Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah WTI Pulih Dari Penurunan, Nada Risk Off Membatasi Kenaikan Lebih Tinggi

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Minyak mentah berjangka WTI mengalami kenaikan sampai 1,95% bangkit dari level terendah yang tercatat pada 2 April kemarin di level harag 22,75. Namun sayangnya penghindaran risiko akibat kekhawatiran pandemi virus Corona membatasi kenaikan. Karena virus itu menyebabkan penurunan permintaan minyak mentah global. Selain itu pendorong minyak mentah naik datang dari harapan pemangkasan produksi OPEC dan sekutu.

Pada hari Minggu kemarin, negara anggota OPEC dan sekutu setuju untuk melakukan pemangkasan produksi 9,7 Juta barel dalam sehari. Sayangnya banyak pihak yang meragukan keefektifan pemangkasan itu. Menteri Energi Arab Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa pemangkasan produksi yang efektif adalah mencapai 19,5 Juta dalam sehari. Pasalnya pemangkasan 9,7 Juta barel masih kurang besar untuk mengimbangi penurunan permintaan akibat pandemi virus Corona.

Minyak mentah naik saat ini juga didukung dari adanya rencana pertemuan regulator minyak dan gas dari Texas. Pertemuan itu akan membahas mengenai pengurangan produksi minyak dalam upaya menanggapi penurunan pasar minyak global. Selain itu kenaikan saham Asia beberapa waktu terakhir dan pemulihan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun menuju ke 0,773% mendukung kenaikan lebih tinggi lagi.

Sayangnya bagaimanapun juga pasar tetap khawatir terhadap masa depan ekonomi global. Pandemi virus Corona telah melukai ekonomi global termasuk China. Padahal negara itu menjadi konsumen terbesar minyak mentah. Kurangnya aktivitas produksi menyebabkan penurunan permintaan minyak mentah dari China.

Minyak mentah naik akan tantang oleh data pasokan minyak AS dari API yang sebelumnya dilaporkan berada di 11,938 Juta barel. Selain itu pembaruan berita terkait wabah virus Corona dan langkah para pembuat kebijakan akan terus menjadi perhatian utama para pedagang minyak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -