Monday, August 10, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Naik Memulihkan Diri, Hasil PDB AS Suram Membatasi Kenaikan

Must Read

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya...

Peneliti: Peretasan Pertukaran Crypto Terjadi dalam Tiga Cara

Para peneliti di konferensi keamanan Black Hat mengungkapkan bahwa pertukaran crypto mungkin rentan terhadap peretas. Meskipun pertukaran...

Lebih dari 10.000 Perusahaan Blockchain Baru Didirikan di Cina pada tahun 2020

Blockchain dan platform data crypto, LongHash, mengungkapkan pada 8 Agustus dalam sebuah tweet bahwa sektor blockchain China...

Pergerakan komoditas minyak mentah hari ini mampu memulihkan diri setelah kemarin turun cukup dalam. Minyak mentah naik menuju ke nilai tukar 40,35 bangkit dari titik paling rendah sebelumnya di 38,75 yang bertepatan juga dengan SMA 50 harian. Sayangnya upaya pemulihan itu banyak dinilai tidak mampu bertahan lebih lama. Karena kondisi politik AS masih penuh ketidakpastian dan akan membebani permintaan aset berisiko termasuk energi.

Beberapa waktu terakhir dilaporkan bahwa Presiden Trump mengajukan usulan bahwa pemilihan Presiden AS diundur dari jadwal awal bulan November. Salah satu alasan utama Presiden Trump adalah bahwa pemilihan dengan menggunakan pos akan sangat rawan terjadi kecurangan dan penipuan. Selain itu hasil akhir juga tidak bisa akurat.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Trump tersebut dinilai sebagai sebuah serangan pada integritas pemilihan umum AS mendatang. Namun bagaimanapun juga waktu pelaksanaan pemilu Presiden AS tidak bisa ditunda oleh Presiden sekalipun apalagi tanpa kongres. Karena pelaksanaan itu sudah diatur dengan jelas di dalam Konstitusi AS. Dinamika politik ini bisa mengancam minyak mentah naik beberapa waktu terakhir.

Selain itu beban utama bagi energi juga datang dari kondisi ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi ekonomi negara yang menguasai perekonomian global itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Mengingat AS juga menjadi konsumen utama minyak mentah global. Perlambatan pertumbuhan akan menyebabkan permintaan juga turun. Data PDB AS Q2 2020 tadi malam hancur menuju ke -32,9%.

Selanjutnya tantangan minyak mentah naik memulihkan diri saat ini datang dari berbagai penjuru. Kondisi ekonomi global akan sangat menentukan harga energi karena akan mempengaruhi permintaan. Selain itu masalah seperti konflik AS-China dan pandemi juga akan menggerakkan harga minyak mentah.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya...

Peneliti: Peretasan Pertukaran Crypto Terjadi dalam Tiga Cara

Para peneliti di konferensi keamanan Black Hat mengungkapkan bahwa pertukaran crypto mungkin rentan terhadap peretas. Meskipun pertukaran crypto memiliki privasi dan keamanan...

Lebih dari 10.000 Perusahaan Blockchain Baru Didirikan di Cina pada tahun 2020

Blockchain dan platform data crypto, LongHash, mengungkapkan pada 8 Agustus dalam sebuah tweet bahwa sektor blockchain China telah tumbuh secara substansial meskipun...

Keuntungan Saudi Aramco Anjlok, Mencari Tanda Pemulihan Pasar Minyak

Laba raksasa minyak negara Saudi Aramco anjlok 73% pada kuartal kedua tahun ini, karena penurunan permintaan energi dan harga akibat krisis virus...

Dolar Mencoba untuk Menjaga Rally Tetap Hidup di Pasar Bears

Dolar AS mencoba untuk mempertahankan rally yang jarang terjadi pada hari Senin karena penurunan terpanjangnya dalam satu dekade (Bears Market) membuat sebagian...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -