>
Home / berita / Poundsterling Terperosok Karena Pemerintah Mengesampingkan Voting Brexit

Poundsterling Terperosok Karena Pemerintah Mengesampingkan Voting Brexit

Poundsterling terperosok ke level terendah sejak satu minggu lalu pada hari Kamis karena prospek untuk persetujuan cepat tentang Brexit memudar karena parlemen Inggris yang gagal menyepakati solusi.

Pound berjuang melawan dolar Amerika yang bangkit kembali dan mengambil langkah lain setelah sumber pemerintah Inggris mengatakan bahwa apa yang disebut suara “bermakna” di parlemen pada kesepakatan dua kali telah dikalahkan Perdana Menteri Inggris, Theresa May tidak akan terjadi pada hari Jumat ini.

Sebaliknya, debat parlemen tentang Brexit akan terjadi.

Mata uang Poundsterling kembali tertekan dipasar uang terhadap dolar Amerika (GBPUSD) dan Yen Jepang (GBPJPY) karena adanya kekhawatiran yang tumbuh bahwa tawaran May pada hari Rabu lalu untuk mengundurkan diri telah gagal meyakinkan euroceptics garis keras di partainya untuk mendukung kesepakatan Brexit-nya.

Prospek May untuk menyelesaikan transaksi, dan memang untuk mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri – semakin memburuk dan para investor melihat adanya sedikit peluang kebuntuan yang dalam waktu dekat akan terpecahkan.

Mantan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, yang memimpin kampanye referendum 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa, mengatakan kesepakatan May – yang sudah dua kali dikalahkan di parlemen – kini mati, menurut surat kabar Evening Standard London, pada hari Kamis kemarin.

Anggota parlemen Partai Konservatif lainnya, Mark Francois, mengecam kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa milik Theresa May sebagai hal bodoh dan mengatakan ia akan “menolaknya lagi” jika parlemen memberikan suara lagi.

Kenneth Broux, ahli strategi mata uang di Societe Generale di London, mengatakan:

“Komentar Boris Johnson sehari setelah DUP mengatakan tidak akan mendukung kesepakatan, telah menambah sentimen Bearish pada pound di pasar mata uang.”

Uni Demokratik (DUP) adalah partai Irlandia Utara yang menopang pemerintahan minoritas Theresa May.

Anggota parlemen Inggris gagal menyepakati rencana alternatif dalam serangkaian “suara indikatif” pada hari Rabu.

Lee Hardman, ahli strategi mata uang di MUFG di London, mengatakan:

“Kebuntuan Brexit berlanjut karena parlemen menunjukkan dengan jelas apa yang tidak diinginkannya, tetapi tidak ada kejelasan tentang apa yang diinginkannya.”

Sebagai tanda betapa gugupnya pasar mata uang, harapan tentang seberapa banyak pound akan bergerak dalam beberapa minggu mendatang telah naik lebih cepat daripada taruhan tentang seberapa volatile pound dalam setahun.

 

 

 

 

 

 

About Mata Trader

Check Also

KPMG Bekerja Dengan

KPMG Bekerja Dengan Microsoft , Tomia Dan R3 Pada Solusi Blockchain Telecom

Perusahaan penasihat bisnis KPGM telah bermitra dengan perusahaan teknologi Tomia, Microsoft dan R3 untuk menciptakan …