>
Home / berita / Poundsterling Tetap Perkasa Melawan Sentimen Positif Indeks US Dollar

Poundsterling Tetap Perkasa Melawan Sentimen Positif Indeks US Dollar

Ditengah penguatan sentimen positif dari indeks US Dollar yang mendorong jatuh banyak mata uang (seperti Euro), ada pukulan keras terhadap DXY yang datang dari Poundsterling Inggris (GBP) yang tetap terdongkrak kuat mengikuti ekspektasi pasar yang menguat bahwa Inggris akan berusaha untuk menunda tenggat waktu yang dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa.

Keperkasaan Poundsterling terjadi menjelang pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari Selasa besok, 15 Januari, mengenai kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggirs, Theresa May, yang secara luas diperkirakan akan ditolak, GBP justru menanjak karena anggota parlemen senior Inggris secara pribadi mengakui masih diperlukan lebih banyak waktu bahkan jika kesepakatan perdana menteri itu berhasil merengkuh dukungan parlemen.

Baca Juga:

Berdasarkan data indeks inflasi konsumen Amerika Serikat pada hari Jumat kemarin tampaknya berhasil membendung kerugian dolar Amerika meskipun data tersebut justru menunjukkan adanya laju tekanan harga yang melambat pada bulan Desember 2018.

Melambatnya inflasi tersebut kemungkinan akan membuat The Fed tetap pada jalurnya untuk mengadopsi laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat, demikian menurut sebagian analis.

CIBC dalam catatan kepada kliennya, menyebutkan bahwa dengan sedikitnya indikasi percepatan pada tekanan upah pekerja atau tarif yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi, the Fed bisa saja mengambil jeda di kuartal pada laju kenaikan suku bunganya untuk (terlebih dahulu) menilai kesehatan indikator pertumbuhan.

 

About Mata Trader

Check Also

Notaris Pertama Diaktifkan Blockchain China Membuka

Notaris Pertama Diaktifkan Blockchain China Membuka Kantor Di Beijing

Notaris berkemampuan blockchain pertama di Cina telah membuka kantor di Beijing . Per laporan, layanan …