Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Stagnan Dalam Penurunan Mengabaikan Ancaman Trump Terhadap Iran

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Bias penurunan minyak mentah berjangka WTI tampak kembali menguasai pasar minyak mentah global. Saat ini minyak mentah turun menuju ke level harga 13,63 hari Kamis (23/4) saat sesi Asia berlangsung. Padahal hari Rabu kemarin minyak mentah berhasil menutup hari dengan catatan yang positif. Sehingga mampu mengakhiri penurunan yang terjadi dalam 9 hari sebelumnya.

Dengan posisi minyak mentah turun lebih lama ini, tampaknya juga telah mengabaikan risiko perseteruan lebih lanjut antara AS dengan Iran. Beberapa waktu yang lalu Presiden Trump menyampaikan peringatan kepada Iran agar menjauh dari perairan AS. Tampaknya posisi bearish yang bertahan pada minyak berjangka WTI disebabkan ancaman virus Corona yang semakin buruk saat musim gugur seperti yang disampaikan oleh CDC AS.

Presiden Trump bahkan juga mengancam akan melakukan penembakan kapal bersenjata jika Iran terus mendekat lebih jauh ke perairan AS. Hal itu dilakukan karena kedua negara terus terlibat pertengkaran dan saat ini Iran dikatakan akan melakukan serangan ke AS. Jika dalam kondisi normal, minyak mentah akan melonjak karena ada ancaman penurunan pasokan global karena kisruh kedua negara.

Namun itu semua terhapus setelah para pelaku pasar dan investor global masih merasakan kekhawatiran permintaan minyak mentah tidak kunjung pulih. Apalagi setelah komentar CDC AS yang akan terus memperkuat kekhawatiran investor global dan membawa minyak mentah turun kembali.

Sementara itu AS, Kanada, Rusia dan OPEC serta sekutunya sepakat untuk segera memperbaiki harga minyak mentah turun saat ini. Namun sayangnya belum ada langkah yang cukup signifikan yang mampu mendongkrak harga minyak mentah global. Sementara itu saat ini imbal hasil obligasi juga masih dalam penurunan yang mendukung minyak mentah bertahan dalam bias bearish.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -