Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Turun Setelah Pasokan Membludak dan Permintan Masih Rendah

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Sepanjang sesi awal Asia hari Senin (14/9) minyak mentah turun kembali dari 36,82 menuju ke 37,63. Dengan catatan negatif ini maka membuat minyak mentah memangkas bbeerapa upaya kenakan yang dibandgin sejak pembukaan pasar Asia. Upaya kenaikan tetap diusahakan walaupun banyak yang pesimis terhadap minyak mentah global.

Ada beberapa masalah seperti adanya kelebihan pasokan yang juga berkontribusi pada penurunan harga minyak. Kemudian permintaan yang belum mampu pulih signifikan juga akan membatasi upaya kenaikan beberapa waktu terakhir.

Saat ini para produsen minyak mentah juga kebingungan karena membutuhkan lebih banyak penyimpanan hasil produksi. Penyebabnya adalah permintaan minyak yang belum tinggi sehingga mengakibatkan pasokan membludak. Di tengah masalah permintaan, Libya justru akan menaikkan ekspor minyaknya dan menyebabkan para produsen energi bersitegang.

Minyak mentah turun ketika jumlah kasus virus Corona belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini akan menyebabkan banyak pabrik yang menahan proses produksi. Sehingga permintaan energi juga akan turun. Harapan pemulihan ekonomi global menjadi penuh dengan ketidakpastian.

Tapi ada beberapa dukungan yang bisa mematahkan dominasi harga minyak mentah turun saat ini. Berita yang positif itu adalah dimulainya uji klinis vaksin oleh AstraZeneca yang sempat dihentikan. Lalu Pfizer juga yakin bisa memberikan vaksin sebelum akhir tahun 2020 ini.

Sayangnya itu masih kurang kuat untuk mendukung harga minyak mentah kembali mencatatkan kenaikan. Meskipun beberapa aset berisiko global sebenarnya mendukung minyak mentah naik. Kontrak berjangka S&P 500 mampu naik 0,75% disusul oleh Nikkei Jepang naik melonjak 0,50%. Pergerakan harga minyak mentah akan fokus pada pembaruan berita virus Corona. Pada pekan ini OPEC dan sekutu juga akan melangsungkan pertemuan dalam pembahasan jumlah produksi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -