Monday, February 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Memantul Ringan Dari Terendah, Fokus Ke Geopolitik dan Perdagangan

Must Read

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS....

Pergerakan harga minyak mentah terpantau mengalami pemantulan pada level 58,35 saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (22/1). Dengan pemantulan ini maka pergerakan turun minyak mentah mulai terganggu dan bisa saja akan pulih ringan. Selanjutnya mungkin minyak mentah hari ini akan terus memantau perkembangan masalah Timur Tengah disaat minimnya data atau acara utama yang mampu jadi katalis.

Minyak mentah pada akhirnya mampu menguat ringan dan menahan penurunan di tengah Dolar AS yang sedang menguat dan pesimisme pertumbuhan global. Kemarin IMF telah menyampaikan proyeksi pertumbuhannya dengan penurunan dari proyeksi sebelumnya. Selain itu kemarin permintaan minyak juga sempat merosot setelah potensi ketegangan AS dan Iran terus mereda dan ketegangan Irak yang mulai luntur.

Beberapa masalah dari Libya mungkin menjadi pendorong minyak mentah hari ini. Libya menyatakan penolakan dari Sekjen PBB yaitu Antonio Guterres dan juga Presiden Trump, agar kendali ekspor minyak Libya dilepaskan. Masalah ini akan mampu mendorong minyak menjadi lebih tinggi dan memangkas penurunan.

Sementara itu perdagangan pada hari Rabu ini (22/1) para pedagang akan lebih fokus ke laporan data pasokan minyak mentah swasta dari AS oleh API. Walaupun data baru akan disampaikan esok hari, namun para pelaku pasar dan investor akan mulai fokus ke data tersebut.

Selain dari sisi data, minyak mentah hari ini juga akan terus fokus ke permasalahan geopolitik dan perdagangan untuk jangka pendek. Kabar terbaru mengenai perdagangan datang dari AS dan China. Kemarin Wakil PM China, Han Zheng mengungkapkan kesepakatan antara kedua negara itu akan menghasilkan pesanan yang memiliki nilai $100 Miliar dari China. Hal ini membuat optimisme kedua negara kembali luntur.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS. Namun secara luas pasangan AUDUSD...

USDJPY Konsolidasi Setelah Sempat Melonjak Menuju Ke Puncak April 2019

Saat ini pasangan mata uang USDJPY konsolidasi bergerak di sekitar level harga 112,00 setelah pembukaan sesi Asia hari Jumat (21/2). Sebelumnya Dolar AS sempat...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -