Thursday, October 29, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Menguat Pasca Penolakan Proposal Kesepakatan Brexit Theresa May

Must Read

Refinancer Pinjaman dan BitLicense SoFi akan Meluncurkan Bank Nasional di AS

Dalam pengumuman pada hari Rabu, Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) memberikan lisensi bersyarat kepada SoFi untuk beroperasi...

Avanti Meluncurkan Bank Ramah Crypto di Wyoming

Menurut pengumuman 28 Oktober dari Avanti, Dewan Perbankan Negara Wyoming memberikan suara 8-0 untuk memberikan piagam bank...

Paxful Meluncurkan Kartu Debit Crypto di Meksiko

Pasar P2P Bitcoin (BTC) Paxful telah bermitra dengan neobank Spanyol Bnext untuk meluncurkan kartu debit crypto pertamanya...

Para anggota parlemen Inggris melalui sebuah pemungutan suara (voting) kemarin secara besar – besaran menolak proposal kesepakatan Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dengan selisih suara yang besar. Hal ini memicu penguatan Poundsterling (GBP) di pasar mata uang sehingga pair seperti GBPUSD dan GBPJPY kembali perkasa setelah mendapatkan pukulan perlahan yang cukup menekan.

Sementara hasilnya dapat memicu pergolakan politik yang dapat menyebabkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara tidak teratur. Poundsterling tetap menguat karena adanya harapan bahwa kekalahan besar tersebut kemungkinan akan memaksa para anggota parlemen untuk mengejar opsi lain.

Parlemen Inggris memilih dengan 432 berbanding 202 suara melawan kesepakatan Theresa May, kekalahan terburuk bagi pemerintah dalam sejarah Inggris baru-baru ini. Sejumlah anggota parlemennya sendiri – baik pendukung dan penentang Brexit – menggabungkan suara mereka untuk menentang proposal kesepakatan itu.

Baca Juga:

Kepala strategi mata uang global di Deutsche Bank di New York, Alan Ruskin, berpendapat bahwa pasar melihat kekalahan ini sebagai jalan yang dapat meningkatkan peluang terjadinya soft Brexit.

Karena hal ini, dalam pasar uang, mata uang lain pun turut tertekan seperti Euro (dalam EURGBP), terlebih karena Euro juga masih terbebani oleh data ekonomi yang memburuk dari pemerintah Jerman yang melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara itu melambat menjadi 1,5% pada 2018, tingkat pertumbuhan PDB paling lambat di ekonomi terbesar Eropa dalam lima tahun terakhir.

Para pakar ekonom mengatakan bahwa angka-angka ekonomi Jerman sementara ini masih sesuai dengan harapan, gambaran suram menambah keraguan pasar yang semakin tumbuh tentang apakah Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga pada tahun 2019 ini atau tidak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Refinancer Pinjaman dan BitLicense SoFi akan Meluncurkan Bank Nasional di AS

Dalam pengumuman pada hari Rabu, Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) memberikan lisensi bersyarat kepada SoFi untuk beroperasi...

Avanti Meluncurkan Bank Ramah Crypto di Wyoming

Menurut pengumuman 28 Oktober dari Avanti, Dewan Perbankan Negara Wyoming memberikan suara 8-0 untuk memberikan piagam bank kepada lembaga keuangan tersebut.

Paxful Meluncurkan Kartu Debit Crypto di Meksiko

Pasar P2P Bitcoin (BTC) Paxful telah bermitra dengan neobank Spanyol Bnext untuk meluncurkan kartu debit crypto pertamanya di Meksiko.

Mantan Gubernur PBoC: Yuan digital akan Memerangi ‘Dolarisasi’ AS

Pendekatan mata uang digital China, Yuan Digital, akan mendukung sistem ritel domestiknya dan mencegah dolarisasi ekonomi menurut seorang mantan pejabat senior.

Token KP3R Melonjak 2000% dalam Hitungan Jam

Token yang baru diluncurkan oleh pendiri Yearn Finance, Andre Cronje, telah meroket dalam beberapa jam setelah diluncurkan karena para petani yang merosot...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -