>
Home / Motivasi / Mengontrol Eksposur Resiko Transaksi Forex

Mengontrol Eksposur Resiko Transaksi Forex

Pernahkah Anda mengalami masalah saat harus mengurangi kerugian?

Anda mungkin pernah mengalami sebuah situasi, dimana posisi Anda berlawanan dengan pasar  dan kemudian tiba-tiba Anda berdoa kepada “dewa” perdagangan, supaya harga akan berbalik kembali. Kemudian, ketika akun transaksi Anda telah mencapai ambang rasa sakit dan sudah sakaratul maut, akhirnya Anda memutuskan untuk menutup laptop Anda dengan hati yang sangat sulit untuk digambarkan pada saat itu, dan Anda berkata pada diri Anda , “Apa yang akan terjadi, terjadilah! namun Anda tidak iklas dan sebentar kemudian Anda berbalik untuk membuka laptop  dengan harap cemas akan ada keajaban. Dan apa yang Anda temukan adalah film telah selesai diputar. 

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/motivasi/strategi-militer-forex

Ini bukan cerita fiktif lho, suatu saat Saya memiliki teman yang memiliki floatingan minus dengan posisi yang sangat banyak, dan Dia berkata kepada Saya, “Mudah-mudahan harga berbalik, bro! Saya sudah sholat tadi semoga ada hidayah.” (Uppps…Anda jangan tertawa geli,please!) dalam hati saya bertanya bagaimana nasib trader lain jika benar “tuhan” membalikan harga, ya? gara-gara doa teman saya ini? dan disisi lain Saya juga memiliki seorang teman trader yang lain, yang tiba-tiba rajin sholat dan rajin ke mesjid. Usut-punya usut, dia barusan MC..

Serius…ini bukan cerita settingan… 🙂 

Kejadian demikian sebenarnya  memberi tahu kita satu hal penting, yakni eksposur risiko Anda lebih besar daripada toleransi risiko Anda.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/motivasi/trader-fokus-ekspektasi

Banyak pedagang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari tahu apa yang harus diperdagangkan dan apa yang tepat untuk masuk pasar, tapi  mereka memiliki  pemikiran yang keliru mengenai jumlah yang mereka risikokan dan kapan serta di mana harus keluar dari perdagangan. Kebiasaan ini  bisa secara tidak sengaja menyabotase perdagangan Anda dengan menempatkan risiko Anda lebih banyak daripada yang dapat Anda tangani. Mengapa demikian? karena komoditas dari derivatife yang Anda transaksikan tidak terkaji dengan baik, artinya jika Anda berdagang bakso kemudian berpindah menjadi tukang jamu, gara-gara melihat toko jamu diperempatan ramai dikunjungi orang.

Seorang sanguinis, akan memiliki toleransi risiko yang berbeda dari pada seorang introvert yang hanya terbiasa bertahan dalam volatilitas dalam dosis kecil.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/motivasi/trauma-forex-perdagangan

Kecuali Anda menukar dengan akun besar atau Anda sudah mengetahui seberapa besar risiko per transaksi sesuai dengan kepribadian trading Anda, kemungkinan besar Anda akan mengambil risiko lebih besar dari pada rasa kenyamanan Anda, karena berpikir dana diakun banyak kok! Akibatnya, proses pengambilan keputusan Anda dikompromikan oleh ketakutan Anda akan kesalahan dan akhirnya Anda membuat kesalahan kembali sebagai pemula. Temukan titik nyaman Anda dengan size transaksi yang friendly yang memberikan rasa nyaman Anda, maka kemungkinan transaksi Anda akan ringan dan nyaman dipikul jika terjadi kesalahan.

Tidak ada yang suka rugi.

Tetapi bukankah pasar itu acak dan saya hanya seorang manusia, yang sering melakukan kesalahan? Anda akan salah berkali-kali dan kerugian akan sering terjadi. Jadi jika Anda tidak dapat mengontrol berapa kali Anda akan berada di sisi yang salah dalam perdagangan, maka setidaknya yang dapat Anda lakukan adalah MENGENDALIKAN RESIKO ANDA.

Ada puluhan faktor yang mempengaruhi eksposur risiko, namun mari kita berkonsentrasi pada tiga hal yang dapat kita kendalikan dengan mudah:

1. Ukuran posisi

Ukuran posisi yang besar menyebabkan volatilitas yang besar dalam jurnal laba / rugi Anda. Pergerakan pip tunggal akan menyedot perhatian dengan jumlah konversi yang besar. Coba saja, Anda yang terbiasa dengan ukuran size 0.10 dimana pergerakan 20 pips = $20 , sekarang Anda ganti dengan size 1.00 lot. Karena Anda tidak terbiasa, maka yang didapat ketika posisi benar, Anda kegirangan dan ketika posisi salah Anda jantungan, benar demikian?

Jika Anda memperdagangkan ukuran posisi yang besar, maka kemungkinan besar Anda akan khawatir tentang akun transaksi Anda jika terjadi kesalahan, sehingga  Anda lupa bagaimana Anda menjalankan rencana trading Anda yang telah disusun dengan baik sebelumnya.

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/motivasi/kebiasaan-transaksi-buruk

Ukuran posisi Anda per perdagangan harus mencerminkan kepercayaan diri Anda, baik dalam diri Anda atau ide perdagangan Anda. Pilih ukuran yang pasi , tidak terlalu besar tetapi tidak terlalu kecil, sehingga Anda tidak akan keberatan jika itu berakhir dengan sebuah kerugian.

Jika Anda tidak terlalu yakin dengan ide perdagangan Anda atau jika Anda sudah menghadapi banyak masalah psikologi perdagangan, sebaiknya Anda memulai dengan cara yang lebih kecil namun tetap berhasil.

2. Periode menahan posisi

Seorang pedagang – sebut saja dia Om Doni – pernah mengatakan kepada saya bahwa perdagangan jangka panjang hanyalah istilah lain untuk perdagangan jangka pendek yang saat sedang floating merah. Tidak mengherankan, Om Doni tidak lagi berdagang. Semakin lama Anda menahan transaksi perdagangan Anda yang salah, semakin banyak volatilitas , tekanan emosi yang akan dihadapi. Ibarat kata jika target tercapai, itu scalping, namun jika floating berkepanjangan itu investasi.  🙂   (WAKE UP, PEOPLE!………)

Ingatlah bahwa semakin lama menahan posisi yang salah, itu setara dengan ukuran posisi yang meningkat, karena kesenjangan harga akan semakin lebar, dan  kisaran pergerakan harga yang lebih luas. Memangnya tahu, harga akan kembali kapan?

Lihat juga : https://www.inforexnews.com/motivasi/kerugian-transaksi-forex

Tetapkan batas waktu untuk perdagangan Anda dan jadilah sesuai jadwal Anda. Bila Anda berpegang pada perdagangan lebih lama dari yang Anda rencanakan semula, maka Anda akan tunduk pada posisi terbuka Anda terhadap lebih banyak katalis daripada yang Anda siapkan, membuat Anda lebih rentan terhadap keputusan emosional dan kesalahan perdagangan klasik.

3. Stop loss

Beberapa trader melakukan trading dengan ukuran lot besar dengan menempatkan stop loss yang  ketat . Orang lain cenderung menyesuaikan level kerugian awal mereka, menggunakan stoploss  yang jauh, atau mengabaikan gagasan tentang stop loss sama sekali.

Skenario pertama membuat akun Anda robek dengan seribu potongan, sementara strategi kedua membuat akun Anda rentan terhadap sejumlah kecil perdagangan yang dapat menghapus keuntungan Anda.

Ingat bahwa stop loss adalah teman Anda . Ini memberitahu Anda saat Anda salah dan karena Anda akan sering salah, lebih baik Anda terbiasa dengan resiko yang Anda batasi dengan stoploss.

Saya tidak mengatakan sebaiknya Anda tidak menggunakan strategi di atas. Mereka berhasil karena suatu alasan,  mungkin strategynya masih relevan dengan kondisi pasar disaat itu. Namun perlu diperhatikan bahwa kondisi pasar selalu berubah-ubah dari waktu kewaktu. Pastikan strategi stop loss sesuai dengan kepribadian trading Anda dan bahwa pada akhirnya, Profit Anda  masih lebih besar dari pada kerugian, dengan 3R (Rasio risk and reward) yang baik.

Bagaimanapun, sulit untuk memenangkan pertandingan jika Anda tersingkir dari arena. Pelajari untuk mengendalikan eksposur risiko Anda dan Anda akan selangkah lebih dekat dengan konsistensi keuntungan.

About MPA

Check Also

Melihat Permainan Bandar Dalam Proses IPO Saham TRUK

Satu lagi saham yang baru IPO, menelan korban dalam sebulan terakhir. Saham TRUK yang awalnya …