Tuesday, January 26, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Beberapa Indikator Forex Scalping Paling Akurat Untuk Para Trader

Must Read

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat...

Pada dunia perdagangan foreign exchange atau forex ada banyak sekali indikator yang bisa digunakan oleh para trader. Setiap pilihan indikator trading forex juga bisa disesuaikan dengan gaya perdagangan mulai dari gaya long term atau jangka panjang sampai perdagangan jangka pendek atau sering disebut dengan scalping. Dari dua gaya perdagangan tersebut ada indikator forex scalping paling akurat dan juga indikator untuk trading long term yang akurat.

Setiap trader memiliki gaya sendiri-sendiri ada yang lebih suka menggunakan gaya scalping karena bisa mendapatkan banyak keuntungan dalam waktu singkat, ada juga suka dengan gaya long term yang lebih santai. Melihat perbedaan gaya tersebut, tentunya indikator-indikator pendukung yang digunakan juga berbeda-beda. Secara luas ada beberapa indikator yang paling sering digunakan untuk perdagangan forex yaitu oscillator, volume dan juga sistem trend.

Gaya perdagangan seorang trader juga dipengaruhi oleh sistem trading yang sebelumnya sudah ditentukan dan diuji sampai berbulan-bulan atau bahkan sampai dalam tahunan. Karena dari sistem trading tersebut bisa diketahui apakah salah satu indikator dan teknik mampu menghasilkan profit atau tidak. Sehingga orang yang trading dengan gaya scalping belum tentu cocok dengan gaya long term karena adanya perbedaan sistem yang mereka terapkan.

Indikator Untuk Scalping Cocok Dipelajari Pemula

Berbicara mengenai gaya trading scalping, gaya tersebut merupakan salah satu gaya yang pasti semua trader pernah mencobanya. Karena memang dengan scalping mampu menghasilkan banyak keuntungan. Namun juga harus bisa menyisihkan waktu dan tenaga khusus untuk trading forex.

Memang ada beberapa indikator forex scalping paling akurat yang biasa digunakan oleh para trader scalping.Tapi indikator tersebut harus juga disesuaikan dengan gaya trading para trader. Sehingga tidak akan mengubah kembali sistem trading yang telah dibangun sekian lama. Berikut ini beberapa indikator akurat yang biasa digunakan untuk trading forex:

  1. Moving Average

Indikator forex scalping paling akurat pertama adalah Moving Average atau sering disingkat dengan MA. Moving Average bekerja untuk menentukan kemana arah trend akan bergerak, sehingga para trader akan mengikuti arah tersebut. Dalam penggunaan Moving Average, perlu melihat dahulu ke Time Frame H1 untuk melihat trend besarnya, lalu ke M15 untuk menentukan posisi perdagangan. Trader perlu mengatur garis Moving Average dengan menggantinya ke EMA 50, EMA 5, EMA 10 dan juga EMA 20. Jika semua telah masuk, maka kemudian perhatikan posisi MA sebagai penunjuk arah trend. Jika mulai ditembus maka konfirmasi pembalikan trend.

  • Bollinger Band

Indikator forex scalping paling akurat selanjutnya adalah Bollinger Band yang sangat cocok untuk gaya jangka pendek atau scalping. Dengan settingan bawaan, ada sebanyak tiga garis yang membentang yaitu atas tengah dan bawah.  Trader hanya perlu mengawasi ketika harga menyentuh garis batas atas maka bersiap untuk aksi jual dan jika sampai batas bawah siap untuk aksi beli.             

  • Stochastic Oscillator

Indikator selanjutnya adalah Stochastic Oscillator yang sangat cocok jika dikombinasikan dengan EMA 50. Misalkan harga dalam tren turun dan berada di bahwa EMA 50, jika harga naik tipis dan membentur EMA 50 serta Stochastic Oscillator membentuk puncak, maka bersiap untuk aksi jual karena sedang dalam trend turun. Misal harga dalam tren naik sehingga harga berada di atas EMA 50, jika harga turun tipis dan membentur EMA 50 serta Stochastic Oscillator membentuk lembah maka bersiap untuk beli karena sedang dalam trend naik. Itulah beberapa indikator yang akurat untuk gaya trading scalping. Sebelum menentukan indikator yang akan trader gunakan, maka lebih baik pelajari terlebih dahulu dengan cermat. Agar tidak mengubah trading sistem yang sudah dibangun sangat lama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDCAD Turun Karena Risk On Pasar Global, Masih Menunggu Arahan Berikutnya

Sepanjang sesi Asia Senin (25/1), pasangan USDCAD turun menuju ke titik paling rendah. Sementara itu untuk saat...

AUDUSD Terbang Di Tengah Kekhawatiran Pandemi dan Keraguan Dana Stimulus AS

Mata uang Dolar Australia naik menjelang pembukaan pasar Eropa melawan Dolar AS hari Senin (25/1). Sebagai mata uang berisiko, Dolar Australia mendongkrak...

Minyak Mentah Menguat Setelah Irak Memangkas Produksi, Pandemi dan Stimulus Jadi Fokus

Pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI mampu mencatatkan kenaikan yang sangat baik sampai 0,30%. Minyak mentah menguat terbang sampai menuju ke level...

Dolar Melemah – Fokus ada Pada Paket Stimulus dan Pertemuan Fed

Dolar melemah pada awal perdagangan Eropa Senin, dengan sentimen risiko masih didukung oleh stimulus yang diharapkan menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Harga Minyak Naik, Tetapi Masih Tertahan Dampak Lockdown

Harga minyak naik tipis pada Senin karena kekhawatiran pasokan dan rencana stimulus AS mengimbangi kekhawatiran baru tentang terpukulnya permintaan bahan bakar global...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -