Harga minyak menguat pada Rabu karena harapan bahwa kelompok produsen OPEC dan sekutunya akan menunda rencana kenaikan produksi minyak untuk mengimbangi peningkatan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 53 sen, atau 1,2% menjadi $ 44,28 per barel pada 10.46 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 44 sen, atau 1,1% menjadi $ 41,87.

“Harga minyak hari ini sedikit meningkat di tengah harapan bahwa OPEC + akan memutuskan untuk menunda kenaikan produksi yang direncanakan pada bulan Januari dan karena euforia vaksin terbaru,” kata kepala pasar minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.

Perusahaan AS Pfizer dan Moderna telah meningkatkan harapan untuk menahan pandemi COVID-19 dengan laporan tingkat keberhasilan yang tinggi untuk vaksin virus corona mereka.

Untuk mengatasi permintaan energi yang lebih lemah karena pandemi berlanjut pada gelombang kedua, Arab Saudi telah meminta sesama anggota kelompok OPEC +, yang terdiri dari produsen non OPEC, ermasuk Rusia – untuk bersikap fleksibel dalam menanggapi kebutuhan pasar minyak.

OPEC + mengadakan pertemuan pada hari Selasa yang tidak membuat rekomendasi resmi menjelang pertemuan tingkat menteri penuh pada 30 November dan 1 Desember untuk membahas kebijakan.

Anggota OPEC + cenderung menunda rencana yang telah disepakati sebelumnya untuk meningkatkan produksi di tahun baru sebesar 2 juta barel per hari (bph), atau 2% dari permintaan global, sumber mengatakan kepada Reuters minggu ini. Mereka sedang mempertimbangkan opsi untuk menunda kenaikan tiga atau enam bulan.

Kedua benchmark turun di awal sesi setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan pada Selasa bahwa stok minyak mentah AS naik 4,2 juta barel pekan lalu, jauh di atas ekspektasi kenaikan 1,7 juta barel dalam jajak pendapat analis Reuters.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here