>
Home / Motivasi / Become a Good Trader Series 6 : Mengulik Teori Modern Portofolio

Become a Good Trader Series 6 : Mengulik Teori Modern Portofolio

Dalam dunia investasi, resiko sangatlah melekat dalam setiap aksi investasi maupun spekulasi. Dalam tujuan mencapai gain yang diharapkan, ketidakpastian selalu muncul dengan pergerakan fluktuasi pasar yang biasa dikenal dengan volatilitas. Hal ini mulai menarik minat para akademisi untuk memecahkan masalah kedinamisan harga yang acak. Dengan tujuan awal, menekan risk yang muncul dengan mengaplikasikan perhitungan logika matematis. Salah satunya adalah Teori Modern Portofolio.

Teori Modern Portofilio (Modern Portoflio Theory) merupakan sebuah hipotesis yang diajukan oleh Harry Markowitz dalam makalahnya “Portofolio Selection” (diterbitkan pada tahun 1952 oleh Journal of Finance). Makalah ini berisi mengenai teori investasi yang didasarkan pada gagasan bahwa investor yang menghindari risiko dapat membuat portofolio untuk dioptimalkan atau memaksimalkan tingkat pengembalian yang diharapkan berdasarkan tingkat risiko pasar tertentu, menekankan bahwa risiko merupakan bagian inheren dari imbalan yang lebih tinggi. Ini adalah salah satu teori ekonomi terpenting dan sangat berpengaruh luas pada dunia keuangan dan investasi.

Teori ini juga biasa disebut dengan “portoflio theory” atau Juga disebut “teori portofolio” atau “portfolio management theory”. Teori Modern Portofolio menyarankan bahwa adalah mungkin untuk membangun “efficient frontier” dari portofolio optimal. Yang  menawarkan kemungkinan pengembalian yang diharapkan maksimum untuk tingkat risiko tertentu. Ini menunjukkan bahwa tidak cukup untuk melihat risiko dan pengembalian yang diharapkan dari satu saham tertentu. Dengan berinvestasi di lebih dari satu saham, investor dapat menuai keuntungan diversifikasi, terutama pengurangan risiko portofolio. Teori ini mengkuantifikasi manfaat diversifikasi, yang biasanya terkenal dengan quote “jangan menaruh telur anda dalam satu keranjang”.

Contohnya, coba bayangkan anda seorang investor, saat anda mengambil sebuah resiko saat membeli saham maupun instrumen lainnya, return yang diharapkan bisa saja lebih kecil. Dengan kata lain, hal yang sedang terjadi adalah penyimpangan dari rata-rata return. Setiap saham memiliki penyimpangan (standar deviasi) masing-masing yang disebut dengan “resiko”.

Resiko dalam sebuah portofolio yang di diversivikasi pada saham akan berkurang jika dibandingkan dengan memegang satu saham individual.

Satu beresiko saat musim hujan, dan satunya beresiko saat terjadi musim panas. Dengan kata lain, satu saham akan mendapatkan keuntungan saat musim panas, dan yang satunya akan mendapatkan keuntungan hanya pada musim hujan. Jika anda membangun portofolio dengan membeli kedua saham tersebut,  maka total portofolio anda akan cenderung mendapatkan gain terlepas dari apakah saat ini musim hujan ataupun musim panas. Menambahkan satu aset berisiko ke aset lain dapat mengurangi keseluruhan risiko portofolio.

Dengan kata lain, Markowitz menunjukkan bahwa investasi bukan hanya tentang memilih saham, tapi juga memilih kombinasi saham yang tepat untuk mengoptimalkan keranjang telur anda (portofolio).

Dari analogi tersebut, teori modern portofolio dijabarkan dengan 5 cara teknis untuk mengukur resiko secara statistik. Hal itu antara lain adalah : alpha, beta, standar deviasi, R-kuadrat dan rasio Sharpe. Semua indikator ini dimaksudkan untuk membantu investor menentukan profil risk-reward potensial sebuah investasi.

Risk and Expected Return Portofolio

Teori Modern Portofolio membuat asumsi bahwa investor tidak menyukai risiko, yang secara mendalam berarti mereka lebih memilih portofolio yang kurang berisiko dibandingkan risiko yang lebih tinggi untuk tingkat pengembalian tertentu. Ini menyiratkan daripada investor akan mengambil risiko lebih jika memang dia mengharapkan return yang lebih tinggi lagi.

Expected Return sebuah portofolio dihitung sebagai jumlah tertimbang dari pengembalian aset individual. Jika portofolio mengandung empat aset dengan bobot rata-rata yang sama dengan tingkat pengembalian yang diharapkan sebesar 10, 12, 16 dan 17%, maka return yang diharapkan portofolio adalah sebagai berikut :

0,025 0,03 0,04 0,0425

(10% x 25%) + (12% x 25%) + (16% x 25%) + (17% x 25%) = 13,75%

Risiko portofolio adalah fungsi rumit dari varians masing-masing aset dan korelasi masing-masing pasangan aset. Untuk menghitung risiko portofolio empat aset, investor membutuhkan masing-masing dari empat varian aset dan enam nilai korelasi, karena ada enam kemungkinan kombinasi yang kaan muncul dari dua aset dengan empat aset. Karena korelasi aset, total risiko portofolio, atau standar deviasi, lebih rendah dari yang dihitung dengan jumlah tertimbang

Efficient Frontier

Dari setiap kemungkinan kombinasi aset yang dibangun dalam sebuah portofolio, kombinasi tersebut dapat di plot dan di gambarkan dalam sebuah grafik. Grafik digambarkan dengan dua sumbu yakni sumbu Y yang diwakilkan oleh resiko (standar deviasi) dan sumbu Y yang diwakilkan oleh expceted return.

Misalnya, coba anda bayangkan sebuah portoflio yang anda bangun sebut saja namanya S. Yang dimana portofolio anda memiliki expected return sebesar 13,75% dan standar deviasi (yang mewakili resiko) sebesar 16%. Sedangkan setelah mengulik serta melakukan berbagai perhitungan dengan merubah proporsi masing-masing asset, anda mendapati proyeksi portofolio yang anda beri nama T. Portoflio T memberikan expected return sebesar 13,75% namun standar deviasi berada di tingkat 13%.

Disini, umumnya orang akan menganggap Portofolio T anda akan lebih efisien. Karena memiliki imbal hasil yang sama namun memiliki resiko yang lebih rendah. Hal ini dimungkinkan untuk menarik garis melengkung yang miring ke atas untuk menghubungkan semua portofolio yang paling efisien, dan ini dikenal sebagai daerah yang efisien. Berinvestasi dalam portofolio apa pun yang tidak berada pada kurva ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan.

sumber : youngresearch

Coba lihat pada gambar berikut, inilah proporsi gambar efficient Frontier yang dimaksud. Dengan berbagai kombinasi yang di lakukan dalam melakukan investasi pada 2 asset yakni saham serta Bonds. Anda akan mendapatkan tingkat yang berbeda-beda dalam segi expected return maupun standar deviasi (resiko).

Setelah memplot hal ini, anda dapat memilih dititik mana anda memutuskan membangun portofolio anda. apakah di porsi dengan resiko paling minim?

Jika dilihat dari grafik diatas yang dipublikasikan dalam web youngresearch, resiko bonds jelas lebih kecil daripada resiko saham. Namun dengan membangun diversifikasi dengna berbagai proporsi, anda dapat menekan resiko bonds lebih rendah lagi, namun expected return anda menjadi lebih tinggi daripada hanya berinvestasi di 100% bonds.

Pada gambar tersebut, dengan proporsi 25% saham dan 75% bonds, anda mendapati resiko yang lebih minim daripada bonds, dan expected return yang lebih tinggi daripada bonds itu sendiri.

Inilah yang harus anda ketahui, bahwa anda dapat mengoptimalkan cara anda berinvestasi, dengan menekan resiko untuk expected return yang sama maupun lebih tinggi. Atau mengambil resiko yang sama dengan saat ini untuk expected return yang lebih tinggi.

Maka dari itu, teori portofolio modern telah mendapatkan berbagai apresiasi bagi para praktisi finansial, namun dalam memplot resiko dan return anda, anda harus melewati banyak tahap teknis dalam menghitung expected return, maupun standar deviasi. Anda juga harus menghitung korelasi dari tiap-tiap asset. Sehingga bias dari perhitungan anda menjadi lebih minim.

About Paul_drevs

Check Also

Melihat Permainan Bandar Dalam Proses IPO Saham TRUK

Satu lagi saham yang baru IPO, menelan korban dalam sebulan terakhir. Saham TRUK yang awalnya …