Friday, August 14, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Kembali Tersungkur Pasca Permintaan Penundaan Brexit

Must Read

Reli Ekuitas dan Kebuntuan Stimulus AS Telah Melemahkan Dolar

Dolar jatuh ke level terendah dalam sepekan terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis, dengan analis menunjuk pada...

Pemerintahan Trump akan Batalkan Pembatasan Metana dari Operasi Minyak dan Gas

Pemerintahan Trump pada hari Kamis akan membatalkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca metana...

GBPUSD Naik, Pulih Dari Penurunan Dua Hari Setelah Dolar AS Melemah Lagi

Mata uang Poundsterling hari ini menjelang pembukaan sesi Eropa sempat mengalami beberapa pelemahan melawan Dolar AS. Sehingga...

Poundsterling kembali melemah di akhir minggu kemarin setelah kembalinya sentimen jual kuat ketika keraguan para pelaku pasar kembali menyelimuti mata uang tersebut karena Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kembali meminta penundaan Brexit lebih lanjut.

May melayangkan surat ke Brussel, Belgia, untuk meminta penundaan kepergian Inggris dari Uni Eropa hingga 30 Juni mendatang guna memungkinkan para anggota parlemen untuk menyetujui kesepakatan Brexit-nya.

Namun, Prancis dan Belanda menyatakan keraguan tentang rencana tersebut, dikombinasikan dengan kekhawatiran Brexit yang terjadi tanpa kesepakatan (no deal Brexit), yang menekan Pounds ke sesi rendah disekitaran level harga $ 1.3014, atau turun 0,4 persen pada hari itu.

Pounds akan naik jika penundaan menyebabkan anggota parlemen Euro yang rentan untuk mendukung kesepakatan May bernegosiasi dengan Uni Eropa atau membawa pembalikan referendum Brexit 2016.

Baca Juga:

Di sebagian besar bulan Maret Pounds hanya bergerak ranging di sekitaran level harga $ 1.3100.

David Cheetham, kepala analis pasar di XTB, mengatakan:

“Peluang tidak ada kesepakatan [Brexit] tetap jauh tetapi pada saat yang sama hasil yang memuaskan dalam waktu dekat juga tampaknya sangat tidak mungkin dan ini membuat Pounds bergerak dalam rentang perdagangan yang cukup sempit.”

Kekhawatiran investor tentang perubahan besar dalam Pounds telah agak mereda sesuai dengan satu bulan pengukur volatilitas tersirat yang pada hari Jumat kemarin telah turun ke level terendah empat minggu.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa telah diproses selama hampir tiga tahun, sekarang telah banyak diragukan karena parlemen Inggris tidak dapat memutuskan syarat Brexit yang diinginkannya.

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Reli Ekuitas dan Kebuntuan Stimulus AS Telah Melemahkan Dolar

Dolar jatuh ke level terendah dalam sepekan terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis, dengan analis menunjuk pada...

Pemerintahan Trump akan Batalkan Pembatasan Metana dari Operasi Minyak dan Gas

Pemerintahan Trump pada hari Kamis akan membatalkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca metana dari operasi minyak dan gas,...

GBPUSD Naik, Pulih Dari Penurunan Dua Hari Setelah Dolar AS Melemah Lagi

Mata uang Poundsterling hari ini menjelang pembukaan sesi Eropa sempat mengalami beberapa pelemahan melawan Dolar AS. Sehingga membawa pasangan GBPUSD untuk turun...

Emas Mempertahankan Kenaikan Mengambil Manfaat Penurunan Dolar AS

Sepanjang sesi perdagangan Asia hari Kamis ini (13/8) emas bullish lebih tinggi bangkit dari penurunan yang dicetak sebelumnya. Sayangnya setelah pulih, para...

AUDJPY Naik Setelah Data Pekerjaan Aussie Membaik Meski Arah Risiko Kurang Jelas

Permintaan mata uang Dolar Australia naik saat sesi Asia melawan Yen Jepang. Lonjakan permintaan ini berhasil membawa pasangan AUDJPY untuk terbang menuju...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -