Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Yen Melemah dengan Harapan Dapat Meredakan Ketegangan Perdagangan Antara AS dan Cina

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Dolar AS menguat terhadap Yen (USDJPY) pada hari ini, karena komentar dari Beijing yang memicu harapan baru bahwa Cina dan Amerika Serikat bisa mendapatkan negosiasi penuh kembali ke jalurnya untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yang berlarut-larut.

Mata uang AS juga didukung oleh kebutuhan penyeimbangan akhir bulan investor, telah membantu mengangkat Indeks US Dollar ke level tertinggi hanya dalam waktu sebulan.

Kementerian perdagangan Cina mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa Beijing dan Washington sedang mendiskusikan putaran berikutnya dari pembicaraan tatap muka yang dijadwalkan untuk bulan September.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan beberapa diskusi sedang berlangsung pada hari Kamis, menjelang tenggat waktu menjulang untuk tambahan tarif AS pada 1 September.

Tanda-tanda pembicaraan sudah cukup untuk mengurangi kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan bilateral, yang meningkat minggu lalu setelah kedua negara memberlakukan tarif tambahan pada barang masing-masing akhir pekan lalu.

Namun, risiko politik dari Inggris ke Hong Kong dan Timur Tengah telah menambah risiko bagi ekonomi global dan membuat banyak investor tetap cemas.

Meskipun rebound terbaru dolar AS terhadap yen, mata uang AS masih turun 2,1% dalam sebulan.

Minori Uchida, kepala analis mata uang di MUFG Bank, mengatakan:

“Ada begitu banyak faktor risiko geopolitik sekarang. Belum lagi konflik perdagangan AS-Cina, kita memiliki Brexit, Hong Kong dan Timur Tengah. Jadi kita harus mengharapkan Yen melonjak dari waktu ke waktu.”

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -