Friday, May 29, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah WTI Bangkit Dari Terendah 2016, Menunggu Arah Risiko Lebih Lanjut

Must Read

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut...

Posisi perdagangan minyak mentah global mulai mengalami pemulihan bangkit dari level paling rendah sejak 4 tahun terakhir. Minyak mentah menguat saat sesi Asia masih berlangsung di hari Rabu (18/3). Untuk saat ini tolak ukur energi sedang diperdagangkan di sekitar level harga 27,12 setelah sebelumnya anjlok ke 26,25 saat Rabu pagi. Level itu merupakan level paling rendah sejak bulan Februari 2016 lalu.

Di tempat lain, kontrak berjangka S&P 500 yang merupakan indeks tolak ukur Wall Street mengalami penurunan sampai 3 persen. Padahal sebelumnya kontrak berjangka itu sempat melambung tinggi setelah adanya pembahasan terkait langkah fiskal dari pemerintah AS. Kondisi ini mungkin akan membebani momentum minyak mentah menguat saat ini.

Terlebih lagi jika nada penghindaran risiko tidak surut sama sekali, maka pemulihan energi lebih tinggi akan terhambat. Untuk peluang pemulihan risiko tetap terbuka lebar, mengingat pemerintah AS dan bank sentralnya terus mengambil pilihan kebijakan. Mereka akan terus memanfaatkan apa saja pilihannya untuk bisa menekan dampak negatif dari wabah virus Corona yang menerang.

Gedung Putih dilaporkan akan menyalurkan dana tunai sampai $1 Triliun sebagai stimulus ekonomi dalam negeri. Sementara itu bank sentral AS akan memberikan kredit jangka pendek untuk membantu bisnis  yang sedang tertekan. Sebelumnya The Fed juga telah memangkas suku bunga AS sampai 100 basis poin dan membeli obligasi atau QE sampai $700 Miliar.

Jika para pedagang menangkap langkah itu sebagai optimisme, maka bisa saja minyak mentah menguat lebih tinggi lagi. Tapi sayangnya kekhawatiran terhadap ekonomi global karena virus Corona akan terus menjadi beban utama para pedagang. Mereka akan terus fokus ke berita terbaru terkait virus Corona dan langkah global untuk menekan dampak pandemi virus ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal mereka. Laporan...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut berita Xinhua, hari yang sama...

USDCAD Bullish Pergerakan Selanjutnya Menunggu Arah Dari Sentimen Risiko

Saat pertengahan sesi Asia di hari Kamis ini (28/5) pasangan USDCAD bullish bangkit dari level paling rendah harian. Kenaikan itu membawa pasangan...

Meski Risk On, GBPUSD Hari Ini Turun Karena Terbebani Brexit dan Konflik AS-China

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan menuju ke 1,2250 atau mewakili penurunan 0,07% menjelang pembukaan sesi Eropa. Permintaan mata uang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -