Tuesday, September 21, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Tetap Perkasa Melawan Sentimen Positif Indeks US Dollar

Must Read

Minyak Jatuh Karena Mood Menghindari Risiko, Produksi Teluk AS

Minyak turun lebih dari $ 1 per barel menjadi sekitar $ 74 pada hari Senin karena meningkatnya...

SEC Thailand Keluarkan Lisensi untuk Proyek Real Estat Berbasis Ethereum

Komisi Bursa dan Pertukaran Thailand (SEC) memiliki lisensi untuk layanan penawaran token yang didukung aset berdasarkan blockchain...

Aliran Keamanan Perpanjang Reli Dolar AS Menjelang Langkah Fed

Dolar menguat ke level tertinggi sebulan di Asia pada hari Senin karena bencana yang mengancam pengembang berutang...

Ditengah penguatan sentimen positif dari indeks US Dollar yang mendorong jatuh banyak mata uang (seperti Euro), ada pukulan keras terhadap DXY yang datang dari Poundsterling Inggris (GBP) yang tetap terdongkrak kuat mengikuti ekspektasi pasar yang menguat bahwa Inggris akan berusaha untuk menunda tenggat waktu yang dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa.

Keperkasaan Poundsterling terjadi menjelang pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari Selasa besok, 15 Januari, mengenai kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggirs, Theresa May, yang secara luas diperkirakan akan ditolak, GBP justru menanjak karena anggota parlemen senior Inggris secara pribadi mengakui masih diperlukan lebih banyak waktu bahkan jika kesepakatan perdana menteri itu berhasil merengkuh dukungan parlemen.

Baca Juga:

Berdasarkan data indeks inflasi konsumen Amerika Serikat pada hari Jumat kemarin tampaknya berhasil membendung kerugian dolar Amerika meskipun data tersebut justru menunjukkan adanya laju tekanan harga yang melambat pada bulan Desember 2018.

Melambatnya inflasi tersebut kemungkinan akan membuat The Fed tetap pada jalurnya untuk mengadopsi laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat, demikian menurut sebagian analis.

CIBC dalam catatan kepada kliennya, menyebutkan bahwa dengan sedikitnya indikasi percepatan pada tekanan upah pekerja atau tarif yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi, the Fed bisa saja mengambil jeda di kuartal pada laju kenaikan suku bunganya untuk (terlebih dahulu) menilai kesehatan indikator pertumbuhan.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Mood Menghindari Risiko, Produksi Teluk AS

Minyak turun lebih dari $ 1 per barel menjadi sekitar $ 74 pada hari Senin karena meningkatnya...

SEC Thailand Keluarkan Lisensi untuk Proyek Real Estat Berbasis Ethereum

Komisi Bursa dan Pertukaran Thailand (SEC) memiliki lisensi untuk layanan penawaran token yang didukung aset berdasarkan blockchain Ethereum. Fraction,...

Aliran Keamanan Perpanjang Reli Dolar AS Menjelang Langkah Fed

Dolar menguat ke level tertinggi sebulan di Asia pada hari Senin karena bencana yang mengancam pengembang berutang China Evergrande menambah ketegangan ekstra...

AMC Tambahkan Ether dan Litecoin ke Rencana Adopsi Kripto

AMC Entertainment tidak hanya akan menerima pembayaran Bitcoin (BTC) untuk tiket film pada akhir tahun 2022 tetapi juga akan memasukkan mata uang...

Patung Satoshi Nakamoto Hadir di Budapest

Penggambaran perunggu dari pencipta Bitcoin legendaris Satoshi Nakamoto sekarang dipajang untuk pengunjung Graphisoft Park di Budapest. Dalam upacara pembukaan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -