Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Menjauh Dari Terendah 18 Tahun, Pesimisme PDB Q2 Membebani

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Saat ini minyak mentah naik kembali pada berjangka WTI AS saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (1/4). Permintaan minyak tetap mampu menguat walaupun para pedagang masih merasakan kekhawatiran terhadap wabah virus Corona di dunia. Sebelumnya tolak ukur energi bangkit dari level paling rendah sejak 18 tahun lalu ad perdagangan hari Senin (30/3). Sementara itu hari Rabu ini energi bergerak di sekitar level harga 20,50.

Dari negeri China, rilis data mengenai IMP sektor manufaktur Caixin dilaporkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Data itu dilaporkan lebih tinggi dari harapan awal di 46,00 dan dari sebelumnya di 40,3 menuju ke 50,1 pada bulan Maret. Rincian data IMP pribadi ini tampaknya senada dengan rilis data resmi yang dilaporkan kemarin. Memang aktivitas manufaktur China perlahan mulai bangkit setelah anjlok tajam pada bulan Februari.

Data pasokan minyak mentah AS oleh API juga sempat mempengaruhi harga minyak mentah tadi malam. Data pasokan AS oleh API dilaporkan mengalami kenaikan sampai 10,485 juta barel per hari pada pekan berakhir 28 Maret. Hasil itu cukup mengancam minyak mentah naik sejak awal pekan kemarin.

Sebelumnya para pedagang energi juga sempat memperhatikan pembicaraan yang dilakukan oleh Presiden Trump dan Presiden Putin. Kedua pemimpin negara itu menekankan langkah agar pasar minyak stabil kembali. Mungkin akan ada ruang bagi perusahaan energi untuk menyimpan hasil produksi mereka agar minyak mentah naik kembali.

Sayangnya kenaikan yang dibangun sejak awal pekan akan terancam oleh prediksi PDB kuartal dua 2020 yang merosot. Peringatan dari Presiden Trump saat sesi awal Asia juga membebani kenaikan harga minyak mentah. Hari ini pedagang mungkin akan fokus ke data pasokan minyak AS oleh EIA.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -