Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Bullish, Masih Kesulitan Menembus 41,00

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Posisi harga minyak mentah berjangka di WTI AS kembali mengalami kenaikan di hari Senin ini (27/7). Minyak mentah bullish bangkit dari titik yang paling rendah yang berada di bawah level harga 41,00. Dengan upaya-upaya ini maka energi akan berusaha untuk bisa menutup bulan Juli ini dengan kenaikan tanpa jeda. Sayangnya kenaikan energi yang lebih tinggi akan sangat bergantung pada posisi sentimen risiko pasar global dan posisi harga Dolar AS.

Salah satu faktor yang membawa minyak mentah bullish beberapa waktu terakhir diprediksi akibat Dolar AS yang melemah secara luas. Penyebabnya adalah AS yang memberitakan kenaikan kasus yang sangat signifikan di beberapa negara bagian. Masalah ini pada akhirnya akan sangat membebani harapan pemulihan ekonomi AS dan global dan membawa Dolar AS tertekan.

Memang saat ini energi mendapatkan keuntungan dari pelemahan Dolar AS. Namun jika harapan pemulihan ekonomi terus hancur, akan berdampak juga pada permintaan minyak mentah global. Sehingga berisiko kembali membawa harga minyak turun.

Masalah antara AS dan China tampaknya juga menghambat minyak mentah bullish lebih tinggi. Kedua negara terus panas pada masalah penutupan konsulat yang diumumkan pada pekan lalu. Perdagangan kedua negara yang buruk akan berdampak juga pada arus perdagangan global dan berdampak ke pertumbuhan ekonomi global.

Saat ini para investor minyak akan terus mengawasi kemana arah risiko global. Hal itu yang mampu mendorong harga minyak mentah untuk kedepannya. Selain itu pada pekan ini rilis data mengenai pasokan minyak mentah AS dalam hitungan pekan mungkin juga akan menjadi perhatian para investor. Badai Hana yang menyerang Texas mungkin juga akan mempengaruhi harga minyak beberapa waktu kedepan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -