Monday, August 10, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

WTI Kembali Ke Bawah 40,00 Karena Kekhawatiran Lockdown Di Amerika Serikat

Must Read

Kava Labs Bermitra dengan BNB48 Club, Untuk Apa?

Kava Labs mengumumkan kolaborasi baru dengan klub investor BNB - BNB48. Platform populer ditambahkan...

Pengunjung Pantai Korea Selatan Sekarang Dapat Menggunakan Bitcoin untuk Membayar Layanan

Sebuah proyek percontohan yang dijalankan oleh perusahaan afiliasi Bitbeat CIC Enterprise ingin menyediakan solusi pembayaran kripto di...

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya...

Minyak mentah berjangka di WTI AS kembali dalam penurunan menuju ke bawah level bulat 40,00. Saat sesi awal Asia hari Jumat ini (10/7) minyak mentah melemah menuju ke level harga 39,58 atau mencatatkan penurunan sekitar 0,40%. Bahkan pada penutupan hari Kamis harga minyak mentah juga turun cukup dalam sampai 3% karena kekhawatiran masa depan ekonomi AS.

Pasalnya AS terus melaporkan kenaikan kasus gelombang kedua di beberapa negara bagian seperti California, Texas dan juga Florida. Bahkan sangat disarankan bahwa negara bagian yang mengalami serangan kedua di lockdown kembali untuk menghalau persebaran pandemi. Hal inilah yang memicu minyak mentah melemah.

Goldman Sachs mengatakan bahwa kemampuan rumah sakit di Texas khususnya Arizona dan Florida sudah dipenuhi oleh korban virus Corona. Sehingga karena kondisi tidak membaik, pejabat AS bagaimanapun juga harus mengambil langkah kebijakan yang signifikan. Salah satu resikonya adalah memberlakukan kembali kebijakan lockdown.

Padahal jika langkah lockdown atau penguncian wilayah diberlakukan lagi, maka akan menghancurkan prospek pertumbuhan ekonomi AS. Aktivitas yang dibatasi akan memaksa penurunan penggunaan energi. Permintaan minyak mentah juga akan kembali mengalami penurunan. Kekhawatiran itu yang membawa minyak mentah melemah setelah bergerak sangat signifikan dari terendah kemarin.

Lonjakan harga minyak mentah ke level di atas 40,00 terjadi setelah banyak negara yang kembali membuka aktivitas produksi dan bisnis. Sebelumnya pada bulan April, harga minyak hancur total sampai ke level nol untuk kali pertama. Penyebabnya adalah lockdown yang sangat menghancurkan permintaan energi dari banyak negara di dunia.

Jadi setelah pembukaan diberlakukan, permintaan kembali melonjak karena kapasitas penyimpanan minyak mentah mulai longgar. Tapi ancaman lockdown di AS masih membayang-bayangi permintaan minyak mentah di masa depan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kava Labs Bermitra dengan BNB48 Club, Untuk Apa?

Kava Labs mengumumkan kolaborasi baru dengan klub investor BNB - BNB48. Platform populer ditambahkan...

Pengunjung Pantai Korea Selatan Sekarang Dapat Menggunakan Bitcoin untuk Membayar Layanan

Sebuah proyek percontohan yang dijalankan oleh perusahaan afiliasi Bitbeat CIC Enterprise ingin menyediakan solusi pembayaran kripto di dua pantai tersibuk di negara...

Korea Selatan Akan Memiliki Pembayaran Tol yang Didukung Blockchain

KEB Hana Bank, salah satu bank komersial terbesar di Korea Selatan, mencapai kesepakatan dengan operator jalan raya yang didukung negara, Korea Expressway...

Peneliti: Peretasan Pertukaran Crypto Terjadi dalam Tiga Cara

Para peneliti di konferensi keamanan Black Hat mengungkapkan bahwa pertukaran crypto mungkin rentan terhadap peretas. Meskipun pertukaran crypto memiliki privasi dan keamanan...

Lebih dari 10.000 Perusahaan Blockchain Baru Didirikan di Cina pada tahun 2020

Blockchain dan platform data crypto, LongHash, mengungkapkan pada 8 Agustus dalam sebuah tweet bahwa sektor blockchain China telah tumbuh secara substansial meskipun...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -