Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Menguat Setelah Raksasa Minyak Global Keempat Kuwait Memangkas Produksinya

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Perdagangan minyak mentah menguat di sesi Asia hari Jumat ini (24/4). Harga minyak mengalami kenaikan setelah produsen terbesar keempat di dunia yaitu Kuwait memutuskan untuk memangkas produksinya. Langkah itu diambil karena memandang saat iini kondisi pasar minyak mentah global sudah sangat memprihatinkan.

Saat ini minyak mentah diperdagangkan di sekitar level harga 17,25 per barel atau mewakili kenaikan sampai 5% sepanjang hari Jumat awal. Sebelumnya minyak mentah menguat bangkit dari level yang lebih rendah di 15,80. Sementara itu untuk minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan 1% menuju ke level harga $22 per barelnya.

Seperti apa yang disepakati dalam pertemuan OPEC dan sekutu, negara-negara anggota akan melakukan pemangkasan produksi sampai 9,7 juta barel sehari. Namun pasca kesepakatan itu, harga minyak justru anjlok sangat tajam. Alasanya adalah pemangkasan baru dimulai pada 1 Mei mendatang. Selain itu AS juga telah kelebihan pasokan dan semua kilang penyimpanan telah penuh.

Menteri sektor Minyak Kuwait, Khaled Al-Fadhel mengatakan Kuwait memotong produksi secara sukarela. Karena merasa memiliki tanggung jawab terhadap kondisi pasar minyak mentah global. Sayangnya meski minyak mentah menguat pasca pengumuman itu, banyak pihak yang menilai pemangkasan itu masih kurang tinggi.

Penurunan jumlah permintaan minyak mentah global akibat pandemi menjadi penyebab kekhawatiran utama. Apalagi sampai saat ini belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir sehingga aktivitas produksi semua negara akan terhenti.

Pemangkasan oleh OPEC dan sekutu sampai 9,7 Juta barel dinilai masih kurang besar untuk mengimbangi penurunan permintaan global. Bahkan banyak juga pihak yang menilai harga minyak perlu turun ke level harga dibawah 10 per barel untuk bisa kembali menyeimbangkan pasar energi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -