Monday, February 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Biografi Trader

The Crusher of Baring Banks : Nick Leeson

Must Read

GOLD : Analisa Teknikal Harian 24 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya...

Baring Banks, Bank raksasa asal inggris yang pernah menapakkan kekuasaan selama ratusan tahun, jatuh hanya karena seorang trader yang dijuluki Rouqe Trader. Bank yang didirikan sejak tahun 1762 oleh Sir Francis Baring yang merupakan Bank Dagang paling tua di Dinggris ini dipaksa bangkrut dan dijual ke Bank ING asal belanda seharga GBP 1. Semua terjadi hanya karena seorang Nick Leeson yang merupakan trader bintang yang merupakan anak emas perusahaan tersebut.

Nicholas William Lesson, yang santer dikenal dengan panggilan Nick Leeson, merupakan penyebab Baring Bank Kolaps pada tahun 1995 silam akibat menanggung kerugian yang jauh di atas modalnya. Nick Leeson melakukan transaksi gelap, yang sebetulnya di luar kewenangannya pada tahun 1992, segera setelah dia diperkenankan melakukan trading derivative di Barings Futures Singapore (BFS), unit bisnis Baring Bank yang menjalankan aktivitas Bank tersebut di Simex (Singapore International Monetary Exchange).

Nick yang bertugas sebagai trader mengambil posisi di untuk akun sendiri baik di Option maupun kontrak berjangka di SIMEX. Nick melakukan transaksi diluar wewenangnya. Namun dia mendapat predikat Wonder Boy (anak ajaib) di London, strategi abritasenya telah menyumbang setengah laba BFS pada tahun 1993. Dan terus berlanjut hingga tahun 1994. Namun ternyata laba yang tercatat tersebut adalah hasil manipulasi laporan. Pada akhirnya bukti menunjukkan bahwa tahun 1994, Ncik menyebabkan Barings rugi USD 269 juta sedangkan dalam laporannya, Nick melaporkan dia untuk USD 46 juta. Dari laporan untung tersebut, Nick masih mengantongi bonus sebesar USD 720.000.

Namun bau busuk akhirnya tercium, tepatnya pada tanggal 23 februari 1995 saat dia berkunjung ke Kuala lumpur. Pada hari tersebut, Baring Banks akhirnya sadar selama ini telah ditipu oleh Nick. Hari itu juga Peter Barings yang merupakan Chairman Barings Bank menerima catatan pengakuan Nick. Hasil kerugian yang disebabkan oleh Nick terlampau besar, Bahkan Bank of England tidak berhasil walaupun mencoba membailout bank tersebut. Hasil akhirnya adlaah, Barings dinyatakan insolvent pada tanggal 26 februari 1995. Administrator mengambil alih kendali barings Group serta anak perusahaannya. Setelah dilakukan penelusuran, dan kalkulasi, Gerak gerik yang dilakukan selama ini oleh Nick ternyata menyebabkan kerugian sebesar USD 1,4 milliar yang jumlahnya dua kali lipat lebih besar dari modal dagang bank tersebut. Akhirnya, ING Banks (Belanda) membeli Barings Bank pada tahun 1995 dengan nilai transaksi tunai GBP 1 tetapi ING memikul semua kewajiban Barings dan terbentuklah ING Barings sebagai anak perusahaan ING.

Nick Leeson memang memanipulasi laporan, namun apakah trading yg dilakukannya benar-benar rugi sebesar itu? Apakah ini adalah hasil tradingnya sendiri? Mari kita simak lebih lanjut.

Pria yang memulai karirnya di Couts bank dan melalang buana di Bank-bank lainnya ini merupakan seorang trader spekulan yang menakjubkan. Tidak dapat dipungkiri dia telah mencapai profit yang sangat besar yakni sebesar 10 juta poundsterling pada tahun 1992. Namun pria yang terkenal dengan akun trading bernomor 88888 ini tidak selalu menang. Dalam akun yang merupakan gabungan dana dari 20 nasabah tersebut, telah terjadi transaksi yang disalahgunakan oleh temen Nick yang memasukkan transaksi rugi pada akun tersebut. Dapat dipastikan akun No. 88888 adalah posisi trading yang mengalami loss besar. Para nasabah waktu itu menuntut Barings 20 ribu pound. Karena perkara ini nama Nick menjadi buruk. Lalu pada tahun 1996 koran New York Times membuat headline “British press reports” dimana Nick Leesons dituduh melakukan penggelapan dana bank sejumlah 35 juta poundsterling. Meski begitu manajemen Barings masih mempercayakan Nick sebagai pimpinan Trader yang bertangung jawab atas trading sejumlah anak buahnya.

Pada akhir tahun 1992, ia mengalami kerugian trading 2 juta pound dan merugi kembali 208 juta pada akhir tahun 1994. Pada tanggal 16 Januari 1995 ketika Nick melakukan trading jangka pendek di bursa Singapura dan Tokyo, pasar seperti tidak bergerak. Lalu pada tanggal 17 Januari 1995 saat gempa bumi mengguncang Kobe tanggal 17 Januari, pasar Asia mengalami goncangan dan juga termasuk didalamnya investasi yang dilakukan oleh Nick. Dan pada Saat itu ia bertrading index Nikkei dan mengalami kerugian, meski akhirnya ia berhasil menutup kerugiannya itu.

Berdasar pengalamannya itu, ia menulis artikel “I’m Sorry” pada tanggal 23 Februari. Total kerugiannya saat itu adalah 827 juta pound (kira-kira 1,4 milyar dollar) atau dua kali modal bank Barrings. Setelah kerugian yang begitu besar, ia dinyatakan bangkrut pada tanggal 26 Februari. Ia kemudian pindah ke Malaysia, Thailand, Jerman sampai akhirnya ia diekstradiksi kembali ke Singapura tanggal 2 Maret 1995. Selama di penjara ia melakukan ujicoba dan observasi khusus agar sistem tradingnya teruji dengan baik. Setelah enam setengah tahun dipenjara di Penjara Changi-Singapura ia kemudian dibebaskan pada tahun 1999, lalu divonis mengindap kanker usus besar, yang membuat hidupnya bertambah suram.

Semasa dipenjara, pada tahun 1996 ia mempublikasikan otobiografinya yang berjudul Rogue Trader, yang menceritakan detil pengalamannya. Yang mendapatkan testimonial unik di New York Times :” ini adalah sebuah buku yang suram, ditulis oleh penulis yang depresi, tetapi dibaca oleh semua manajer bank dan auditor diseluruh dunia”. Tahun 1999, buku tersebut dijadikan film dengan judul yang sama yang dibintangi Ewan McGregor and Anna Friel.

Nick Leeson saat ini tinggal di Barna, County Galway, sebelah barat Irlandia. Istrinya Lisa sudah menceraikannya ketika Nick berada dalam penjara. Nick sekarang telah menikah kembali. Saat ini beliau merupakan komentator resmi olahraga rugbi di Irlandia. Ia menandatangani kontrak kerja sebagai Commercial Manager of Galway United Football Club pada bulan April 2005, lalu naik pangkat menjadi General Manager pada bulan November 2005. Pada bulan Juli 2007 ia menjadi CEO klub. Saat ini ia masih bertrading, tetapi menggunakan uang pribadinya sendiri.

Pada bulan Juni 2005, Leeson merelease sebuah buku yang berjudul Back from the Brink: Coping with Stress. Isinya berkisah tentang Rogue Trader, termasuk didalamnya adalah percakapan dengan ahli psikologi Ivan Tyrrell tentang perjuangan dan stress yang dialami oleh Leeson.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GOLD : Analisa Teknikal Harian 24 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari Jumat (21/2). Tolak ukur energi...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS. Namun secara luas pasangan AUDUSD...

USDJPY Konsolidasi Setelah Sempat Melonjak Menuju Ke Puncak April 2019

Saat ini pasangan mata uang USDJPY konsolidasi bergerak di sekitar level harga 112,00 setelah pembukaan sesi Asia hari Jumat (21/2). Sebelumnya Dolar AS sempat...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -