Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Apa Sih yang Harus Dilakukan Ketika Transaksi Saham Sepi ?

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

INFOREXNEWS – Kebanyakan para investor maupun para trader bingung akan apa yang harus dilakukan ketika transaksi saham sepi. Selain itu, hampir setiap tahunnya transaksi perdagangan saham di pasar modal cenderung menurun pada saat bulan Ramadan, dan fenomena tersebut juga terasa di bulan Ramadan tahun ini.

Menurut Kepala Analis Universal Broker Satrio Utomo, turunnya nilai dan volume transaksi saat ini tidak perlu dikhawatirkan, karena kondisi ini akan kembali normal pasca lebaran, dan biasanya akan kembali normal H+7 atau seminggu setelah lebaran.

Namun pulihnya perdagangan saham pasca lebaran juga tergantung dari kondisi bursa saham global, karena jika bursa saham global bergejolak saat pasar modal Indonesia libur lebaran, maka akan mempengaruhi para pelaku pasar saat hari pertama dalam perdagangan setelah lebaran.

Selain itu, Satrio mengatakan bahwa memang saya lihat masih ada risikonya, jika libur terlalu lama dan bursa globalnya turun. Namun, saat ini kan indeks Dow Jones masih mix, memang sedang naik tapi saya kita tidak lama. Seminggu sebelum libur lebaran, biasanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan sedikit menguat lantaran ada beberapa saham yang selalu menguat pada periode tersebut. Saham yang dimaksudnya adalah adalah saham-saham di sektor ritel.

“Ada yang bilang sektor ritel, karena akan ada angka penjualan saat Lebarannya. Tapi enggak tahu juga, saya ragu karena penjualan ritel lagi tidak bagus juga,” lanjutnya.

Satrio merekomendasikan untuk lebih berhati-hati dalam masa perdagangan saat ini. Dia memprediksi IHSG akan tembus level support di 5.577. Direkomendasikan untuk melakukan akumulasi beli pada saham-saham tertentu ketika IHSG turun melebihi level tersebut.

“Ya kalau sudah di bawah 5.600 lah baru mengambil posisi. Menurut saya ini sebentar lagi, karena sudah mendekati meskipun hari ini cenderung menguat,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, menurut data dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang pekan kemarin IHSG melemah sebesar 1,18% dari posisi akhir pekan sebelumnya 5.742,44 menjadi 5.675,52. Nilai kapitalisasi pasar IHSG juga turun sebesar 1,11% dari Rp6.255,17 triliun menjadi Rp6.186,68 triliun.

Sepinya perdagangan juga terlihat dari turunya rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan kemarin sebesar 34,57%. Pada pekan sebelumnya rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp10,01 triliun, di akhir pekan kemarin turun jadi Rp6,55 triliun.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian saham IHSG juga turun hingga 54,86% dari 17,79 miliar unit saham menjadi 8,03 miliar unit saham. Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian saham IHSG pun ikut turun sebesar 3,73% dari 300,15 ribu kali transaksi menjadi 288,96 ribu kali transaksi.

Di sepanjang pekan lalu, para investor asing juga tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp2,10 triliun. Meski demikian, aliran dana investor asing sampai dengan saat ini masih tercatat beli bersih senilai Rp19,55 triliun.

Baca juga artikel menarik lainnya :

  1. Harga Minyak Mentah Menguat Terdukung Oleh Arab Saudi dan Rusia
  2. Bitcoin Semakin Liar, Melonjak hingga $3000
  3. Kekhawatiran Jerman Akan Ketegangan di Timur Tengah
  4. Pantau Kurs Rupiah 12 Juni 2017 Menguat 1 Poin ke 13.290
  5. Harga Emas Antam Hari Ini
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -