Sunday, March 7, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Kasus Positif China Landai, Minyak Mentah Kembali Bullish

Must Read

Kenaikan Obligasi Membawa Euro Melemah, EURUSD Akan Fokus Ke Data

Mata uang Euro melemah saat mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa hari Kamis (3/3) melawan Dolar AS. Pelemahan...

Berita Positif Gagal Membantu AUDUSD Untuk Bangkit Dari Penurunan

Saat sesi awal hari Jumat (5/3), tampak pasangan AUDUSD turun dengan nilai yang cukup besar. Pasangan telah...

Kenaikan Pasar Obligasi Memaksa Minyak Mentah Melemah Menghentikan Bullish 14 Bulan

Pergerakan harga minyak mentah global yang dilakukan di WTI AS hari Jumat (5/3) ini tampak mengalami perlambatan...

Harga minyak mentah pada kontrak berjangka mengalami kenaikan di sesi Asia hari Rabu (27/1). Minyak mentah menguat ketika adanya laporan terbaru dari kawasan China. Saat ini minyak mentah sedang diperdagangkan di sekitar level harga 56,02 pada berjangka Brent. Lalu pada pasar lain seperti berjangka WTI berada di sekitar 52,37.

Ada beberapa katalis yang membantu harga energi jadi lebih tinggi. Pertama adalah laporan dari API bahwa pasokan minyak mentah swasta AS pada sepekan sampai 22 Januari turun sekitar 5,3 juta barel. Hasil itu jauh lebih baik dari prediksi awal yaitu kenaikan mencapai 430ribu barel. Sayangnya produk turunan minyak mentah dilaporkan naik dimana bensin bertambah 3,1 juta barel, minyak pemanas 1,4 juta barel.

Namun untungnya, minyak mentah menguat saat ini sangat terbantu oleh pembaruan kondisi kesehatan di China. Negara itu menjadi konsumen utama minyak mentah global dengan aktivitas industrinya yang sangat tinggi. Beberapa waktu ini dilaporkan penambahan kasus virus Corona di China mulai melandai lagi.

Pejabat pemerintah China meminta kepada warganya agar tidak melakukan perjalanan saat libur Imlek. Biasanya saat Tahun Baru Imlek, ada sampai ratusan juta orang asal China melakukan perjalanan untuk bertemu keluarganya. Namun acara itu sepertinya akan dihilangkan pada 2021 ini seperti apa yang dilakukan pada 2020 saat pandemi pertama kali terlihat.

Sementara itu membaiknya kondisi virus Corona di China membantu meningkatkan harapan ekonomi negara tersebut. Ketika ekonomi China kembali bangkit, maka konsumsi energi juga bisa menjadi lebih tinggi. Jumlah pasokan bisa mulai menurun dan membantu minyak mentah menguat. Ahli riset dari ANZ mengatakan bahwa ketika kondisi wabah di China memburuk, ada kekhawatiran terjadi penurunan jumlah permintaan energi dari negara tersebut.


 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Obligasi Membawa Euro Melemah, EURUSD Akan Fokus Ke Data

Mata uang Euro melemah saat mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa hari Kamis (3/3) melawan Dolar AS. Pelemahan...

Berita Positif Gagal Membantu AUDUSD Untuk Bangkit Dari Penurunan

Saat sesi awal hari Jumat (5/3), tampak pasangan AUDUSD turun dengan nilai yang cukup besar. Pasangan telah kehilangan kenaikan sampai 0,37% menuju...

Kenaikan Pasar Obligasi Memaksa Minyak Mentah Melemah Menghentikan Bullish 14 Bulan

Pergerakan harga minyak mentah global yang dilakukan di WTI AS hari Jumat (5/3) ini tampak mengalami perlambatan aksi bullish. Minyak mentah melemah...

Penurunan Berusaha Dihapus, USDCAD Memanfaatkan Kenaikan Yield Obligasi AS

Saat sesi awal kawasan Eropa di hari Jumat (5/3) pasangan USDCAD naik dan berusaha menghapuskan bias bearish yang dicatatkan sebelumnya. Dolar AS...

Lonjakan Imbal Hasil Membawa USDJPY Bullish Meski Pasar Saham Juga Memerah

Pasangan mata uang USDJPY bullish lebih tinggi saat sesi pertengahan kawasan Eropa berlangsung hari Jumat (5/3). Dolar AS menerima banyak sekali dukungan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -