Tuesday, November 19, 2019
No menu items!
Authorised and Regulated Broker

Dolar AS Menguat Terhadap Safe Haven Yen Karena Optimisme Perdagangan

Must Read

Hard Fork BCH Diselesaikan saat Blok Tidak Valid Pertama Terdeteksi

Hard Fork yang direncanakan dari jaringan Bitcoin Cash (BCH) telah selesai, karena blok pertama yang dianggap tidak...

FinCEN: AS Akan Menegakkan Anti Pencucian Uang di Kripto

Direktur Jaringan Kejahatan Keuangan Amerika Serikat (FinCEN) Kenneth Blanco mengatakan bahwa undang-undang Anti Pencucian Uang (AML) akan...

The Fed: Stablecoin Menyimpan Risiko terhadap Stabilitas Keuangan

Stablecoin dapat "melengkapi" sistem pembayaran lain dan meningkatkan kondisi bagi konsumen, tetapi perlu pemeriksaan terus-menerus, kata Federal...

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen terus mengalami kenaikan yang moderat saat sesi dagang Asia berlangsung hari Kamis (12/9). Kenaikan telah mengirim pasangan menuju ke level paling tinggi dalam enam pekan terakhir di atas level harga 108. Kenaikan USD terjadi bersamaan dengan kenaikan saham AS seperti indeks DJIA yang melonjak dan mencatat penguatan enam kali berturut-turut.

Saham AS lain seperti S&P 500 juga ditutup dengan kondisi menguat dan mencapai titik yang lebih tinggi untuk kali kelima berturut-turut. Sementara itu Nasdaq mengalami penguatan dan menghapus penurunan yang terjadi sebelumnya. Pasar saat ini lebih memilih menunggu data mengenai inflasi harga konsumen dari AS untuk menentukan arah Dolar AS lebih lanjut. Keputusan kebijakan oleh bank sentral Eropa juga akan menjadi katalis bagi USD.

Sesuai jadwal bank sentral AS akan melakukan pertemuan dalam pembahasan kebijakan moneter pada pekan depan. Mendekati pertemuan tersebut, Presiden Trump tampak belum menyampaikan komentar-komentar yang biasanya mengkritik Fed.

Namun pada hari ini dikabarkan bahwa Presiden Trump telah menyampaikan komentar kembali dengan nada kritikan dan permintaan kepada bank sentral AS. Trump menyampaikan bahwa Fed harus memangkas suku bunga sampai titik Nol atau kurang. Lalu kemudian akan memulai kembali pembayaran hutang dan mengejek Powell dengan sebutan Kepala Batu.

Dolar AS lebih unggul terhadap Yen Jepang setelah Trump juga menyampaikan kabar terbaru mengenai perang dagang. Trump mengatakan bahwa pemerintah China sangat menginginkan kesepakatan perdagangan dengan AS. Pemerintah China juga menyampaikan daftar barang-barang AS yang akan dibebaskan dari kenaikan tarif.

Namun USD sedikit kalah terhadap aset berisiko lain karena kebangkitan sentimen risiko global. Imbal hasil obligasi juga bangkit di sekitar 1,68 persen dalam tenor 2 tahun dan di level 1,75 persen pada tenor 10 tahun. Fokus akan tetap tertuju ke data inflasi AS nanti malam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hard Fork BCH Diselesaikan saat Blok Tidak Valid Pertama Terdeteksi

Hard Fork yang direncanakan dari jaringan Bitcoin Cash (BCH) telah selesai, karena blok pertama yang dianggap tidak...

FinCEN: AS Akan Menegakkan Anti Pencucian Uang di Kripto

Direktur Jaringan Kejahatan Keuangan Amerika Serikat (FinCEN) Kenneth Blanco mengatakan bahwa undang-undang Anti Pencucian Uang (AML) akan diberlakukan secara ketat di iindustri...

The Fed: Stablecoin Menyimpan Risiko terhadap Stabilitas Keuangan

Stablecoin dapat "melengkapi" sistem pembayaran lain dan meningkatkan kondisi bagi konsumen, tetapi perlu pemeriksaan terus-menerus, kata Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed...

Regulator Jerman Peringatkan Broker Kripto yang Beroperasi Tanpa Lisensi

Regulator otoritas pengawas keuangan federal Jerman (BaFin) mengeluarkan peringatan terhadap broker cryptocurrency Bulgaria 5 Capital pada 11 November. Regulator...

Mata Uang Mulai Waspada, Kesepakatan Perdagangan Menjadi Fokus Pasar

Mata uang utama memulai dengan hati-hati pada hari ini karena pelaku pasar melihat apakah Washington dan Beijing dapat segera menandatangani kesepakatan untuk...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -