Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Pembaruan Risiko dan Data API Mendorong Minyak Mentah Lebih Tinggi

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Permintaan beli pada komoditas minyak mentah menguat saat mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa. Minyak mentah berjangka di WTI AS hari Rabu ini (29/1) merangkak naik menuju ke level harga 54,25 atau mewakili kenaikan sampai 1,15 persen. Lonjakan permintaan beli adalah kelanjutan aksi kenaikan minyak mentah yang dibangun beberapa hari sebelumnya. Minyak mentah diuntungkan dengan sentimen perdagangan dan juga pasokan minyak swasta.

Kemarin American Petroleum Institute atau API merilis data mengenai pasokan minyak mentah AS dengan hasil merosot 4,27 juta barel. Hasil itu lebih besar dari penurunan yang terjadi sebelumnya yaitu pada level 1,6 juta barel. Dengan penurunan ini, minyak mentah menguat karena jumlah pasokan yang membaik dan tidak terlalu berlebihan.

Sementara itu selanjutnya para pedagang komoditas minyak mentah akan menunggu rilis data mengenai pasokan minyak mentah dari EIA AS. Data itu berakhir pada 24 Januari diprediksi akan naik 0,46 juta barel dari sebelumnya 0,405 juta barel.

Saat ini sentimen risiko juga tampak mengalami pembaruan setelah adanya berita terkait dengan virus Corona di China. Ada keyakinan bahwa pemerintah China akan mampu mengatasi segala kegaduhan yang disebabkan oleh virus mematikan tersebut. Selain itu virus Corona menurut beberapa ahli akan berada pada puncaknya ketika sudah sampai 10 hari.

Permintaan minyak mentah menguat juga terkait dengan data sektor manufaktur AS yang dilaporkan cukup optimis. Beberapa peluang pelonggaran kebijakan dari bank sentral global juga akan menantang minyak mentah selanjutnya.

Kenaikan minyak mentah yang dibangun pada hari Selasa kemarin juga terkait erat dengan adanya spekulasi dari OPEC dan sekutu. Diprediksi bahwa OPEC dan sekutu akan memperpanjang pengurangan output minyak mentah pada pertemuan mendatang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -