selanjutnya,

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat laju pemulihan permintaan dan melawan...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (30/9). Penguatan Dolar AS membawa...

NZDUSD Turun Setelah Data Caixin China Pesimis Bersama Sikap Hati-hati Debat Calon Presiden AS

Permintaan terhadap mata uang Dolar New Zealand mengalami penurunan saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (30/9). Dengan pelemahan ini maka menyebabkan NZDUSD...

AUDJPY Turun Meski Data Ekonomi China Mengesankan Di Tengah Langkah Hati-hati Ketika Debat Calon Presiden AS

Mata uang Dolar Australia melemah saat sesi awal Asia hari Rabu (30/9) dan membawa pasangan AUDJPY untuk turun lebih dalam lagi. Padahal...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -