Saturday, January 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

WTI Kembali Ke Bawah 40,00 Karena Kekhawatiran Lockdown Di Amerika Serikat

Must Read

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang...

Minyak mentah berjangka di WTI AS kembali dalam penurunan menuju ke bawah level bulat 40,00. Saat sesi awal Asia hari Jumat ini (10/7) minyak mentah melemah menuju ke level harga 39,58 atau mencatatkan penurunan sekitar 0,40%. Bahkan pada penutupan hari Kamis harga minyak mentah juga turun cukup dalam sampai 3% karena kekhawatiran masa depan ekonomi AS.

Pasalnya AS terus melaporkan kenaikan kasus gelombang kedua di beberapa negara bagian seperti California, Texas dan juga Florida. Bahkan sangat disarankan bahwa negara bagian yang mengalami serangan kedua di lockdown kembali untuk menghalau persebaran pandemi. Hal inilah yang memicu minyak mentah melemah.

Goldman Sachs mengatakan bahwa kemampuan rumah sakit di Texas khususnya Arizona dan Florida sudah dipenuhi oleh korban virus Corona. Sehingga karena kondisi tidak membaik, pejabat AS bagaimanapun juga harus mengambil langkah kebijakan yang signifikan. Salah satu resikonya adalah memberlakukan kembali kebijakan lockdown.

Padahal jika langkah lockdown atau penguncian wilayah diberlakukan lagi, maka akan menghancurkan prospek pertumbuhan ekonomi AS. Aktivitas yang dibatasi akan memaksa penurunan penggunaan energi. Permintaan minyak mentah juga akan kembali mengalami penurunan. Kekhawatiran itu yang membawa minyak mentah melemah setelah bergerak sangat signifikan dari terendah kemarin.

Lonjakan harga minyak mentah ke level di atas 40,00 terjadi setelah banyak negara yang kembali membuka aktivitas produksi dan bisnis. Sebelumnya pada bulan April, harga minyak hancur total sampai ke level nol untuk kali pertama. Penyebabnya adalah lockdown yang sangat menghancurkan permintaan energi dari banyak negara di dunia.

Jadi setelah pembukaan diberlakukan, permintaan kembali melonjak karena kapasitas penyimpanan minyak mentah mulai longgar. Tapi ancaman lockdown di AS masih membayang-bayangi permintaan minyak mentah di masa depan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika serikat berkat sentimen pasar yang...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang lalu. Di sesi sebelumnya, minyak...

Minyak Turun, Investor Mulai Mengambil Keuntungan

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia, setelah naik ke level tertinggi tujuh tahun di awal pekan. Investor juga mencerna peningkatan yang...

Dolar Turun, Investor Pantau Inflasi dan Pengetatan Moneter Fed

Dolar melemah pada Jumat pagi di Asia. Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -