Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang berada di kontrak berjangka Brent mengalami kenaikan sampai 3,35% menuju ke level harga 42,32 per barel. Kemudian pada berjangka WTI justru mencatatkan penurunan 0,10% menuju ke level harga 40,18 per barel.

Ada beberapa katalis penggerak minyak mentah. Salah satunya adalah data dari AS dimana ada kemajuan pada pembicaraan stimulus ekonomi AS oleh Ketua DPR Pelosi dan Menkeu Mnuchin. Meski sudah ada kemajuan, Mnuchin menyatakan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. RUU itu diberitakan akan mulai divoting ada hari Kamis ini waktu setempat.

Jika memang disahkan, maka ini akan mampu mendorong daya beli warga AS yang kehilangan pekerjaan. Harapannya adalah roda ekonomi AS mampu kembali bergerak dan membantu beberapa industri untuk beraktivitas. Dampak yang lebih luas diharapkan jumlah permintaan energi juga akan mencatatkan kenaikan yang lebih baik lagi.

Sebenarnya minyak mentah hari ini bisa dalam mode kenaikan serempak ketika EIA AS merilis pasokan energi pekan lalu yang turun sampai 1,98 juta barel. Data ini secara otomatis jauh dari apa yang diprediksi sebelumnya yaitu kenaikan pasokan sampai 1,6 juta barel. Sepertinya masih banyak para pelaku pasar dan investor yang menaruh kekhawatiran mendalam pada masa depan ekonomi global dan menyebabkan minyak mentah hari ini di WTI turun. 

Apalagi saat ini jumlah kasus virus Corona terus bertambah dan mengancam gagalnya pemulihan ekonomi jika diberlakukan lockdown. Survei oleh Reuters dari 4 ahli analisa dan ekonomi mengatakan permintaan energi bisa turun 8 juta sampai 9,8 juta pada tahun 2020 ini. Lebih baik dari prediksi bulan sebelumnya di 8 juta sampai 10 juta

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -