Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Pulih Ringan, Masih Dalam Penurunan Menunggu Data API

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Pergerakan harga minyak mentah hari ini kembali mampu pulih ringan menuju ke 39,51 di berjangka WTI AS. Puncak paling tinggi masih berada di 39,89 dan sepanjang hari Selasa (14/7) sampai menjelang pembukaan sesi Eropa energi masih merah 0,60%. Jika bias negatif ini mampu bertahan lebih lama, maka energi mengalami penurunan selama dua hari tanpa jeda.

Salah satu yang membuat minyak mentah turun adalah karena kekhawatiran investor terhadap masa depan permintaan energi. Mengingat saat ini banyak negara yang melaporkan kenaikan kasus gelombang kedua terutama AS. Ancaman lockdown kedua pada akhirnya juga akan membatasi permintaan energi.

Sementara itu untuk permintaan minyak dari China mampu tumbuh sampai 33,0% menuju ke 53,18 juta ton pada bulan Juni. Dari China sendiri tampaknya juga mampu secara bertahap memulihkan kembali perekonomianya. Data perdagangan tadi pagi juga dilaporkan dengan hasil yang sangat memuaskan para investor global.  Tapi bagaimanapun negara lain yang masih berjuang mengatasi pandemi membatasi pemulihan minyak mentah hari ini.

Selain itu saat ini sudah sedang meluas banyak sekali spekulasi mengenai OPEC dan sekutu yang akan meningkatkan produksinya. Pada pekan ini semua negara anggota akan melangsungkan pertemuan untuk membahas masalah tersebut. Kemungkinan mereka akan menurunkan pemangkasan menuju ke 7,7 juta barel sehari untuk Agustus sampai akhir tahun 2020.

Selain masalah di atas, penurunan minyak mentah hari ini juga dipengaruhi oleh adanya risiko yang sedang melemah. Dolar AS sebagai mata uang untuk berdagang minyak, mampu pulih sehingga membawa minyak mentah turun karena penguatannya. Pergerakan harga energi selanjutnya akan mengawasi rilis data pasokan energi dari API dan juga EIA. Selain itu data ekonomi AS juga akan menjadi fokus para investor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -