Wednesday, February 26, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Pounds Semakin Melemah karena Meningkatnya Kekhawatiran Terjadinya No Deal Brexit

Must Read

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan...

Pounds masih bertahan di level terendah pada hari Selasa ini karena investor khawatir Boris Johnson, pelopor untuk menjadi perdana menteri Inggris berikutnya, akan memicu “Brexit keras” dari Uni Eropa, yang secara luas dipandang sebagai risiko utama bagi ekonomi Inggris.

Euro diperdagangkan mendekati posisi terendah karena meningkatnya ekspektasi Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi, yang akan mengisyaratkan penurunan suku bunga pada bulan September pada pertemuan kebijakan akhir pekan ini untuk menjaga ekspektasi inflasi pada jalurnya.

Di Asia, mata uang regional sebagian besar terikat untuk bergerak di unit global utama meskipun investor mengawasi perkembangan negosiasi perdagangan antara Cina dan AS.

Dolar AS terkurung terhadap mata uang utama lainnya karena ekspektasi untuk penurunan suku bunga The Fed AS pada minggu depan yang mengirim hasil Treasury lebih rendah.

Spekulasi atas kemungkinan No Deal Brexit dan pertanyaan tentang seberapa jauh bank sentral utama akan melonggarkan kebijakan moneter cenderung menetapkan nada untuk pasar mata uang dalam beberapa minggu mendatang, kata para pedagang dan analis.

Takuya Kanda, manajer umum penelitian di Gaitame.Com Research Institute, mengatakan:

“Johnson diharapkan menjadi perdana menteri baru, jadi ada peluang nyata bagi Brexit yang keras. Dalam jangka pendek, penurunan lebih lanjut dalam Pounds bisa dibatasi karena posisi sudah sangat rendah. Dalam jangka menengah, sentimen untuk Pounds akan tetap lembut.”

Pair GBPUSD telah jatuh sebesar 3,5% dalam tiga bulan terakhir karena ketidakpastian tentang bagaimana Inggris akan menghindari keluarnya kesepakatan dari Uni Eropa.

Partai Konservatif Inggris akan mengumumkan hasil pemilihan kepemimpinan pada hari ini, dengan Johnson yang diperkirakan akan menang, untuk menjadi perdana menteri baru pada hari Rabu besok.

Ada spekulasi yang berkembang bahwa Johnson akan menarik Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan perdagangan (No Deal).

Hedge Fund telah meningkatkan posisi Sell pada Pounds ke level tertinggi 10 bulan dalam seminggu hingga 16 Juli, ungkap data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang diantisipasi untuk pertumbuhan ekonomi dari...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan naik menuju ke level harga...

Pembaruan Risiko Mendorong Poundsterling Pulih, Fokus Ke Berita Brexit Inggris-Uni Eropa

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPUSD saat ini telah mengalami pemulihan tipis 0,10 persen menuju ke level harga 1,2940. Pemulihan Poundsterling hari ini terjadi...

Emas Turun Dari Puncak 7 Tahun Setelah Pembaruan Risiko Terkait Virus Corona

Pergerakan harga emas melemah menuju ke level harga 1,649 saat setelah pembukaan sesi Asia di hari Selasa (25/2). Sepanjang sesi awal kawasan Asia emas...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -