Wednesday, October 28, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Beberapa Indikator Forex Scalping Paling Akurat Untuk Para Trader

Must Read

EURUSD Bullish Naik, Mata Uang Euro Mengabaikan Kenaikan Kasus Benua Biru

Pasangan mata uang EURUSD bullish saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Selasa (27/10). Saat ini Euro berhasil...

GBPUSD Naik Ketika Meningkat Harapan Kesepakatan Brexit dan Nada Risk On

Mata uang Poundsterling Inggris naik menjelang pembukaan pasar Eropa hari melawan mata uang Dolar AS. Kenaikan mata...

AUDUSD Memperpanjang Kenaikan Meski Beberapa Masalah Membebani Dolar Australia

Pasangan mata uang AUDUSD naik lebih tinggi saat sesi awal Eropa hari Selasa (27/10). Penguatan permintaan terhadap...

Pada dunia perdagangan foreign exchange atau forex ada banyak sekali indikator yang bisa digunakan oleh para trader. Setiap pilihan indikator trading forex juga bisa disesuaikan dengan gaya perdagangan mulai dari gaya long term atau jangka panjang sampai perdagangan jangka pendek atau sering disebut dengan scalping. Dari dua gaya perdagangan tersebut ada indikator forex scalping paling akurat dan juga indikator untuk trading long term yang akurat.

Setiap trader memiliki gaya sendiri-sendiri ada yang lebih suka menggunakan gaya scalping karena bisa mendapatkan banyak keuntungan dalam waktu singkat, ada juga suka dengan gaya long term yang lebih santai. Melihat perbedaan gaya tersebut, tentunya indikator-indikator pendukung yang digunakan juga berbeda-beda. Secara luas ada beberapa indikator yang paling sering digunakan untuk perdagangan forex yaitu oscillator, volume dan juga sistem trend.

Gaya perdagangan seorang trader juga dipengaruhi oleh sistem trading yang sebelumnya sudah ditentukan dan diuji sampai berbulan-bulan atau bahkan sampai dalam tahunan. Karena dari sistem trading tersebut bisa diketahui apakah salah satu indikator dan teknik mampu menghasilkan profit atau tidak. Sehingga orang yang trading dengan gaya scalping belum tentu cocok dengan gaya long term karena adanya perbedaan sistem yang mereka terapkan.

Indikator Untuk Scalping Cocok Dipelajari Pemula

Berbicara mengenai gaya trading scalping, gaya tersebut merupakan salah satu gaya yang pasti semua trader pernah mencobanya. Karena memang dengan scalping mampu menghasilkan banyak keuntungan. Namun juga harus bisa menyisihkan waktu dan tenaga khusus untuk trading forex.

Memang ada beberapa indikator forex scalping paling akurat yang biasa digunakan oleh para trader scalping.Tapi indikator tersebut harus juga disesuaikan dengan gaya trading para trader. Sehingga tidak akan mengubah kembali sistem trading yang telah dibangun sekian lama. Berikut ini beberapa indikator akurat yang biasa digunakan untuk trading forex:

  1. Moving Average

Indikator forex scalping paling akurat pertama adalah Moving Average atau sering disingkat dengan MA. Moving Average bekerja untuk menentukan kemana arah trend akan bergerak, sehingga para trader akan mengikuti arah tersebut. Dalam penggunaan Moving Average, perlu melihat dahulu ke Time Frame H1 untuk melihat trend besarnya, lalu ke M15 untuk menentukan posisi perdagangan. Trader perlu mengatur garis Moving Average dengan menggantinya ke EMA 50, EMA 5, EMA 10 dan juga EMA 20. Jika semua telah masuk, maka kemudian perhatikan posisi MA sebagai penunjuk arah trend. Jika mulai ditembus maka konfirmasi pembalikan trend.

  • Bollinger Band

Indikator forex scalping paling akurat selanjutnya adalah Bollinger Band yang sangat cocok untuk gaya jangka pendek atau scalping. Dengan settingan bawaan, ada sebanyak tiga garis yang membentang yaitu atas tengah dan bawah.  Trader hanya perlu mengawasi ketika harga menyentuh garis batas atas maka bersiap untuk aksi jual dan jika sampai batas bawah siap untuk aksi beli.             

  • Stochastic Oscillator

Indikator selanjutnya adalah Stochastic Oscillator yang sangat cocok jika dikombinasikan dengan EMA 50. Misalkan harga dalam tren turun dan berada di bahwa EMA 50, jika harga naik tipis dan membentur EMA 50 serta Stochastic Oscillator membentuk puncak, maka bersiap untuk aksi jual karena sedang dalam trend turun. Misal harga dalam tren naik sehingga harga berada di atas EMA 50, jika harga turun tipis dan membentur EMA 50 serta Stochastic Oscillator membentuk lembah maka bersiap untuk beli karena sedang dalam trend naik. Itulah beberapa indikator yang akurat untuk gaya trading scalping. Sebelum menentukan indikator yang akan trader gunakan, maka lebih baik pelajari terlebih dahulu dengan cermat. Agar tidak mengubah trading sistem yang sudah dibangun sangat lama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Bullish Naik, Mata Uang Euro Mengabaikan Kenaikan Kasus Benua Biru

Pasangan mata uang EURUSD bullish saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Selasa (27/10). Saat ini Euro berhasil...

GBPUSD Naik Ketika Meningkat Harapan Kesepakatan Brexit dan Nada Risk On

Mata uang Poundsterling Inggris naik menjelang pembukaan pasar Eropa hari melawan mata uang Dolar AS. Kenaikan mata uang Inggris ini berhasil mengangkat...

AUDUSD Memperpanjang Kenaikan Meski Beberapa Masalah Membebani Dolar Australia

Pasangan mata uang AUDUSD naik lebih tinggi saat sesi awal Eropa hari Selasa (27/10). Penguatan permintaan terhadap mata uang Dolar Australia membantu...

Minyak Mentah Berusaha Bangkit Ketika Risk On Sedang Berlaku

Minyak mentah berjangka yang berada di WTI AS terus berusaha naik memperpanjang momentum pemulihannya. Minyak mentah hari ini berusaha bangkit dari titik...

Pounds Tetap Netral, Smakin Terlihat Tidak Mendapatkan Keuntungan dari Kesepakatan Brexit

Pounds netral pada hari Selasa dan analis percaya bahwa itu tidak akan banyak berubah meskipun Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -