MEMINIMALISIR LOSS DENGAN JEDA
Home / Strategi Trading Forex / MEMINIMALISIR LOSS DENGAN JEDA

MEMINIMALISIR LOSS DENGAN JEDA

Minimalisasi Loss

Begitu banyak trader yang terlibat pada transaksi harian tanpa berhenti berpikir kemana harga akan bergerak. Yang mengherankan adalah mereka selalu bertanya, kemana kecenderungan harga akan bergerak? Naik atau turun? Semua pertanyaan yang disampaikan intinya mengacu pada titik entry, kapan harus masuk pasar, sampai kapan saya harus menahan posisi trading saya. Para pemula maupun trader yang sudah lama (tapi tidak berkembang) terkadang memiliki satu persamaan. Fokus pada titik entry. Mereka bertanya saat bertemu trader yang dianggap lebih baik. Om, ini GBPUSD naik atau turun? Dan kalau jawabannya gak tahu langsung dicap bego, sinis atau pelit.

Padahal seperti yang kita ketahui tidak ada satupun manusia yang tahu dengan pasti ke mana harga akan bergerak. Semua hanya sebatas prediksi, dan lucunya adalah mereka bertanya tanpa mempedulikan waktu. Padahal bisa saja sang senior tadi merasa ini waktunya wait and see. Celakanya adalah terkadang para trader memaksa masuk walaupun kondisinya seperti itu.

Semua hal tersebut hanya sebagian kecil cerita, yang sebenarnya masih banyak kasus yang bisa diangkat, namun inti dari cerita tersebut adalah, si pemula rada susah stop trading kecuali kehabisan modal. Terus coba anda pikirkan, apa bedanya para pemula tersebut dengan para penjudi yang berhenti berjudi jika modal habis? Kalau gak habis yah gak berhenti.

Perbedaan antara trader yang lebih sering menerima Withdrawal dengan bahagia dan trader yang lebih sering melakukan deposit dengan menyedihkan adalah tahu kapan harus stop. Bagi sebagian trader kondisi ideal seorang trader/pedagang adalah saya sudah lihat chart maka saya harus berdagang, dan menghasilkan uang. Sayangnya market tidak peduli siapa anda, dan anda tidak lebih bermain game untung-untungan jika bersikap pada orientasi uang yang harus didapat setiap harinya.

Kapan harus stop atau jeda?

KAPAN HARUS STOP

Tahu kapan harus stop yang dimaksudkan disini adalah, kapan harus mengambil tindakan untuk tidak melakukan aktivitas trading.

Coba anda pikir-pikir, apa hasil dari analisa kita. Bagi saya sendiri adalah ada 3 jawaban yang muncul setelah saya menganalisa.

  1. Cenderung naik, maka jawabannya adalah saya akan melakukan transaksi buy dengan titik entry yang sesuai trading plan saya.
  2. Cenderung turun, maka jawabannya adalah saya akan melakukan transaksi sell dengan titik entry yang sesuai trading plan saya.
  3. Wait and see, sederhananya adalah saya bingung kemana harga akan bergerak dengan pengetahuan saya saat ini. Tidak ada kondisi untuk melakukan transaksi, sebaiknya kita tutup toko hari ini.

Saya rasa dengan membaca 3 jawaban diatas, seharusnya anda semua tahu inti dari judul tulisan kali ini. yaitu terkadang anda tidak tahan untuk mengambil aksi pada kondisi point ketiga.

Tapi sebelum melanjutkan lebih jauh, sebaiknya kita membahas satu per satu dari 3 point tersebut. yang pertama adalah analisa sistem kita mengatakan harga akan cenderung naik, dan bahkan saat kondisi ini kita memerlukan satu acuan titik entry yang sesuai trading plan kita. Jika tidak muncul hal tersebut, apakah anda akan melakukan transaksi? Saya sarankan anda untuk menunggu acuan titik entry anda datang. Kesabaran ini terkadang sangat menyakitkan apalagi jika saat konfirmasi entry tak kunjung datang dan ternyata harga terus menerus naik, ini dapat menimbulkan kekesalan dalam diri anda yang di masa depan atau trading selanjutnya anda bisa-bisa menuruti keinginan dibandingkan menuruti trading plan. Karena ternyata trading plan anda sudah membuat anda melewati kesempatan yang baik. Tapi, jika anda melakukan hal tersebut, anda sama saja dengan trader tanpa disiplin. Ingatlah bahwa disiplin merupakan salah satu kunci sukses membangun dana akun anda menjadi sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup anda. Ini juga berlaku untuk posisi sell. Kasus yang sama dapat terjadi, bahkan akan ada kasus baru seperti saat anda sudah sabar dengan analisa anda bahwa harga akan cenderung turun , dan menunggu konfirmasi serta melakukan posisi dengan sesuai trading plan, dan ternyata anda mengalami loss dalam waktu singkat, anda mungkin akan mulai meragukan trading plan anda.

Jika hal tersebut sedang terjadi, silahkan berpikir ulang. Berapa kali anda benar dalam 100 kali trading? Apakah seratus persen? Saya rasa cukup mustahil. Apakah 80 kali benar? Berarti loss trade kali ini kita asumsikan sebagai 20 kali salah dalam 100 OP. percayalah pada trading plan anda yang sudah teruji. Jangan bereaksi berlebihan pada kegagalan.

Dan yang ketiga, wait and see. Moment yang membingungkan dan seharusnya Cuma ada satu tindakan yang sebaiknya dilakukan. Tindakan yang direkomendasikan adalah Stop Trade. Jangan masuk pasar jika anda tidak tahu apa-apa. Sebaiknya menjaga uang anda daripada bertaruh dengan mengharapkan keberuntungan semata. Inilah kondisi dimana para trader sering mengalami loss, saat mereka bingung, mereka terkadang memaksakan imajinasi mereka supaya mendapatkan jawaban, padahal jika ditelaah lebih dalam, mereka sudah memiliki sistem sendiri. percayalah market tidak selalu berjalan lurus dengan sistem anda, terkadang memang anda harus mengakui bahwa market sedang tidak berada pada kondisi yang baik untuk anda.

Jeda yang harus dipilih oleh para trader memang membingungkan. Pertama bukan hanya karena mereka berorientasi pada uang, tapi mereka juga ketagihan pada trading. Kami disini menyarankan anda untuk menetapkan tujuan trading anda bukan hanya pada sekedar uang. Jika anda berada pada tujuan tersebut, anda akan terpaksa melakukan transaksi setiap harinya. kami menyarankan anda memfokuskan diri untuk melakukan aktivitas trade terbaik. Jika tujuan anda adalah melakukan posisi terbaik, maka anda hanya akan melakukan transaksi sesuai trading plan anda saat pada kondisi prima anda. Yang tentunya tidak selalu muncul setiap harinya.

Baca juga Mengenai Mindset Trading : 2 Jenis Orientasi Pada Trader

Dengan berorientasi pada aktivitas trade terbaik, anda mungkin akan terhindar dari trading saat sedang emosional, trading saat butuh duit (yang menggelapkan mata), trading saat sedang sakit (karena orientasi uang), harus trading hanya karena sudah lihat chart (dianggap kerja tapi tidak menghasilkan uang itu aib). Sebaliknya anda hanya akan melakukan transaksi terbaik saat perasaaan anda fresh, kondisi tubuh anda prima dan saat market sesuai dengan trading plan anda. Anda mungkin lebih memilih menghindar pada market yang sedang tidak bersahabat pada trading plan anda.

Inilah inti dari kesabaran trading, sabar untuk melakukan transaksi berdasarkan fakta. Berhenti sejenak saat fakta menyatakan market sedang tidak sesuai trading plan, fakta bahwa anda dalam kondisi emosional dan tubuh yang tidak prima, fakta bahwa anda memang sedang bingung harus mengambil keputusan. Maka dari itu sebaiknya anda stop (berhenti). Jangan melakukan aktivitas trading terlebih dahulu. Ingatlah, market sesuai trading plan anda akan muncul, karena market akan terus berjalan, cobalah untuk relax.

Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah apakah ada jaminan dengan menunggu market sesuai trading plan anda, hasilnya akan selalu profit? Sama sekali tidak, semua rincian trading plan sehebat apapun, serumit apapun, seimpresif apapun hanyalah sebuah prediksi. Seperti kata Desmond Wira, jika kunci kemenangan ada pada teknikal, maka orang-orang jenius dari masa lampau sudah menemukan kuncinya. Ini semua hanya sebuah probablitas, dengan melihat risk reward, anda membutuhkan tekad serta kesabaran yang lebih dalam mencapai hasil akhir. Kapan hasil akhir anda ditentukan? Rata-rata trader menentukannya secara tahunan. Anda bisa membaginya dalam bulanan, triwulan ataupun per 6 bulan. Semua tergantung dari trial and error anda saat membangun trading plan anda. Trading plan yang kami maksud disini adalah trading plan yang saya jabarkan pada edisi keempat majalah inforexnews.

Sumber : Majalah Inforexnews edisi  8

About Paul_drevs

Check Also

Fibonacci Overlapping Strategy

Konsep Fibonacci Tumpang Tindih  (Overlaping) di forex trading adalah salah satu cara transaksi yang dipergunakan …