Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Naik Setelah Produksi Energi Terganggu Akibat Badai Sally

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Hari Rabu (16/9) menjadi saat yang menyenangkan bagi para pembeli minyak mentah. Pasalnya minyak mentah naik sampai 1,64% setelah naik turun tidak jelas selama beberapa hari terakhir. Dengan ini maka minyak mentah berjangka WTI berada di sekitar level harga 38,25.

Salah satu faktor yang membantu harga minyak melonjak adalah adanya gangguan pada output energi. Karena Badai Sally mulai melanda dan memaksa beberapa produsen minyak mentah di pesisir pantai harus menghentikan proses produksi mereka. Selain itu data pasokan minyak mentah dari API AS juga mengalami penurunan yang mendukung minyak mentah naik. Kemudian semua ini bergabung menjadi satu di tengah aksi pelemahan Dolar AS secara luas.

Dilansir dari Reuters, AS baru saja menghentikan aktivitas produksinya senilai 500 ribu barel dalam sehari. Selain itu produksi gas alam juga terpaksa ditutup di Teluk Meksiko akibat badai yang melanda. Pasokan energi terbaru dari API juga mengalami penurunan sampai -9,517 juta barel dibandingkan +2,97 juta barel dalam sepekan sampai 11 September.

Gabungan dua faktor tersebut berhasil menggerakkan harga minyak mentah yang sempat anjlok akibat penurunan harga oleh Arab Saudi untuk pelanggan Asia. Data pasokan energi swasta AS dari EIA juga akan menjadi fokus selanjutnya. Data diprediksi akan berada di 2.049 juta dibandingkan laporan sebelumnya yang berada di 2.032 juta.

Minyak mentah naik semakin meyakinkan ketika indeks Dolar AS melemah. Indeks kembali turun sampai 0,05% menuju ke 93,04 dan berhasil dimanfaatkan oleh komoditas. Tampaknya para pelaku pasar dan investor sangat berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter The Fed. Fokus selanjutnya mungkin akan tertuju pada pertemuan The Fed dan juga laporan pasokan dari EIA.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -