>
Home / berita / Trump Ingin Dolar AS Melemah. Waspadai Short Kuat!

Trump Ingin Dolar AS Melemah. Waspadai Short Kuat!

Presiden AS, Donald Trump, menginginkan dolar AS yang lebih murah, dengan mengatakan pada awal bulan ini Amerika Serikat harus menyamai apa yang dikatakannya sebagai upaya negara-negara lain untuk melemahkan mata uang mereka sendiri guna memberi mereka keuntungan perdagangan yang tidak adil.

Komentar telah mendorong spekulasi presiden untuk dapat memesan penjualan pada greenback, yang mendekati level tertinggi multi-dekade dan, menurut IMF pada hari Rabu kemarin, setidaknya dolar AS telah 6% lebih kuat dari yang dijamin oleh fundamental ekonomi.

Ekonom Citi mengatakan dalam keterangan tertulis:

“Kondisi tampaknya semakin menguntungkan bagi pemerintah AS untuk campur tangan terhadap persepsi overvaluasi (dolar AS).”

Presiden Trump telah berulang kali menentang the Fed karena menaikkan suku bunga, mengeluh bahwa suku bunga yang lebih tinggi telah menahan laju pertumbuhan ekonomi AS. Tetapi sementara tanda-tanda semakin menunjukkan pemotongan suku bunga the Fed ketika bertemu pada akhir bulan ini, suku bunga yang lebih rendah tidak mungkin melemahkan dolar AS ke tingkat yang diinginkan oleh Presiden Trump.

Dolar AS yang lebih lemah dapat membantu bisnis AS bersaing secara global dengan membuat ekspor lebih murah, meningkatkan ekonomi dan berpotensi membantu upaya Trump untuk terpilih kembali pada tahun 2020.

Tetapi intervensi mata uang dapat memicu pushback dari negara lain, membahayakan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia dan memicu gejolak pasar. Juga tidak jelasnya administrasi Trump yang dapat melemahkan dolar secara signifikan tanpa bantuan dari bank sentral AS, yang beroperasi secara independen, atau kekuatan baru dari Kongres.

Untuk melemahkannya lebih lanjut, Departemen Keuangan AS dapat “Short” greenback untuk membeli mata uang asing, menggunakan dolar yang disimpannya sebagai cadangan. Belum dilakukan sejak menghabiskan $ 1,3 Miliar pada September 2000 sebagai bagian dari upaya internasional untuk memerangi keruntuhan mata uang baru Eropa- Euro.

Sebagian besar cadangan 126 miliar dolar Amerika diparkir di Exchange Stabilization Fund (ESF). Tetapi jika tindakan sepihak Washington memicu perang mata uang, itu mungkin tidak cukup senjata untuk menang.

Paul Ashworth, seorang ekonom di Capital Economics, mengatakan:

“Ada banyak Hedge Fund yang memiliki pengaruh lebih dari itu.”

About Mata Trader

Check Also

Dubai: DCCI dan Emirates NBD Menandatangani MoU mengenai Blockchain

Kamar Dagang dan Industri Dubai (DCCI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Emirates NBD. Harian …