Thursday, August 13, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Meneruskan Penurunan Meskipun Ketegangan Timur Tengah Tetap Berisiko

Must Read

Greater Bay Area Hong Kong akan Meluncurkan Yuan Digital China

Yuan digital China, yang juga dikenal sebagai pembayaran elektronik mata uang digital, atau proyek DCEP, akan diluncurkan...

Google Ads Gagal Melindungi Orang Dari Penipuan Crypto

Pengguna pertukaran desentralisasi Uniswap dapat mengalami risiko berkat Google Ads yang baru. "PERINGATAN MENDESAK...

Peringatan Tether Peter Brandt Tidak Menyenangkan, Tapi Tidak Jelas

"Tether adalah sebuah crash yang menunggu untuk terjadi," Brandt men-tweet pada 10 Agustus, dalam menanggapi postingan terpisah...

Posisi harga minyak mentah global di indeks berjangka WTI AS mengalami penurunan saat sesi Asia berlangsung di hari Selasa (21/1). Minyak mentah melemah menuju ke level harga 58,70 dan semakin mencatatkan kinerja negatif. Sebelumnya energi telah mengalami penurunan di hari Senin dan menutup hari dengan posisi lemah. Walaupun sempat membentuk sebuah gap panjang saat pembukaan pekan.

Permintaan beli minyak mentah merosot setelah para pemimpin global terus berusaha menekan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selain itu IMF juga melakukan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi lebih rendah. Kondisi itu mengancam permintaan energi global merosot tajam dan membuat minyak mentah melemah.

Dari masalah geopolitik, dikabarkan dari UK Telegraph bahwa pemerintah AS dan Inggris mengurangi jumlah pasukan yang berada di Irak. Langkah ini diambil untuk bisa mengurangi ketegangan yang sedang terjadi di kawasan tersebut. Selain itu juga bisa menurunkan gelombang protes yang berdampak ke penutupan produksi minyak mentah pada akhir pekan kemarin.

The Guardian juga merilis berita bahwa Jenderal Khalifa Haftar menyatakan menolak permintaan global untuk melakukan negosiasi dan menghindari perang saudara. Tapi walaupun menolak permintaan, Jerman akan terus berusaha menyerukan perdamaian yang akan dilakukan pasca libur AS. Kondisi ini turut membuat minyak mentah melemah meskipun ancaman perang saudara tetap ada.

Selanjutnya para pelaku pasar dan investor bisa mulai fokus ke rilis data ekonomi AS setelah kemarin hari Senin menikmati libur Nasional. Beberapa data dari AS akan menjadi katalis penggerak harga minyak mentah global selanjutnya. AS akan merilis data mengenai pasokan minyak mentah domestik oleh API. Selain itu laporan pasokan oleh EIA juga akan menjadi penggerak minyak mentah kedepannya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Greater Bay Area Hong Kong akan Meluncurkan Yuan Digital China

Yuan digital China, yang juga dikenal sebagai pembayaran elektronik mata uang digital, atau proyek DCEP, akan diluncurkan...

Google Ads Gagal Melindungi Orang Dari Penipuan Crypto

Pengguna pertukaran desentralisasi Uniswap dapat mengalami risiko berkat Google Ads yang baru. "PERINGATAN MENDESAK BAGI SIAPA PUN YANG MENGGUNAKAN...

Peringatan Tether Peter Brandt Tidak Menyenangkan, Tapi Tidak Jelas

"Tether adalah sebuah crash yang menunggu untuk terjadi," Brandt men-tweet pada 10 Agustus, dalam menanggapi postingan terpisah melihat kapitalisasi pasar USDT dan...

Penambang Crypto Malaysia Tertangkap Mencuri Listrik Dari Negara

Polisi Malaysia menangkap empat operator penambangan cryptocurrency setelah menemukan bahwa mereka mencuri listrik dari perusahaan listrik milik negara, Sarawak Energy Berhad, atau...

Yam Mengalami Pemadaman Teknis Setelah Tuduhan Penipuan

Yam finance (YAM), mode terbaru di ruang crypto, baru-baru ini memperingatkan publik tentang bug teknis yang memengaruhi ekosistemnya. "Kami...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -