Wednesday, July 8, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Turun Karena Kekhawatiran Pandemi Meningkat Lagi

Must Read

Pengguna Twitter Kini Dapat Berkirim Crypto dengan Torus

Torus, platform manajemen kunci crypto Singapura, sekarang memungkinkan pengguna untuk mengirim cryptocurrency melalui platform media sosial seperti...

Pengembang Menguraikan Tiga Persyaratan untuk Game Desentralisasi

Game Blockchain yang ter desentralisasi dapat menjadi evolusi berikutnya dari sebuah industri yang sekarang telah mencapai siklus...

Upgrade Kyber Baru Digunakan untuk Mainnet Ethereum

Kyber Network baru saja melakukan pemutakhiran protokol ke dalam operasi pada mainnetnya bersama-sama dengan organisasi otonom yang...

Harga minyak mentah turun sampai 1,22% sepanjang sesi Asia hari Senin ini (29/6). Saat ini minyak mentah berjangka di WTI AS bergerak di sekitar level harga 37,78. Dengan penurunan ini, maka minyak mentah global mencatatkan pergerakan yang negatif dalam dua hari terakhir sejak pekan lalu. Penggerak utama mungkin datang dari kekhawatiran global terhadap pandemi virus Corona. Sehingga membebani permintaan komoditas energi.

Karena beberapa negara utama di dunia terus melaporkan kenaikan kasus yang signifikan. Jepang dan China menjadi negara di Asia yang mengalami kenaikan kasus setelah pembukaan lockdown. Apalagi sampai saat ini jumlah korban tewas di seluruh dunia sudah berada di angka 500 ribu. China sendiri memutuskan melakukan lockdown untuk Anxin. Selain itu Tokyo mengatakan bahwa ini menjadi angka paling tinggi setelah pencabutan status darurat.

Semua masalah itu menyebabkan minyak mentah turun. Karena ada peluang lockdown kembali yang akan menyebabkan permintaan energi bisa hancur lagi. Selain masalah itu, para investor juga sedang mengawasi dengan hati-hati langkah negara utama dalam perdagangan.

Pekan lalu dilaporkan AS akan memberlakukan tarif pada Uni Eropa, Kanada dan juga Inggris. Hal itu tentunya akan membuat perdagangan global kembali bermasalah. Apalagi masalah antara AS dan China belum selesai sampai saat ini.

Bersama dengan minyak mentah turun hari ini, tolak ukur risiko yaitu yield obligasi Treasury dalam 10 tahun juga turun menuju 0,635%. Nikkei Jepang kehilangan kenaikan sampai 1,60% disusul oleh kontrak berjangka S&P 500 yang turun sampai 0,20%. Sementara itu data Baker Hughes RIG juga mengalami penurunan dalam 15 pekan terakhir pada hari Jumat kemarin. Tapi penurunan itu mulai mengalami perbaikan ringan. 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pengguna Twitter Kini Dapat Berkirim Crypto dengan Torus

Torus, platform manajemen kunci crypto Singapura, sekarang memungkinkan pengguna untuk mengirim cryptocurrency melalui platform media sosial seperti...

Pengembang Menguraikan Tiga Persyaratan untuk Game Desentralisasi

Game Blockchain yang ter desentralisasi dapat menjadi evolusi berikutnya dari sebuah industri yang sekarang telah mencapai siklus pasar yang matang, menurut CTO...

Upgrade Kyber Baru Digunakan untuk Mainnet Ethereum

Kyber Network baru saja melakukan pemutakhiran protokol ke dalam operasi pada mainnetnya bersama-sama dengan organisasi otonom yang didesentralisasi, atau DAO.

Chainlink Naik 15% Ditengah Peluncuran Jaringan Blockchain China

Chainlink (LINK) mencapai tertinggi sepanjang masa sebesar $ 5,60, menghargai 15% pada hari itu. Ini muncul di tengah berita bahwa Jaringan Layanan...

USDJPY Bullish Berusaha Memulihkan Diri Di Tengah Tarik Ulur Risiko

Menjelang pembukaan sesi Eropa di hari Selasa ini (7/7) pasangan USDJPY bullish memecahkan fase konsolidasi yang terjadi sepanjang sesi Asia tadi pagi....
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -