Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Menjauh Dari Terendah 18 Tahun, Pesimisme PDB Q2 Membebani

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Saat ini minyak mentah naik kembali pada berjangka WTI AS saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (1/4). Permintaan minyak tetap mampu menguat walaupun para pedagang masih merasakan kekhawatiran terhadap wabah virus Corona di dunia. Sebelumnya tolak ukur energi bangkit dari level paling rendah sejak 18 tahun lalu ad perdagangan hari Senin (30/3). Sementara itu hari Rabu ini energi bergerak di sekitar level harga 20,50.

Dari negeri China, rilis data mengenai IMP sektor manufaktur Caixin dilaporkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Data itu dilaporkan lebih tinggi dari harapan awal di 46,00 dan dari sebelumnya di 40,3 menuju ke 50,1 pada bulan Maret. Rincian data IMP pribadi ini tampaknya senada dengan rilis data resmi yang dilaporkan kemarin. Memang aktivitas manufaktur China perlahan mulai bangkit setelah anjlok tajam pada bulan Februari.

Data pasokan minyak mentah AS oleh API juga sempat mempengaruhi harga minyak mentah tadi malam. Data pasokan AS oleh API dilaporkan mengalami kenaikan sampai 10,485 juta barel per hari pada pekan berakhir 28 Maret. Hasil itu cukup mengancam minyak mentah naik sejak awal pekan kemarin.

Sebelumnya para pedagang energi juga sempat memperhatikan pembicaraan yang dilakukan oleh Presiden Trump dan Presiden Putin. Kedua pemimpin negara itu menekankan langkah agar pasar minyak stabil kembali. Mungkin akan ada ruang bagi perusahaan energi untuk menyimpan hasil produksi mereka agar minyak mentah naik kembali.

Sayangnya kenaikan yang dibangun sejak awal pekan akan terancam oleh prediksi PDB kuartal dua 2020 yang merosot. Peringatan dari Presiden Trump saat sesi awal Asia juga membebani kenaikan harga minyak mentah. Hari ini pedagang mungkin akan fokus ke data pasokan minyak AS oleh EIA.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -