Kemungkinan 50% Pemerintah AS Akan Ditutup
Home / berita / Kemungkinan 50% Pemerintah AS Akan Ditutup

Kemungkinan 50% Pemerintah AS Akan Ditutup

INFOREXNEWS – Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kian melorot seiring pernyataan kontroversialnya mengenai aksi unjuk rasa supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia.

Menurut salah satu ekonom Goldman Sachs, hal itu akan berimplikasi negatif bagi agenda pemerintahan tahun ini. Selain itu, rating approval (peringkat persetujuan) atas Trump yang semakin melorot ke posisi rata-rata 37% pada pekan ini.

Ekonom Alec Phillips mengatakan bahwa rating approval Trump terus melorot, dan mencapai posisi terendah untuk periode pertama kepresidenan di tahun pertama dia menjabat. Rendahnya rating approval secara otomatis akan mendongkak risiko legislatif.

Dalam jangka pendek, para ekonom yakin bahwa ada 50% kemungkinan terjadi penutupan pemerintahan dalam beberapa waktu, karena presiden masih terus berupaya menggalang dukungan dari basisnya dengan merekrut posisi-posisi kontroversial.

Seperti yang diketahui, dua penasihat utama Trump mengundurkan diri pada hari Rabu 16/8/2017 pekan lalu, setelah presiden mengeluarkan pernyataan tentang aksi unjur rasa supremasi kulit putih di Charlottesville.

Di sisi lain, Kongres harus membahas dua isu utama pada bulan September, yakni menaikkan batas atas utang (batasan yang ditetapkan legislatif mengenai seberapa besar pemerintah bisa meminjam) dan menyetujui undang-undang anggaran.

Kementerian Keuangan AS, Jack Lew mengatakan bahwa Kongres harus menaikkan batasan utang paling lama tanggal 29 September. Kegagalan dalam pengesahan anggaran belanja bisa menyebabkan ditutupnya pemerintahan.

Sementara para ekonom berpendapat bahwa reformasi pajak juga berada di jurang risiko jika tidak diselesaikan pada bulan Oktober, dan mereka terus meyakini pemangkasan pajak akan berhasil dilakukan. Namun keyakinan mereka rendah, karena kemajuannya sampai kini masih kecil.

About leonardo

Check Also

Ketidakpastian Politik Zona Eropa Pukul Euro

Euro memukul rendah dua bulan terhadap yen pada hari Senin, (20/11) di sesi perdagangan Asia. …