Wednesday, May 27, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Menguat karena data AS Optimis; Pounds dan Euro Terhajar Jatuh

Must Read

Harga Minyak Naik Karena Tumbuhnya Kepercayaan pada Pengurangan Pasokan

Harga minyak naik pada hari Selasa, didukung oleh meningkatnya kepercayaan bahwa produsen menindaklanjuti komitmen untuk memotong pasokan...

Euro, Mata Uang Berisiko Menguat Karena Sentimen Investor Membaik

Euro mendapat dorongan pada Selasa dari dolar yang lebih lemah karena meningkatnya optimisme tentang pemulihan global dari...

USDJPY Naik Karena Yen Jepang Melemah Setelah Komentar Bearish BoJ Kuroda

Permintaan Yen Jepang mengalami pelemahan saat sesi awal Asia ketika dihadapkan melawan Dolar AS. Dengan Yen Jepang...

Dolar AS menguat pada hari Rabu setelah data AS yang optimis memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan agresif oleh Federal Reserve (the Fed) akhir bulan ini, sementara Pounds dan Euro yang berjuang dari “hantaman” dolr AS juga memberikan dorongan tambahan untuk greenback.

Indeks US Dollar terhadap sekeranjang enam mata uang utama secara efektif tidak berubah pada 97,363 setelah mendapatkan pertumbuhan sebesar 0,5% pada hari sebelumnya.

Dolar AS naik setelah data penjualan ritel AS Juni yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi kemungkinan the Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin daripada 25 basis poin pada tinjauan kebijakan akhir bulan.

Junichi Ishikawa, ahli strategi forex senior di IG Securities, mengatakan:

“Data AS yang kuat adalah pendorong utama di balik kenaikan dolar terbaru, tetapi pelemahan mata uang Eropa, terutama Pounds dan Euro, juga memainkan peran penting.”

Pounds mundur ke posisi terendah 27-bulan di $ 1,2396 semalam karena Boris Johnson dan Jeremy Hunt, dua kandidat untuk menjadi perdana menteri Inggris berikutnya, bersaing untuk mengalahkan satu sama lain karena mengambil sikap Brexit yang lebih keras.

Euro bergerak stabil di $ 1,1212 setelah kehilangan lebih dari 0,4% pada hari sebelumnya. Kerugian terjadi setelah survei oleh lembaga ZEW menunjukkan bahwa suasana hati di antara investor Jerman memburuk lebih tajam dari yang diperkirakan pada Juli di tengah sengketa perdagangan yang belum terselesaikan antara Cina dan Amerika Serikat serta ketegangan politik dengan Iran.

Dolar AS hampir datar di 108,215 terhadap Yen Jepang setelah menguat 0,3% terhadap Yen semalam karena data penjualan ritel AS yang kuat.

Amerika Serikat masih memiliki jalan panjang untuk menyimpulkan kesepakatan perdagangan dengan Cina tetapi dapat mengenakan tarif pada barang-barang Cina senilai $ 325 Miliar tambahan jika diperlukan, kata Presiden Trump.

Junichi pun mengatakan:

“Perselisihan perdagangan AS-Cina tidak menjadi pusat perhatian pasar saat ini. Fokusnya adalah pada kebijakan the Fed, data AS dan dampaknya pada hasil.”

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Naik Karena Tumbuhnya Kepercayaan pada Pengurangan Pasokan

Harga minyak naik pada hari Selasa, didukung oleh meningkatnya kepercayaan bahwa produsen menindaklanjuti komitmen untuk memotong pasokan...

Euro, Mata Uang Berisiko Menguat Karena Sentimen Investor Membaik

Euro mendapat dorongan pada Selasa dari dolar yang lebih lemah karena meningkatnya optimisme tentang pemulihan global dari pandemi COVID-19 yang didukung mata...

USDJPY Naik Karena Yen Jepang Melemah Setelah Komentar Bearish BoJ Kuroda

Permintaan Yen Jepang mengalami pelemahan saat sesi awal Asia ketika dihadapkan melawan Dolar AS. Dengan Yen Jepang melemah tersebut telah membawa pasangan...

Minyak Mentah Menguat Kembali Karena Risk On Mendominasi Sepanjang Sesi Awal Asia

Pergerakan minyak mentah berjangka di WTI AS mengalami kenaikan cukup baik sampai 0,50%. Dengan kenaikan itu maka minyak mentah menguat menuju ke...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 26 Mei 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -