Monday, May 17, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Strategi & Teknik Trading Forex

Mengenal Indikator ADX (Average Directional Movement Index)

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Pengenalan Indikator ADX

Trading dalam sebuah trend yang kuat sangat berpotensi untuk memberikan anda profit yang besar karena dalam suatu trend lah anda bisa mendapatkan banyak point dan resiko anda juga akan lebih kecil jika anda bertransaksi dalam sebuah trend besar. Untuk mengukur kekuatan sebuah trend, anda bisa menggunakan indikator yang bernama Average Directional Index. Anda bisa menemukan indikator tersebut di dalam platform trading metatrader4 anda di indikator bagian Trend dengan nama Average Directional Movement Index (ADX).

ADX Indicator

Indikator ADX ini merupakan sebuah indikator gabungan yang terdiri dari 5 buah indikator teknikal lainnya, indikator ini diciptakan oleh J. Welles Wilder, Jr. Penggunaan utama dari indikator ADX ini adalah untuk menunjukkan sebuah momentum, kekuatan sebuah trend, dan juga alat bantu untuk menunjukkan arah trend. Bisa dibilang ini adalah sebuah indikator yang cocok untuk anda para trader ‘Trend Follower´ karena dengan indikator ini anda sudah terbantu untuk melihat arah trend, dan melihat seberapa kuat trend tersebut.

Pelajari Lebih Lanjut Mengenai Indikator ADX

Untuk menghitung indikator ADX pertama-tama kita harus menentukan Directional Movement (DM) terlebih dahulu, untuk DM ini sendiri ada 2 jenis yaitu yang positif (+DM) dan yang minus (-DM). Untuk Directional Movement Positif (+DM) didapat dari menghitung ‘Upmove’, perhitungan ‘Upmove’ adalah Harga Tertinggi  yang terbaru (Current High) dikurangi dengan harga tertinggi yang sebelumnya (Previous High). Untuk Directional Movement Minus (-DM) didapat dari menghitung ‘Downmove’, perhitungan ‘Downmove’ adalah Harga Terendah terbaru (Current Low) dikurangi dengan Harga terendah sebelumnya (Previous Low). Jika perhitungan ‘Upmove’ lebih besar dari ‘Downmove’ dan angka 0, maka +DM sama dengan Upmove, namun jika tidak maka +DM sama dengan Nol (0). Begitu juga dengan perhitungan ‘Downmove’. Jika Downmove lebih besar dari ‘Upmove’ dan angka 0, maka -DM sama dengan ‘Downmove’, namun jika tidak maka -DM sama dengan Nol (0).

ADX

Setelah mendapatkan +DM dan -DM selanjutnya kita akan menghitung ‘Directional Indicator (DI)’ yang juga ada positif (+DI) dan minus (-DI). Untuk mendapatkan +DI dihitung dengan 100 EMA (Exponential Moving Average) dari +DM dan dibagi lagi dengan ATR (Average True Range) yang di set periodenya. Welles sendiri sering menggunakan ATR dengan periode 14. Untuk mendapatkan -DI dihitung dengan 100 EMA (Exponential Moving Average) dari -DM dan dibagi lagi dengan ATR (Average True Range). Untuk indikator ADX itu sendiri sama dengan 100 EMA (Exponential Moving Average) dari (+DI – -DI) dibagi lagi dengan (+DI + -DI).

ADX Level

Penggunaan Indikator ADX

Indikator ADX sendiri berfungsi untuk menunjukkan kekuatan sebuah trend, dan Directional Index (DI) berfungsi menunjukkan arah trend. Jika +DI nilainya lebih besar dari -DI maka arah pasar cenderung dalam keadaan Bullish, sebaliknya juga jika -DI nilainya lebih besar dari +DI maka arah pasar cenderung dalam keadaan Bearish. Untuk indikator ADX sendiri juga mempunyai level-levelnya dari 0 – 100, contohnya seperti ketika indikator ADX melewati level 20 maka diartikan market sedang dalam keadaan trending, jika indikator ADX melewati level 40 maka market sedang dalam keadaan trend yang kuat, bisa anda lihat pada tabel di bawah ini.

ADX Level

ADX Level

ADX Peaks

Mari kita perjelas lagi dengan gambar yang ada harganya supaya anda akan semakin jelas belajar mengenai indikator ini.

ADX
Ketika -DI berada di atas +DI harga bergerak Turun, dan ADX mengukur kekuatan Trend tersebut

ADX

Jika anda dapat menggunakan indikator ADX ini dengan baik, maka anda akan bisa memaksimalkan profit anda ketika sebuah trend sedang terjadi. Karena ketika seorang trader mengetahui bahwa sebuah momentum trend menguat, maka hal tersebut akan membuat seorang trader merasa percaya diri dan membiarkan keuntungannya terus bertambah, bukannya keluar pasar saat trend belum berakhir. Karena Kemampuan untuk mengukur kekuatan sebuah trend adalah keunggulan utama bagi para trader. Satu hal lagi bahwa trading terbaik adalah keputusan yang dibuat pada sinyal objektif bukan sinyal yang berdasarkan emosi anda.

Fungsi Lain Indikator ADX

ADX juga mempunyai fungsi lain dari hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Indikator ADX juga dapat memberikan sinyal ‘Divergence’ atau divergensi, dimana dalam keadaan trend bullish harga membuat high yang lebih tinggi dan  indikator ADX malah membuat High yang lebih rendah. Begitu juga dengan keadaan trend bearish, ketika harga membuat low yang lebih rendah tapi indikator ADX juga membuat High yang lebih rendah, yang artinya kekuatan trend tersebut semakin berkurang. Namun ini bukanlah sebuah sinyal yang pasti, melainkan sebagai peringatan bahwa akan ada kemungkinan trend akan segera berakhir, dan lebih baik anda mengencangkan stop loss anda. Jika harga sedang dalam keadaan ranging/sideways maka indikator ADX akan bergerak menyamping dalam suatu range. 

ADX

Strategi Trading Lainnya :

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -