Monday, August 8, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Mayoritas Anggota OPEC+ Sepakat Kenaikan Kapasitas Produksi, WTI Ditutup Menguat

Must Read

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen,...

Mayoritas anggota OPEC+ sepakat menaikkan kapasitas produksi minyak mentah pada bulan Juli dan Agustus, kesepakatan itu terjadi kemarin, kamis (2/06/2022). Salah satu alasan peningkatan kapasitas produksi tersebut karena perang Rusia kontra Ukraina yang membuat pasar energi global bergejolak.

OPEC+ akan menaikkan kapasitas produksi sebesar 648.000 barel per hari pada bulan Juli dan Agustus mendatang. Peningkatan kapasitas produksi ini mengakhiri kesepakatan pengurangan produksi OPEC+ yang diterapkan selama pandemi Covid-19.

Sebenarnya peningkatan kapasitas produksi telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, produksi minyak oleh OPEC+ telah naik 400.000 – 432.000 barel per hari pada setiap bulannya. Kesepakatan OPEC+ tersebut menjadi sentimen kenaikan harga minyak pada indeks future West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan acuan harga minyak Amerika Serikat (AS, pada perdagangan pagi harga terus mengalami peningkatan hingga akhirnya ditutup menguat 1,4% pada harga 117,40 dolar AS per barel.

Keputusan OPEC+ tersebut diambil setelah dunia bergelut dengan melonjaknya harga bahan bakar akibat pengetatan pasokan yang membuat harga melambung tinggi. Pemerintah seluruh dunia, termasuk AS telah menghimbau negara-negara produsen minyak untuk menaikkan produksi sebagai upaya meredam gejolak harga.

Sekretaris Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, mengatakan bahwa pemerintah AS menyambut baik pengumuman OPEC+ tersebut. “Kami melihat peran Arab Saudi sebagai pemimpin OPEC+ dan produsen terbesarnya dalam mencapai kesepakatan di antara para anggota organisasi,” kata Jean-Pierre dalam sebuah pernyataan. “Amerika Serikat akan terus menggunakan semua cara untuk menyikapi tekanan harga bahan bakar,” lanjutnya.

OPEC+ telah berusaha untuk memenuhi kuota produksi. Terlebih, tambahan produksi yang dijadwalkan tidak akan menutupi potensi kerugian lebih dari 1 juta barel per hari dari Rusia menyusul sanksi yang dijatuhkan karena menginvasi Ukraina.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen, setelah laporan penggajian AS yang...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -