Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sempat Melonjak, Minyak Mentah Kembali Tertekan Akibat Keraguan Perdagangan AS-China

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Pergerakan minyak mentah hari ini tampak mengalami penurunan setelah pesimisme yang meluas di sekitar perdagangan AS-China. Pada saat sesi Asia berlangsung di hari Kamis (21/11) minyak mentah di Brent sedang berada pada level harga 62,20 per barelnya. Angka tersebut menggambarkan bahwa minyak mentah global telah mengalami penurunan sekitar 0,35 persen sepanjang hari Kamis. Untuk WTI sedang berada di level harga 56,90 per barelnya.

Minyak mentah hari ini anjlok diduga disebabkan oleh adanya kabar bahwa kesepakatan dagang tahap awal AS-China akan tercapai pada tahun depan. Hal itu otomatis memunculkan pesimisme pasar bahwa rencana kenaikan tarif produk China oleh AS pada pertengahan Desember bisa saja akan terjadi.

Sementara itu para pengamat mengkhawatirkan bahwa hubungan dagang kedua negara akan semakin rumit karena terbebani masalah politik AS dan China yang sedang memanas. Kemarin Senat AS telah menyetujui RUU Hong Kong yang merupakan bentuk intervensi kepada urusan pribadi China. Tidak tinggal diam, China langsung memberikan peringatan dan mengancam aksi balasan jika memang RUU tersebut ditandatangani oleh Trump dan diberlakukan.

Presiden Trump sendiri juga menegaskan ancaman akan menaikkan tarif atas produk China jika memang kesepakatan gagal terwujud. Dengan kabar yang negatif ini telah membawa saham kawasan Asia dalam tekanan saat sesi Asia berlangsung. S&P 500 tampak telah mengalami penurunan 0,10 persen dimana sebelumnya anjlok 0,38 persen hari Rabu.

Minyak mentah hari ini akan terus berjuang untuk memperpanjang pemulihan yang dibangun sebelumnya sekitar 3 persen hari Rabu kemarin. Lonjakan terjadi terutama setelah data pasokan minyak mentah AS dari EIA mengalami penurunan ke 1,4 juta barel dari prediksi sebelumnya di 1,53 juta barel.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -