Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Bearish, WTI Masih Di Sekitar 40,00 Menunggu Data EIA

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Mendekati pembukaan sesi Eropa hari Rabu ini (8/7), minyak mentah bearish dan berada di sekitar 40,50. Tolak ukur energi tiga hari terakhir mampu mencatatkan kenaikan yang baik dan harus menerima cobaan di hari ini. Salah satu penyebabnya adalah karena nada risk off yang memaksa para pembeli mulai menghentikan aksi bullish mereka. Sementara itu data pasokan minyak dari API juga mendukung penurunan energi baru-baru ini.

Data API disampaikan dengan hasil kenaikan jumlah pasokan minyak AS sampai ke 2 juta barel. Sementara itu data pasokan sebelumnya adalah penurunan 8,156 juta barel sampai 3 Juli. Efeknya pasokan yang terlalu banyak menyebabkan para pembeli khawatir dengan permintaan. Sehingga minyak mentah bearish akibat data tersebut.

Sementara itu kenaikan-kenaikan yang tercatat dalam tiga hari terakhir dipengaruhi oleh harapan pemulihan ekonomi global. Dimulainya aktivitas banyak industri akan meningkatkan permintaan energi dan mendorong harga minyak untuk naik. Sayangnya masalah global masih membebani energi untuk naik lebih tinggi lagi.

Banyak investor yang takut dengan konflik antara AS-China, Inggris-China, AS-Uni Eropa dan masalah lain. Karena pecahnya hubungan dagang banyak negara akan memicu penurunan permintaan energi. Selain itu investor juga sedang khawatir dengan prediksi bahwa negara anggota OPEC dan sekutu tidak akan memperpanjang perjanjian pemangkasan produksi yang lebih lama lagi. Prediksi itu turut berperan menyebabkan minyak mentah bearish.

Selanjutnya para investor energi akan fokus ke data pasokan minyak mentah dari EIA . selain itu berita terbaru mengenai virus Corona dan langkah kebijakan ekonomi juga akan terus dipantau para investor. Karena akan memberikan gambaran bagaimana harapan pemulihan ekonomi global dari kondisi pandemi dan langkah kebijakan ekonomi banyak negara.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -