Monday, August 8, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah WTI Pulih Dari Penurunan, Nada Risk Off Membatasi Kenaikan Lebih Tinggi

Must Read

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen,...

Minyak mentah berjangka WTI mengalami kenaikan sampai 1,95% bangkit dari level terendah yang tercatat pada 2 April kemarin di level harag 22,75. Namun sayangnya penghindaran risiko akibat kekhawatiran pandemi virus Corona membatasi kenaikan. Karena virus itu menyebabkan penurunan permintaan minyak mentah global. Selain itu pendorong minyak mentah naik datang dari harapan pemangkasan produksi OPEC dan sekutu.

Pada hari Minggu kemarin, negara anggota OPEC dan sekutu setuju untuk melakukan pemangkasan produksi 9,7 Juta barel dalam sehari. Sayangnya banyak pihak yang meragukan keefektifan pemangkasan itu. Menteri Energi Arab Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa pemangkasan produksi yang efektif adalah mencapai 19,5 Juta dalam sehari. Pasalnya pemangkasan 9,7 Juta barel masih kurang besar untuk mengimbangi penurunan permintaan akibat pandemi virus Corona.

Minyak mentah naik saat ini juga didukung dari adanya rencana pertemuan regulator minyak dan gas dari Texas. Pertemuan itu akan membahas mengenai pengurangan produksi minyak dalam upaya menanggapi penurunan pasar minyak global. Selain itu kenaikan saham Asia beberapa waktu terakhir dan pemulihan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun menuju ke 0,773% mendukung kenaikan lebih tinggi lagi.

Sayangnya bagaimanapun juga pasar tetap khawatir terhadap masa depan ekonomi global. Pandemi virus Corona telah melukai ekonomi global termasuk China. Padahal negara itu menjadi konsumen terbesar minyak mentah. Kurangnya aktivitas produksi menyebabkan penurunan permintaan minyak mentah dari China.

Minyak mentah naik akan tantang oleh data pasokan minyak AS dari API yang sebelumnya dilaporkan berada di 11,938 Juta barel. Selain itu pembaruan berita terkait wabah virus Corona dan langkah para pembuat kebijakan akan terus menjadi perhatian utama para pedagang minyak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen, setelah laporan penggajian AS yang...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -