Friday, May 29, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Seruan Pemotongan Produksi OPEC Gagal Mendukung Minyak Mentah Global

Must Read

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut...

Perdagangan minyak mentah berjangka di WTI AS terus mengalami penurunan menuju ke level paling rendah terbarunya. Saat ini minyak mentah bearish menuju ke level harga 45,40 mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa pada hari Jumat ini (6/3). Sebelumnya para pembeli mendukung lonjakan harga minyak setelah adanya peluang bahwa OPEC akan memperpanjang penguatan produksi lebih lama lagi.

Sayangnya kekhawatiran para pelaku pasar dan investor global terhadap wabah virus Corona telah menyebabkan permintaan minyak mentah global turun. Hal itu senada dengan yang diprediksi Badan Energi Internasional atau EIA yang menyampaikan penurunan permintaan akan membebani minyak mentah.

Sementara itu dari pertemuan OPEC dan sekuutunya yang berlangsung di Wina, bahwa Organisasi itu akan mengusulkan pemangkasan produksi sampai 1,5 juta barel dalam sehari termasuk OPEC+. Pemangkasan itu diusulkan akan berlangsung sampai akhir tahun 2020 lebih lama dari prediksi awal yang hanya akan berlangsung sampai 30 Juni 2020 mendatang.

Dilansir dari Bloomberg mengutip pernyataan Badan Energi Internasional, perlu adanya revisi proyeksi permintaan minyak mentah global. Karena wabah virus telah menyebabkan beberapa negara mengurangi pembelian minyak mentah mereka. Sehingga dampaknya harga minyak mentah bearish dalam beberapa waktu terakhir sejak virus meluas.

China merupakan salah satu konsumen minyak mentah utama dunia untuk proses perindustriannya. Dengan kondisi ekonomi China yang sedang kacau, maka menyebabkan permintaan terhadap energi juga merosot tajam. Nada penghindaran risiko juga telah menyebabkan minyak mentah bearish sejalan dengan penurunan pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun ke 0,808%.

Selanjutnya para pelaku pasar dan investor akan fokus ke kabar utama terkait pertemuan penting dari OPEC dan sekutu. Dari pertemuan itu akan mampu memberikan peluang perdagangan dalam jangka pendek. Walaupun secara luas pedagang tetap fokus ke berita terkait virus Corona.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

CoinMarketCap Luncurkan Perubahan Lebih Lanjut ke Sistem Ranking

Agregator data crypto terkemuka CoinMarketCap (CMC) telah memperkenalkan metrik peringkat pertukaran baru dan pasangan pasar berdasarkan sejumlah...

Tether Menjelaskan Mengapa Mereka Tidak Membakar USDT

Tether (USDT) mengutip popularitas aset berbasis Ethereum (ETH) sebagai alasan mengapa perusahaan tidak pernah membakar token tunggal mereka. Laporan...

Warga China Sekarang Dapat Mewariskan Cryptocurrency

Kongres Rakyat Nasional Ketiga Belas dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China telah berakhir pada 28 Mei. Menurut berita Xinhua, hari yang sama...

USDCAD Bullish Pergerakan Selanjutnya Menunggu Arah Dari Sentimen Risiko

Saat pertengahan sesi Asia di hari Kamis ini (28/5) pasangan USDCAD bullish bangkit dari level paling rendah harian. Kenaikan itu membawa pasangan...

Meski Risk On, GBPUSD Hari Ini Turun Karena Terbebani Brexit dan Konflik AS-China

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan menuju ke 1,2250 atau mewakili penurunan 0,07% menjelang pembukaan sesi Eropa. Permintaan mata uang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -