Friday, January 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Ingin Punya Performa yang Baik? Ingat rumus ini Consistancy + Repeat

Must Read

Kelompok Riset MIT Menyerukan Crypto sebagai Tempat Pengujian untuk CBDC

kelompok riset teknologi ledger dan crypto, Digital Currency Initiative, baru-baru ini menjelaskan bahwa mata uang digital bank...

David Marcus: Masalah Global Yang Tidak Bankable “Tidak Dapat Diterima”

Pada panel World Economic Forum yang membahas mata uang digital, topik percakapan termasuk Mata Uang Digital Bank...

Regulator Sekuritas India Bertaruh pada Blockchain

Ketua Dewan Keamanan dan Pertukaran India (SEBI), Ajay Tyagi bertaruh pada teknologi blockchain dan mendesak eksplorasi penggunaan...

Seruan-seruan “konsistensi” semakin keras terdengar di telinga para trader. Banyak sekali pribadi-pribadi yang mulai fanatic dengan kata konsistensi. Coba saja ada yang menunjukkan gain “luar biasa” maka akan muncul kontra yang mengatakan “bisa konsisten?”, atau “bisa diulangi?”. Banyak yang mulai mengerti bahwa konsistensi merupakan hal yang paling sulit diraih dalam trading. Sebagian beralasan karena psikologi trading, sebagian lagi beralasan market terlalu dinamis. Sebenarnya, konsistensi merupakan kata yang memiliki makna relatif dalam dunia forex trading. makna dari konsisten bisa menjadi beragam, tergantung dari sudut pandang masing-masing trader. Inforexnews kali ini akan coba menyamakan arti konsistensi dalam aktivitas trade, cenderung pada probabilitas trade serta performance yang dicapai.

Sebelum masuk ke kata konsistensi, seorang trader diwajibkan mengerti dengan jelas arti kata probabilitas. Probabilitas merupakan kemungkinan. Jika dalam trading, kita akan menyebutnya probabilitas tinggi jika kemungkinan menang (benar) sangat besar, sedangkan probabilitas rendah jika kemungkinan salahnya lebih besar.

Bagaimana seseorang bisa menyimpulkan sebuah kondisi probabilitas tinggi dan probabilitas rendah?

Dari historical data, ada yang menggunakan chart pattern, ada yang menggunakan price action hingga menggunakan perhitungan statistic tertentu. Pokoknya semuanya itu harus melalui riset yang telah dilakukan sehingga kesimpulan probabilitas tinggi atau probabilitas rendah yang dia sebutkan bukanlah omong kosong. Yah, omong kosong, banyak sekali retail trader yang mengatakan hal tersebut tanpa data historical data yang teruji, jadi jika tidak ada bukti data, maka itu semua adalah omong kosong. Tugas seorang trader adalah mencari kondisi, timing transaksi dengan probabilitas tinggi. Bahkan dengan probabilitas tinggi, transaksinya tetap memiliki kemungkinan berakhir negative. Namun jika probabilitas yang dia gunakan sudah teruji, contohnya seperti Thomas Bukowski yang melakukan riset mendalam tentang chart pattern disertai dengan berapa kali gagal, berapa kali mencapai target mengenai sebuah chart pattern, maka performa tradingnya berangsur-angsur akan selaras dengan hasil uji coba yang dilakukan.

Sebaliknya, jika probabilitas tidak diuji, maka semuanya hanya transaksi yang mengharapkan keberuntungan semata. Anda bukanlah seorang yang mampu mengendalikan keberuntungan, maka jika keberuntungan di pihak anda, maka hidup tidak akan menemui masalah. Namun jika keberuntungan tiba-tiba pergi dari pundak anda, maka anda akan berakhir pada kejatuhan tanpa tahu penyebabnya. Oke, jadi intinya seorang trader memiliki tugas awal melakukan riset, penelitian untuk mencari di kondisi seperti apa yang bisa memberikan probabilitas tinggi, serta kondisi apa yang menyajikan probabilitas rendah dengan historical data yang teruji.

Setelah mendapatkan paket set up transaksi dengan probabilitas tinggi yang teruji, maka transaksi dalam portofolio trader tersebut dapat diulang terus menerus karena telah mendapatkan label “probabilitas tinggi”.

Tugas lainnya adalah menghindari transakasi dengan label “probabilitas rendah” Tugas selanjutnya adalah melakukan pengulangan transaksi yang mengacu pada kondisi probabilitas tinggi. Disinilah tantangang psikologi mulai menggerogoti akal dan pikiran para trader. seperti yang dijelaskan di awal, bahkan dengan probabilitas tinggi, transaksi seorang trader masih memiliki kemungkinan salah. Maka saat itu terjadi, sang trader terkadang mulai kehilangan kepercayaan pada set up yang telah diujinya berdasarkan data historis.

Disinilah kemunduran yang sering terjadi serta dirasakan retail trader. mereka berganti sistem trading yang dimana akan kembali memakan waktu mereka dan kembali ke titik awal. Setelah basa basi mengenai probabilitas yang merupakan salah satu pondasi untuk membangun konsistensi, kita akan melihat kemungkinan konsistensi yang dapat diraih oleh para trader dengan mengacu pada probabilitas.

Apa itu konsistensi?

Melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Karena fokus kita kali ini mengenai trading, maka kita mengecilkan sudut pandang kita pada aktivitas trade. Dengan mengoleksi set up dengan probabilitas tinggi, kita dapat mengulang transaksi sesuai set up tersebut secara berulang-ulang hingga menempatkan anda pada performa yang memiliki probabilitas tinggi untuk menang. Karena label probabilitas tinggi anda bukan diucapkan hanya dengan kata-kata, namun dengan kerja keras riset yang membuat anda kehilangan banyak waktu sebelum terjun ke market yang kejam.

Dengan begitu pula, pengulangan hasil positive anda menjadi lebih tinggi. Dan secara otomatis, karena hal ini terjadi berulang-ulang, anda telah meraih konsistens.

Sesimple itu? Tentu saja tidak.

Kali ini hanya membahas mengenai aktivitas transaksi, anda masih harus memfokuskan pengulangan pada resiko yang ketat serta take profit.  Bahkan untuk mengulang transaksi yang sesua dengan riset anda saja sudah dapat membuat anda panas dingin. Banyak yang mengacaukan portofolionya sendiri karena karakteristik yang masih labil, kurang dewasa dan tentunya kurang bijak.

Seorang trader yang tidak mampu mengendalikan diri, akan sangat banyak halangan yang dihadapinya dalam menjalankan konsistensi trade walaupun mereka sudah melakukan riset. Ini dikarenakan dalam trading, mereka secara sadar maupun tidak sadar mengedepankan perasaa mereka dibandingkan dengan logika mereka.

Jadi jika anda ingin konsisten, kata kuncinya adalah pengulangan. Pengulangan terhadap apa? Pengulangan terhadap transaksi yang memiliki probabilitas tinggi. Probabilitas tinggi yang telah teruji tentunya, jangan mengikuti probabilitas tinggi semu yang tidak melalui riset. Dengan melakukan hal itu, maka anda akan dapat mengulang perfoma anda, bukan lagi menaruh semua harapan anda pada keberuntungan semata.

Bacaan Selanjutnya :

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kelompok Riset MIT Menyerukan Crypto sebagai Tempat Pengujian untuk CBDC

kelompok riset teknologi ledger dan crypto, Digital Currency Initiative, baru-baru ini menjelaskan bahwa mata uang digital bank...

David Marcus: Masalah Global Yang Tidak Bankable “Tidak Dapat Diterima”

Pada panel World Economic Forum yang membahas mata uang digital, topik percakapan termasuk Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC). David Marcus dari Calibra...

Regulator Sekuritas India Bertaruh pada Blockchain

Ketua Dewan Keamanan dan Pertukaran India (SEBI), Ajay Tyagi bertaruh pada teknologi blockchain dan mendesak eksplorasi penggunaan blockchain sebaik mungkin di pasar...

Perwakilan Kik Akan Memberikan Deposisi dalam Kasus SEC pada 28 Januari

Komisi Pertukaran Sekuritas Amerika Serikat (SEC) telah meminta deposisi dari perwakilan Kik Interactive Inc. untuk memberikan informasi terperinci tentang operasinya sejak merilis...

Lagarde Mengatur ECB pada Kebijakan Otomatis Ketika Itu Berhenti Berfikir

Langkah pelantikan Christine Lagarde sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB) dapat menandai jeda pertama lembaga ini dalam aktivisme kebijakan selama bertahun-tahun.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -