Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sempat Pulih, Minyak Mentah Turun Kembali Ke Dekat 10,00 Menunggu Data API AS

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Minyak mentah turun kembali di kontrak berjangka WTI bulan Juni. Saat menjelang pembukaan sesi Eropa di hari Selasa ini (28/4) minyak mentah diperdagangkan di sekitar level harga 12,00. Sebelumnya minyak mentah berjangka berusaha pulih dari level paling rendah di 10,60. Sayangnya lemahnya permintaan terhadap energi harus kembali membuat harga minyak turun mengunjungi kembali 10,90.

Sementara itu lembaga pemeringkat global yaitu Moody’s mengatakan bahwa beberapa langkah yang diambil oleh China akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga akan menjaga pekerjaan namun hanya mampu bertahan dalam jangka pendek.

Beberapa waktu terakhir Dolar AS juga kembali mengalami penguatan dan mengalahkan beberapa pesaingnya. Hal tersebut turut memberi andil pada minyak mentah turun hari ini. Indeks Dxy kembali mengunjungi level di atas 100,00 setelah beberapa hari kemarin menjauh dari level angka bulat tersebut. Selain itu penurunan harga energi juga disebabkan oleh pernyataan dari lembaga pemeringkat Fitch yang menyebabkan investor menjauhi energi.

Fitch mengatakan bahwa dampak pandemi virus Corona akan sangat terasa bank bank-bank kawasan Asia-Pasifik. Bahkan dampak pandemi akan jauh lebih suram dibandingkan dengan siklus penurunan normal yang pernah terjadi.

Dari AS, tampaknya Presiden Trump terus memberikan pertanda kesiapan untuk membuka kembali ekonominya. Sementara itu beberapa negara juga terus berusaha untuk mempertimbangkan pelonggaran penguncian wilayah seperti australia dan New Zealand. Berita tersebut membantu harga minyak mentah agar mampu bertahan dari penurunan yang lebih dalam lagi.

Tapi sayangnya AS tampak terus menuduh China telah gagal dalam melaporkan virus Corona ke WHO. Tuduhan yang terus dilemparkan ini mengancam optimisme yang datang dari pelonggaran penguncian dan bisa membawa minyak mentah turun lebih dalam. Dalam jangka pendek data pasokan minyak mentah AS dari API akan menjadi katalis penggerak selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -