Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Turun Lebih Dalam Karena Diskon Arab Bagi Pelanggan Asia

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Minyak berjangka di WTI AS kembali mengalami penurunan walaupun sebelumnya berusaha naik lebih tinggi. Pergerakan harga minyak mentah tadi malam sempat berusaha untuk pulih dari level harga 19,00 menuju ke atas level harga 20,00. Namun sayangnya minyak mentah turun tertolak ketika sampai pada level harga 20,80. Saat ini di hari Rabu (15/4) sesi Asia minyak mentah WTI tampak masih dalam bias penjualan yang mendominasi.

Hari ini minyak mentah global diperdagangkan di sekitar level harga 20,30 atau mewakili penurunan sampai 1,5% sepanjang hari Rabu. Sebelumnya harga sempat mencetak level terendah di 19,92 karena Arab Saudi menjual minyak mentahnya lebih rendah bagi para pelanggan dari kawasan Asia selama bulan Mei. Langkah itu diambil sebagai usaha untuk mencari pasar minyak sebelum pada akhirnya produksi dipangkas pada awal Mei mendatang.

Minyak mentah turun saat ini juga disebabkan oleh kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global. Sehingga akan mengancam kesepakatan OPEC dan sekutu mengenai pemangkasan produksi. Lonjakan jumlah pasokan minyak mentah AS oleh API tampaknya menjadi pendorong tambahan bagi harga minyak mentah global.

Sebelumnya API memprediksi jumlah pasokan minyak mentah akan mengalami kenaikan sampai ke 13.143.000 barel. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan laporan data sebelumnya yang hanya berada di 11.676.000 barel. Sehingga naiknya pasokan akan membawa minyak mentah turun lebih dalam lagi.

Pandemi virus Corona telah menyebabkan permintaan minyak mentah global mengalami penurunan yang sangat tajam. Karena banyak industri yang menghentikan aktivitas produksinya akibat pemberlakukan WFH di beberapa negara. 

Bahkan pemangkasan produksi seperti yang disepakati OPEC dan sekutu diprediksi masih belum bisa mengimbangi penurunan permintaan minyak mentah global. Untuk bisa mengimbangi, dibutuhkan pemangkasan sampai 19,7 Juta barel sehari.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -