Friday, October 30, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Must Read

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri...

Adopsi Bitcoin dapat Mencapai 90% pada Tahun 2030

Dengan masuknya pemain keuangan arus utama baru-baru ini ke ruang blockchain, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk...

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang berada di kontrak berjangka Brent mengalami kenaikan sampai 3,35% menuju ke level harga 42,32 per barel. Kemudian pada berjangka WTI justru mencatatkan penurunan 0,10% menuju ke level harga 40,18 per barel.

Ada beberapa katalis penggerak minyak mentah. Salah satunya adalah data dari AS dimana ada kemajuan pada pembicaraan stimulus ekonomi AS oleh Ketua DPR Pelosi dan Menkeu Mnuchin. Meski sudah ada kemajuan, Mnuchin menyatakan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. RUU itu diberitakan akan mulai divoting ada hari Kamis ini waktu setempat.

Jika memang disahkan, maka ini akan mampu mendorong daya beli warga AS yang kehilangan pekerjaan. Harapannya adalah roda ekonomi AS mampu kembali bergerak dan membantu beberapa industri untuk beraktivitas. Dampak yang lebih luas diharapkan jumlah permintaan energi juga akan mencatatkan kenaikan yang lebih baik lagi.

Sebenarnya minyak mentah hari ini bisa dalam mode kenaikan serempak ketika EIA AS merilis pasokan energi pekan lalu yang turun sampai 1,98 juta barel. Data ini secara otomatis jauh dari apa yang diprediksi sebelumnya yaitu kenaikan pasokan sampai 1,6 juta barel. Sepertinya masih banyak para pelaku pasar dan investor yang menaruh kekhawatiran mendalam pada masa depan ekonomi global dan menyebabkan minyak mentah hari ini di WTI turun. 

Apalagi saat ini jumlah kasus virus Corona terus bertambah dan mengancam gagalnya pemulihan ekonomi jika diberlakukan lockdown. Survei oleh Reuters dari 4 ahli analisa dan ekonomi mengatakan permintaan energi bisa turun 8 juta sampai 9,8 juta pada tahun 2020 ini. Lebih baik dari prediksi bulan sebelumnya di 8 juta sampai 10 juta

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri cryptocurrency melalui anak perusahaan kripto...

Adopsi Bitcoin dapat Mencapai 90% pada Tahun 2030

Dengan masuknya pemain keuangan arus utama baru-baru ini ke ruang blockchain, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk alokasi perusahaan Bitcoin (BTC) menjadi...

Chengdu China Berupaya untuk Berdayakan Tata Kelola Perkotaan dengan Blockchain

Pihak berwenang di Chengdu, China berencana mengadopsi blockchain untuk beberapa kasus penggunaan di seluruh kota, termasuk tata kelola perkotaan, perdagangan lintas batas,...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 30 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -