Monday, July 13, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Become A Good Trader Series 5 : Bangun Pondasi Mental Anda

Must Read

Pounds mengincar MA 200-hari Karena Sentimen Risiko Membaik

Pounds naik pada hari Senin terhadap dolar menuju MA 200-hari di $ 1,27, meskipun itu terakhir diperdagangkan...

Penurunan Dolar Berlanjut Karena Investor Melihat Pendapatan Data Ekonomi

Dolar AS melemah pada hari Senin karena investor melihat data ekonomi global yang masuk dan pendapatan perusahaan...

Minyak Menurun Karena Pengaruh Lonjakan Infeksi COVID-19

Harga minyak turun pada hari Senin pada rekor harian kenaikan dalam kasus virus corona global dengan lonjakan...

Anda sudah memecah goal anda, anda juga sudah menggali metode trading sesuai kepribadian anda, anda juga sudah melakukan diversivikasi, bahkan  anda juga sudah menetapkan compounding interest sebagai salah satu jalur mencapai tujuan akhir anda. 

Namun anda sebagai investor maupun trader masih saja merasa canggung. Gelisah tetap menanti anda setiap anda akan mengambil keputusan. Bahkan kadang anda menggunakan istilah masa bodoh supaya bisa tetap bertindak saat kesempatan datang. Anda juga dihantui perasaan gundah gulana saat hendak tidur saat berinvestasi. Apakah yang terjadi?

Inilah salah satu hambatan terbesar dalam dunia investasi, mentality game. 

Market bergerak ke sana ke mari, mengundang anda dengan reward yang tinggi, namun juga secara langsung menjebak anda masuk pada dunia pemicu adrenalin yang bisa membuat anda stres berlebihan. Fluktuasi pasar dapat membuat seseorang yang mentalnya lemah tercabik-cabik dalam waktu singkat. 

Anda mungkin sering mendengar, bahwa teman anda mendapatkan profit yang lumayan dalam 1 tahun, namun ludes hanya dalam htungan hari? 

Orang awam akan menertawakan teman anda, anda yang terlibat akan mengatakan, ah, itu biasa. 

Baiklah pada dasarnya, anda harus menentukan dimana posisi anda dalam kategori risk, untuk dapat menentukan bagaimana cara anda berinvestasi ke depannya. 

Dalam risk menurut ahli, ada 3 kategori yang membedakan. Investor itu sendiri dibagi menjadi Risk Seeker, Risk Averse, Risk neutral. 

  1. Risk Seeker

Kategori ini cenderung suka dengan resiko. dia tidak masalah mempertaruhkan dana yang besar, para risk seeker umumnya tidak tertarik dengan gain yang kecil. Bertaruh besar dan menang besar, prinsip ini umumnya dipegang oleh para risk seeker.

Untuk membantu anda dalam mengetahui apakah anda Risk seeker atau bukan, coba anda bayangkan anda memiliki dana $1 juta dollar. apakah anda bersedia mendeposito uang anda dan hanya mengambil bunga sebagai profit anda? tentunya anda tahu bunga deposito pengembaliannya cukup kecil dalam persentase. 

Sifat pada risk seeker juga biasanya di cerminkan pada hobi, kebanyakan para risk taker suka pada hobi yang menantang. Dimana adrenalin dapat terpacu dengan cepat, mereka mendapat kesenangan di sana. Para risk seeker biasanya cenderung menjadi spekulan dibandingkan investor. 

jadi jika $1 juta di berikan kepada risk taker, mereka tidak masalah kehilangan sebagian uangnya, untuk mendapatkan growth yang maksimal. mereka fokus pada gain besar, sikap konservatif tidak mempan pada diri mereka. 

Jadi pada dasarnya para Risk seeker fokus pada tingkat pengembalian. Semakin besar, mereka akan semakin tertarik tentunya dibarengi dengan pertimbangan yang objektif.

2. Risk neutral

Jika Risk Seeker fokus pada return yang tinggi, Risk neutral lebih cenderung menyematkan satu syarat untuk return, yakni keamanan. Mereka cenderung memilih investasi pada return yang wajar, dengan resiko yang wajar.

 ibarat jika risk reward minimal 1:1. jika returnnya 1, maka maksimal resikonya adalah 1. 

Jadi investor tipe ini adalah investor yang mengharapkan kenaikan return sama dengan dengan resikonya. 

Investor Risiko neutral biasanya memiliki pola pikir acuh tak acuh terhadap risiko saat membuat keputusan investasi.

Cukup mudah untuk melihat bagaimana investor netral berisiko membuat keputusan investasi. Misalnya, katakanlah seorang investor sedang menentukan pilihan antara dua investasi. Salah satunya adalah perusahaan teknologi pertumbuhan tinggi yang belum menguntungkan namun telah terlihat adanya capital gain yang besar dalam jangka pendek. Perusahaan lain adalah perusahaan entertainment yang matang dengan pendapatan stabil, keuntungan dan dividen namun tidak memberikan potensi layaknya kenaikan saham teknologi.

Investor melakukan analisis sendiri dan menduga perusahaan teknologi memiliki probabilitas 50% untuk menggandakan harga sahamnya dan probabilitas 50% menurun tajam nilainya. Disisi lain, Perusahaan entertainment memiliki peluang 70% untuk mempertahankan harga stabil dan membagikan dividen kuartalan, dan hanya 30% kemungkinan untuk tidak membayar dividen di tahun yang akan datang. Dengan mengacu pada tipikal Invetor Risk Neutral, saham teknologi memberikan potensi pengembalian yang lebih tinggi, dan dia memilih untuk berinvestasi di perusahaan pertumbuhan.

3. Risk Averse

Sebaliknya, tipe investor terakhir adalah orang yang menghindari resiko.  karena itu para Risk Averse memilih untuk menjauh dari saham berisiko tinggi meskipun return yang diharapkan sangat tinggi. Investor tipe ini akan cenderung mencari investasi “lebih aman”, biasanya berinvestasi di rekening tabungan, obligasi, saham pertumbuhan dividen dan deposito. 

Mereka cenderung fokus pada keamanan berinvestasi daripada return. Orang tipe ini akan lebih besar porsi deposito ataupun tabungannya daripada di instrument beresiko seperti saham. 

Maka dari itu, Risk averse tidak masalah dengan keuntungan kecil, asalkan aman menurut sudut pandangnya.

orang jenis ini biasanya lebih suka hal yang pasti, mereka akan gelisah jika berinvestasi di instrument investasi beresiko tinggi. 

Nah dengan melihat 3 tipe investor berdasarkan penerimaan resiko, dimanakah anda berpijak?

Risk Seeker, Risk neutral, ataukah Risk Averse? 

Jika anda sudah menemukan jawaban anda bahwa anda adalah Risk Averse, usahakan jangan memaksakan diri menjadi Risk Seeker. Anda bisa-bisa terjerembab pada gelisah tak berujung. 

Dengan mengetahui tipe investor ini, anda bisa membangun pondasi mental anda, supaya tidak salah memilih metode investasi ke depannya. Tidak terjebak pada keuntungan besar para Risk seeker, padahal anda adalah Risk averse. Jangan ikut-ikutan. 

Ingat, anda berinvestasi menggunakan dana anda, bukan dana si risk seeker tersebut. 

Cocokkanlah kepribadiaan anda, dengan menentukan kategori risk investor, anda dapat menghindari jebakan mental karena ketidaktahuan. 

Disinilah pengelolaan investasi maupun uang anda dapat disesuaikan. 

Jika anda Risk Seeker, portofolio anda akan sangat condong ke arah investasi High Risk : High Return. jika Risk Neutral, anda akan cenderung mencari yang wajar, jika RIsk Averse, portofolio anda akan banyak berkutat di depostio maupun obligasi. 

jangan memaksakan diri, karena anda akan tersiksa secara mental di masa yang akan datang. 

Seorang Risk Averse akan memporsikan sedikit dananya pada investasi high return dengan resiko tinggi, seorang Risk neutral dapat dianalogikan membagi sebagian danannya, si Risk Seeker akan memporsikan lebih dari sebagian danannya untuk mencari return yang paling menggiurkan.

Pengkategorian ini, mencerminkan mental seorang investor maupun perilaku investor. 

Dan pertanyaannya adalah, Tipe investor apakah Anda?

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds mengincar MA 200-hari Karena Sentimen Risiko Membaik

Pounds naik pada hari Senin terhadap dolar menuju MA 200-hari di $ 1,27, meskipun itu terakhir diperdagangkan...

Penurunan Dolar Berlanjut Karena Investor Melihat Pendapatan Data Ekonomi

Dolar AS melemah pada hari Senin karena investor melihat data ekonomi global yang masuk dan pendapatan perusahaan AS untuk mengukur apakah optimisme...

Minyak Menurun Karena Pengaruh Lonjakan Infeksi COVID-19

Harga minyak turun pada hari Senin pada rekor harian kenaikan dalam kasus virus corona global dengan lonjakan besar infeksi selama akhir pekan...

USDJPY Hari Ini Berkonsolidasi, Menunggu Katalis Utama Penggerak Pasar

Sepanjang sesi-sesi awal kawasan Asia di hari Senin ini (13/7), pasangan USDJPY hari ini tetap datar belum menampilkan arah pergerakan yang jelas....

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish. Pasangan saat ini berada di...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -