Sunday, May 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Tertekan Keras Pasca Memanasnya Geopolitik dan Kenaikan Persediaan

Must Read

Saham Asia Melonjak Karena China Pangkas Patokan Pinjaman Utama

Saham Asia melonjak pada awal perdagangan pada hari Jumat setelah China memangkas patokan pinjaman utama untuk mendukung...

BNB Chain Tawarkan Cara Lain untuk Pulihkan Ekosistem Terra

Binance akan menyambut migrasi dan menawarkan dukungan untuk proyek-proyek dari ekosistem Terra (LUNA) setelah peluncuran platform keuangan...

Dolar Terseret Jatuh Karena Aliran Uang Mengarah ke Mata Uang Safe Haven

Dolar tergelincir secara menyeluruh pada hari Kamis, jatuh ke level terendah 2 minggu, memperpanjang kemundurannya dari tertinggi...

Harga minyak tertekan keras rupanya setelah terjadinya penekanan oleh kenaikan yang dianggap sangat tidak terduga dalam hal persediaan minyak mentah dan juga bahan bakar AS sementara para investor sedang mengambil keuntungan mereka setelah benchmark menyentuh titik tertinggi di tujuh tahun awal minggu.

Namun , pada kedua patokan minyak mentah naik untuk minggu yang kelima ini berturut-turut mengalami kenaikan sekitar 2 persen pada minggu ini. Harganya pun naik lebih dari kisaran 10 persen untuk sepanjang tahun ini di tengah terjadinya kekhawatiran atas pengetatan persediaan pasokan.

Minyak mentah berjangka untuk jenis Brent juga turun sejumlah 49 sen atau kisaran 0,6 persen menjadi menetap di harga $87,89 per barelnya. Sementara itu, untuk minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate atau WTI Amerika Serikat turun sebesar 41 sen atau 0,5 persen menjadi menetap di harga $85,14.

Kenaikan Persediaan menyebabkan harga minyak tertekan keras

Salah satu analis PVM, yaitu Stephen Brennock, yang mencatat data bearish yang terjadi pada hari Kamis dari Administrasi Informasi Energi atau EIA mengungkapkan bahwa, kemunduran terbaru memiliki kemungkinan besar diakibatkan oleh kombinasi aksi profit taking yang sedang ramai terjadi sebelum akhir pekan dan juga tidak adanya katalis bullish apapun yang baru. Administrasi Informasi Energi atau EIA pun juga melaporkan adanya kenaikan stok Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak bulan November dan persediaan bensin pada level tertinggi dalam 11 bulan. Hal ini berlawanan dengan ekspektasi industri.

Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, juga mengatakan bahwa para pedagang energi tidak terkejut sama sekali melihat reli harga minyak yang terjadi sangat melambat. Minyak mentah berjangka jenis WTI turun juga setelah adanya kenaikan yang mengejutkan dengan stok Amerika Serikat dan juga menyusul pertumpahan darah di pasar Wall Street yang mengirim aset-aset beresiko jatuh bebas.

Disisi lain, OPEC+ dengan negara Rusia serta produsen lainnya sedang melakukan perjuangan untuk dapat mencapai target peningkatan penting tentang produksi bulanan dengan jumlah 400.000barel per hari. Di negara AS, perusahaan bidang energi memotong rig minyak untuk minggu ini pada pertama kalinya dalam 13 minggu terakhir.

Walaupun Minyak tertekan keras, UBS memperkirakan permintaan minyak mentah mencapai rekor fantastis tahun ini dan untuk meinyak mentah berjangka jenis Brent diperdagangkan dalam kisaran harga $80 – $90 per barrel untuk saat ini. Beberapa perkiraan juga memrediksi harga Brent akan menjadi $100 per barel pada kuartal ketiga tahun ini nantinya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Saham Asia Melonjak Karena China Pangkas Patokan Pinjaman Utama

Saham Asia melonjak pada awal perdagangan pada hari Jumat setelah China memangkas patokan pinjaman utama untuk mendukung...

BNB Chain Tawarkan Cara Lain untuk Pulihkan Ekosistem Terra

Binance akan menyambut migrasi dan menawarkan dukungan untuk proyek-proyek dari ekosistem Terra (LUNA) setelah peluncuran platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) bulan ini dan...

Dolar Terseret Jatuh Karena Aliran Uang Mengarah ke Mata Uang Safe Haven

Dolar tergelincir secara menyeluruh pada hari Kamis, jatuh ke level terendah 2 minggu, memperpanjang kemundurannya dari tertinggi dua dekade, karena sebagian besar...

Euro Kuatkan Keuntungan Terhadap Dolar karena Ekspektasi Liffoff ECB

Euro melonjak terhadap dolar pada Kamis karena rilis akun pertemuan Bank Sentral Eropa April menunjukkan kekhawatiran atas inflasi telah mendorong anggota bank...

Minyak Rebound dari Kerugian 2 Hari dalam Perdagangan yang Fluktuatif

Harga minyak rebound dari kerugian dua hari dalam sesi yang bergejolak pada hari Kamis, didukung oleh pelemahan dolar dan ekspektasi bahwa China...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -